Pengamat Usul Nomor Hp Didaur Ulang Setelah 3 Bulan, Bukan 60 Hari

CNN Indonesia
Selasa, 05 Jul 2022 19:20 WIB
Operator disarankan mendaur ulang nomor tak terpakai minimal tiga bulan setelah kembali dari pelanggan lama. Ilustrasi. Pengamat menganjurkan daur ulang nomor minimal tiga bulan sekali dan bukan 60 hari setelah nomor itu tidak aktif. (Foto: iStock/simon2579)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengamat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dari ICT Institute Heru Sutadi mengusulkan dua perubahan aturan daur ulang atau recycle nomor seluler, yang diklaim berisiko terhadap layanan perbankan dan akun virtual lainnya.

Dia mengatakan seharusnya aturan recycle nomor ponsel dilakukan lebih dari tiga bulan, yang sebelumnya minimal 60 hari kalender seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 14 Tahun 2018.

"Minimal 3 bulan merupakan waktu yang cukup untuk masyarakat bilamana mau tetap aktif atau nonaktif," ujar Heru kepada CNNIndonesia.com lewat pesan teks, Senin (4/7).

Ia tidak menampik praktik recycle nomor itu memang bermanfaat untuk operator seluler karena untuk menghemat nomor ponsel sebagai sumber daya yang terbatas. 

"Bagi operator juga merugikan bila tidak di-recyle karena pendapatannya sebenarnya nol dari nomor [hangus] tersebut," imbuh dia.

Heru juga menyarankan ada pengaturan lebih lanjut soal pengaktifan kembali nomor hangus selama belum dipakai pihak lain.

"Hanya memang tidak diatur apakah nomor yang sudah hangus bisa diaktifkan kembali pelanggan yang sama setelah sekian waktu. Dan itu memang dimungkinkan bilamana nomor tersebut belum dijual atau digunakan pihak lain," tuturnya.

Terlepas dari itu, dia menyarankan warga tetap memantau masa aktif nomor selularnya, terutama yang dipakai untuk konfirmas jasa keuangan.

"Ketika kita menggunakan nomor operator, harus secara rutin mengisi pulsa atay kuota agar tidak dianggap non aktif. Sebab banyak yang tidak isi pulsa atau kuota, dan misal Whatsapp menggunakan wifi," ujar dia.

"Sebab, menurut aturan, nomor itu bukan milik pribadi, melainkan milik negara yang dikelola oleh operator telekomunikasi," tambahnya.

Sebelumnya recycle nomor HP ramai diperbincangkan warganet di Twitter di antaranya oleh akun @areajulid. Dalam unggahannya, tertulis Kominfo seharusnya melarang operator seluler untuk recycle nomor HP, lantaran nomor kerap terhubung dengan data kependudukan dan login aplikasi.

"Gue rasa @kemkominfo harus bikin peraturan baru, untuk semua provider di indonesia dilarang recycle nomor hp yang sudah hangus atau tidak terpakai, karena nomor hp skrng inline ke sistem keuangan, data kependudukan, dan login2 aplikasi/email," kata akun tersebut.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Dirjen Aptika) Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan sebelumnya membolehkan operator seluler untuk mendaur ulang nomor.

Langkah itu diperbolehkan negara lantaran nomor ponsel merupakan kombinasi nomor yang terbatas, hanya terdiri dari sembilan kombinasi digit angka.

Namun, saat disinggung soal bahaya pembobolan data kependudukan yang bisa berujung merugikan masyarakat, Semuel tidak berkomentar. "Nomor telepon ini adalah sumber daya yang terbatas, limited, jadi hanya ada sembilan angka/digit paling full," ujar dia, Rabu (29/6).

Terpisah, Indosat dan Telkomsel mengikuti peraturan yang berlaku soal daur ulang nomor Hp, yakni 60 hari kalender. Telkomsel juga memberi akses untuk mengaktifkan kembali nomor ponsel yang sudah lama tak aktif.

[Gambas:Video CNN]

(can/lth)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER