Instagram Dianggap Kian Tiru TikTok, Berikut Jawaban CEO

CNN Indonesia
Rabu, 27 Jul 2022 15:48 WIB
CEO Instagram, Adam Mosseri menjawab kritikan warga net termasuk dari Kylie Jenner dan Kim Kardashian. Instagram dianggap kian meniru TikTok karena lebih mengutamakan konten video Foto: Dok. Instagram
Jakarta, CNN Indonesia --

CEO Instagram, Adam Mosseri angkat bicara soal kritik kepada platformnya. Instagram dikritik karena dianggap terus meniru TikTok dan tak lagi mengutamakan konten foto melainkan video.

Kritikan antara lain datang dari Kim Kardashian dan saudarina, Kylie Jenner. Mereka mengunggah foto yang intinya meminta Instagram kembali kepada titahnya.

Dua selebritas Amerika Serikat (AS) itu mengunggah kata-kata yang berasal dari salah satu pengguna dengan akun @illumitati, yang berprofesi sebagai fotografer fashion. Dalam unggahannya, terdapat kata-kata, "Make Instagram Instagram Again (Stop trying to be TikTok, I Just want to see photos of my friends) Sincerely, Everyone.

"Buat Instagram, menjadi Instagram kembali. (Berhetilah mencoba menjadi TikTok, saya hanya ingin melihat foto-foto teman saya) Tertanda, para pengguna,"

Melansir Tech Crunch, Mosseri pun mengunggah video singkat dalam akunnya demi menjawab kritikan itu. Mosseri mengakui Instagram sedang bereksperimen dengan beberapa hal.

Ia menegaskan, Instagram tetap mendukung foto. "Saya ingin menjelaskan. Kami akan terus mendukung foto. Itu bagian dari warisan kami," katanya.

Hanya saja, Mosseri mengakui, Instagram akan tetap mengutamakan konten video. Menurutnya, Instagram hanya mengikuti kebiasaan para penggunanya.

"Saya harus jujur. Saya sangat percaya bahwa akan ada lebih dan lebih banyak lagi Instagram menjadi video. Kami meihat itu bahkan ketika kami tak mengubah apa pun. Kami melihatnya, bahkan ketika Anda hanya melihat halaman Anda secara kronologis," kata Mosseri seperti dilansir The Verge.

Instagram berubah dengan sangat cepat dalam beberapa bulan terakhir demi bersaing dengan TikTok lewat fitur Reels. Selain itu, Instagram juga lebih mengutamakan konten video untuk disajikan di feed penggunanya, meski si pengguna tak mengikuti akun tersebut.

Mosseri mengatakan, ia sebetulnya juga ingin melihat konten dari teman yang diikutinya. Hanya saja, konten-konten itu kini berada di Direct Message dan Stories.

"Saya menyukai jika ada lebih banyak konten dari teman di feed. Tetapi semua pertumbuhan dari foto dan video dari teman kini berada di Stories dan DM," tulisnya di akun Twitter.

Mengutip Influencer Marketing Hub, seorang pemengaruh (influencer) di TikTok mendapatkan 18 persen lebih banyak keterikatan (engagement) daripada platform media sosial lainnya. Sementara itu, Instagram Reels memiliki 22 persen engagement.

Hanya saja, rata-rata engagement Instagram Reels tertinggal. Para influencers di Instagram Reels hanya mendapat 3,86 persen engagement.

Selain itu, para kreator TikTok yang juga menggunakan Instagram Reels biasanya hanya mengunggah ulang konten dari akun TikTok mereka.

[Gambas:Video CNN]

(lth/lth)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER