49 Tewas Tersambar Petir di India Dalam Sepekan, Pakar Ungkap Sebabnya

CNN Indonesia
Sabtu, 30 Jul 2022 18:23 WIB
Sebanyak 49 orang tewas tersambar petir di Uttar Pradesh India dalam sepekan terakhir. Simak penjelasan pakar soal penyebab fenomena ini. Ilustrasi. Puluhan orang tewas tersambar petir di India dalam sepekan. (Foto: Pixabay/sethink)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korban tewas tersambar petir di Uttar Pradesh, India, mencapai 49 orang dalam sepekan. Kenapa bisa segitu banyak?

Dikutip dari Associated Press (AP), tujuh orang, sebagian besar petani, tewas tersambar petir di sebuah desa di negara bagian Uttar Pradesh, India bagian utara, berdasarkan keterangan polisi, Kamis (28/7).

Alhasil, jumlah korban tewas tersambar petir menjadi 49 orang di negara bagian itu hanya dalam sepekan ini.

Saat kejadian, Selasa (26/7). para petani sedang berlindung di bawah pohon selama hujan muson yang basah kuyup. Mereka pun meninggal seketika. Musim hujan di India sendiri berlangsung dari Juni hingga September.

Menurut petugas polisi Hem Raj Meena, Para korban termasuk empat anggota keluarga dan beberapa penggembala ternak di dekat kota Kaushambi.

Jumlah korban tewas yang tinggi ini mendorong pemerintah untuk mengeluarkan pedoman baru tentang cara melindungi diri selama badai petir.

"Orang-orang lebih banyak meninggal karena petir daripada insiden terkait hujan, meskipun ini adalah momen ketika orang [biasanya] meninggal karena banjir atau insiden terkait hujan lainnya," ujar juru bicara pemerintah negara bagian Shishir Singh.

Lebih dari 200 orang tewas dalam hujan lebat dan tanah longsor di negara bagian India termasuk Assam, Manipur, Tripura dan Sikkim. Sementara, 42 orang tewas di Bangladesh sejak 17 Mei. Selain itu, ratusan ribu orang mengungsi di musim hujan.

Kolonel Sanjay Srivastava, yang organisasinya Lightning India Resilient Campaign bekerja sama dengan Departemen Meteorologi India, mengatakan petir menewaskan hampir 750 orang di seluruh India sejak April.

Itu termasuk 20 orang yang meninggal di negara bagian Bihar dalam dua hari terakhir dan 16 di negara bagian Madhya Pradesh di India tengah awal bulan ini.

Pemanasan global

Sunita Narain, direktur jenderal Pusat Sains dan Lingkungan, mengatakan pemanasan global berperan dalam meningkatnya jumlah sambaran petir. Kenaikan suhu satu derajat Celcius meningkatkan petir 12 kali lipat.

Srivastava menambahkan bahwa penggundulan hutan, pendangkalan perairan, dan polusi berkontribusi terhadap perubahan iklim, yang kemudian menyebabkan lebih banyak petir.

J P Gupta, direktur Departemen Meteorologi, mengatakan badai dan kilat telah meningkat tahun ini karena peningkatan tingkat polusi.

"Suhu tanah yang tinggi menyebabkan penguapan dari badan air yang menambah kelembapan ke atmosfer. Kehadiran aerosol akibat polusi udara menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi awan petir untuk memicu aktivitas petir," kata Gupta.

(AP/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER