Cuaca Panas hingga Es Greenland Mencair Konsekuensi Perubahan Iklim

CNN Indonesia
Jumat, 22 Jul 2022 10:47 WIB
Fenomena alam yang terjadi selama sepekan terakhir merupakan dampak dari perubahan iklim. Cuaca panas terjadi di beberapa wilayah di dunia. Ini adalah salah satu dampak dari perubahan iklim (REUTERS/ISSEI KATO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Cuaca panas terjadi di Inggris, membuat suhu di negara tersebut tepatnya di kota London menyentuh angka 40 derajat. Itu merupakan suhu tertinggi sepanjang sejarah Inggris.

Fenomena cuaca panas di Inggris merupakan bagian dari heatwave atau gelombang panas. Tak hanya Inggris, negara Eropa semisal Portugal juga mengalami hal yang sama.

Bahkan, gelombang panas memakan korban jiwa, menyebabkan 1.063 kematian. Gelombang panas mendera Portugal sejak 10 Juli 2022.

Untuk diketahui, gelombang panas merupakan kondisi cuaca yang sangat berbahaya di mana suhu melonjak jauh melebihi batas atas suhu di wilayah tersebut.

Gelombang panas menimbulkan banyak bahaya, mulai dari masalah kesehatan, kekeringan lahan, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Panas yang tinggi itu kemudian bergabung dengan tingkat kelembapan yang tinggi dan menciptakan gelembung panas di area tertentu dalam jangka waktu yang lama.

Terbentuknya gelombang panas terjadi ketika udara bertekanan tinggi mengendap di udara, pada ketinggian 3.000-7.600 meter, dan menyebabkan udara panas.

Kemudian udara panas menciptakan gelembung yang bertindak seperti segel dan memerangkap panas di dekat daratan.

Selain gelombang panas, fenomena alam lain yang terjadi sepekan ini ada hujan batu es di Swiss. Hal itu terjadi di sekitar Danau Thun, pada Kamis (21/7).

Dalam video yang beredar, terlihat butir-butiran es jatuh ke permukaan danau, menyebabkan sejumlah kapal rusak.

Di Greenland, lapisan es mencair akibat cuaca panas yang terjadi belakangan ini. Mencairnya lapisan tersebut mengalirkan 6 miliar ton air per hari ke laut lepas.

Mengutip CNN, suhu di Greenland meningkat hampir 10 derajat dari kondisi normal. Ilmuwan, Aslak Grinsted yang sedang meneliti di Greenland mengungkapkan penerbangannya harus ditunda karena landasan yang tidak cukup baik di tengah kondisi hangat.

Wilayah Asia Selatan pun tak luput dari bencana alam. Di Pakistan, 147 orang tewas karena hujan yang menyebabkan banjir. Al Jazeera melaporkan, badan penanggulangan bencana Pakistan menyebut 88 wanita dan anak-anak menjadi bagian dari korban jiwa tersebut.

Banjir juga merusak banyak rumah, jalan, jembatan, hingga pembangkit listrik di sejumlah wilayah. "Di siutasi seperti ini, kadang kami butuh bepergian menggunakan perahu, daripada mobil karena banjir di jalan," kata salah satu warga, Abdul Raheem.

Perubahan Iklim

Perubahan iklim disinyalir menjadi biang keladi sejumlah fenomena alam tersebut. Melansir DW, dampak perubahan iklim juga bisa berimbas kepada dunia pariwisata pula lantaran mengubah lanskap daerah yang biasa menjadi tempat wisata.

Wisata resort ski di beberapa wilayah misalnya, disinyalir bakal sangat terdampak dari perubahan iklim. Pasalnya, temperatur yang meningkat mengurangi jumlah salju yang jatuh.

Di tempat terpisah, Thomas Dworak, kordinator studi lingkungan dari Jerman mengungkapkan, ada banyak lahan hilang di daerah Mediterania karena pemanasan global.

Sayangnya, perilaku manusia belum berubah banyak meski telah banyak peringatan muncul. "Kami melihat lahan hilang dalam skala yang besar di region Mediterania," kata Dworak pada studi yang dipublikasikan tahun 2021.

"Hanya ada sedikit bukti yang menyiratkan bahwa orang-orang mengubah perilaku jalan-jalan mereka karena perubahan iklim," katanya.

Analisa IPCC di Eropa dan Asia

Analisa IPCC di Eropa dan Asia

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER