Relik Berusia 2000 Tahun Ditemukan usai Dicuri, Berisi Darah Yesus?
CNN Indonesia
Kamis, 14 Jul 2022 11:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Detektif seni Arthur Brand menduga pencuri takut kutukan. (Foto: Jeremy AUDOUARD / AFP)
Brand menduga bahwa pencuri takut dengan kutukan. "Memiliki relik pamungkas, darah Yesus, di rumah Anda, hasil curian, itu kutukan," cetus Brand, dikutip dari Euro News.
"Ketika mereka menyadari apa artinya [relik itu], bahwa Anda sebenarnya tidak dapat menjualnya, mereka tahu bahwa mereka harus menyingkirkannya," lanjut dia.
Brand tinggal lebih dari 480 kilometer dari biara di Prancis, tempat kuil suci itu sebelumnya ditempatkan. Namun, para pencuri memilih untuk mengembalikannya kepadanya, kemungkinan karena ketenaran Brand atau karena penjahatnya adalah orang Belanda yang tinggal relatif dekat.
Usai temuan ini, Brand bersyukur bisa berada sedekat itu dengan benda-benda suci tersebut yang disebutnya sebagai "pengalaman religius yang otentik".
"Ini jarak terdekat yang paling mungkin bisa dijangkau dengan Yesus Kristus, Ksatria Templar, dan Cawan Suci. Sebagai seorang Katolik sendiri dan penggemar berat Dan Brown (penulis novel The Da Vinci Code), tak ada yang lebih baik lagi dari ini," kicau Brand.
Kesuksesan Brand dalam memecahkan kasus yang paling terkenal adalah penemuan Hitler's Horses, 2014. Koleksi ini berupa satu set patung perunggu setinggi 5 meter yang dibuat oleh seniman Nazi Josef Thorak untuk dipajang di luar Reich Chancellery pada 1939.
Brand melakukan perjalanan jauh dan luas selama penyelidikan itu, berjalan berdasarkan petunjuk yang diperoleh sejumlah sumber dan berpotensi berbahaya. Selama perjalanannya, dia sering berpose sebagai pebisnis Texas yang meniru model J.R. Ewing dari acara TV 'Dallas,' untuk menyamarkan tujuan sebenarnya.
Investigasi khusus ini dimulai pada 2014 dan membutuhkan waktu dua tahun untuk menyelesaikannya..
(can/arh)
Jakarta, CNN Indonesia --
Salah satu peninggalan paling suci umat Kristiani, yaitu pusaka yang berisi darah Yesus Kristus yang konon diambil saat disalib, ditemukan kembali setelah dicuri dari Gereja Katolik di, Prancis pada 1 Juni.
Relik berusia 2000 tahun itu berbentuk miniatur gereja atau kuil berwarna dominan emas dan dihiasi beberapa gambar Yesus dan patung kecil malaikat bersayap.
Usai sebulan hilang tanpa petunjuk dari Gereja Biara Fécamp di Normandia, Prancis, dikutip dari Ancient Origins, objek keagamaan yang diberi nama 'Precious Blood of Christ' itu tiba-tiba muncul kembali kurang dari sebulan kemudian di depan pintu rumah seorang detektif seni Belanda Arthur Brand.
Brand merupakan kolektor seni dan sejarawan Belanda yang telah menemukan lebih dari 200 karya seni yang dicuri selama tiga dekade terakhir. Hal itu membuatnya mendapat julukan 'Indiana Jones dari Belanda'.
Dalam kasus pusaka darah Yesus ini, Brand tidak perlu melakukan kerja keras sama sekali untuk memulihkannya. Dia mengaku dihubungi seseorang tanpa identitas sekitar tiga minggu setelah darah Kristus di kuil emas itu dicuri.
"Orang ini mendekati saya atas nama orang lain, yang rumahnya menyimpan relik curian," ungkap Brand.
Beberapa hari kemudian, pukul 22.30 waktu setempat, bel pintu rumahnya berbunyi. Ia melihat dari balkon dan dalam kegelapan tampak sebuah kotak. Ketika dia membuka kotak itu, relik itu dan sejumlah benda liturgi lainnya muncul.
"Tujuh sampai delapan persen dari karya seni yang dicuri dikembalikan dan sebagian besar dihancurkan," jelasnya.
Relik ini menyimpan dua tabung kecil darah kuno, yang konon berasal dari Kristus sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya di Kayu Salib.
Pusaka itu sendiri diambil dari Biara Fécamp hanya dua pekan sebelum perayaan 'Misa Darah Kudus'. Polisi sempat berteori pencuri bersembunyi di biara sampai ditutup, untuk kemudian menggasaknya bersama beberapa karya seni dan potongan emas sebelum melarikan diri.
Alasan pencuri kembalikan relik di halaman berikutnya...
Alasan Pencuri Kembalikan Pusaka Darah Yesus
Detektif seni Arthur Brand menduga pencuri takut kutukan. (Foto: Jeremy AUDOUARD / AFP)
Brand menduga bahwa pencuri takut dengan kutukan. "Memiliki relik pamungkas, darah Yesus, di rumah Anda, hasil curian, itu kutukan," cetus Brand, dikutip dari Euro News.
"Ketika mereka menyadari apa artinya [relik itu], bahwa Anda sebenarnya tidak dapat menjualnya, mereka tahu bahwa mereka harus menyingkirkannya," lanjut dia.
Brand tinggal lebih dari 480 kilometer dari biara di Prancis, tempat kuil suci itu sebelumnya ditempatkan. Namun, para pencuri memilih untuk mengembalikannya kepadanya, kemungkinan karena ketenaran Brand atau karena penjahatnya adalah orang Belanda yang tinggal relatif dekat.
Usai temuan ini, Brand bersyukur bisa berada sedekat itu dengan benda-benda suci tersebut yang disebutnya sebagai "pengalaman religius yang otentik".
"Ini jarak terdekat yang paling mungkin bisa dijangkau dengan Yesus Kristus, Ksatria Templar, dan Cawan Suci. Sebagai seorang Katolik sendiri dan penggemar berat Dan Brown (penulis novel The Da Vinci Code), tak ada yang lebih baik lagi dari ini," kicau Brand.
Kesuksesan Brand dalam memecahkan kasus yang paling terkenal adalah penemuan Hitler's Horses, 2014. Koleksi ini berupa satu set patung perunggu setinggi 5 meter yang dibuat oleh seniman Nazi Josef Thorak untuk dipajang di luar Reich Chancellery pada 1939.
Brand melakukan perjalanan jauh dan luas selama penyelidikan itu, berjalan berdasarkan petunjuk yang diperoleh sejumlah sumber dan berpotensi berbahaya. Selama perjalanannya, dia sering berpose sebagai pebisnis Texas yang meniru model J.R. Ewing dari acara TV 'Dallas,' untuk menyamarkan tujuan sebenarnya.
Investigasi khusus ini dimulai pada 2014 dan membutuhkan waktu dua tahun untuk menyelesaikannya..