Soal PSE, Blok Politik Pelajar Serukan Lempar Botol ke Kantor Kominfo

Mts | CNN Indonesia
Minggu, 31 Jul 2022 16:59 WIB
Sebuah kelompok yang mengatasnamakan Blok Politik Pelajar mengajak untuk protes soal PSE ke kantor Kominfo. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) banjir protes terkait aturan PSE. Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah kelompok yang mengatasnamakan diri Blok Politik Pelajar mengajak semua pihak yang kesal dengan pemblokiran sejumlah situs dan aplikasi yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melempari Gedung Kominfo di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta dengan botol berisi air pipis.

Aksi itu mereka rencanakan bakal berlangsung pada Senin (1/8), sekitar pukul 14.00 WIB. Undangan kepada publik untuk ikut ambil bagian dalam aksi melempar botol berisi air pipis ke Gedung Kominfo itu sudah mereka sebarkan lewat pesan singkat di aplikasi WhatsApp serta unggahan di akun Instagram mereka, @blokpolitikpelajar.

"Siapapun yang kesal atas pemblokiran ini Anda dapat hadir dan melemparkan botol pipis. Diharapkan juga peliputan dari rekan-rekan Jurnalis. Terima kasih. #BlokirKominfo," demikian bunyi pesan undangan mereka yang sudah dikonfirmasi salah satu perwakilan Blok Politik Pelajar, Ahmad, kepada CNNIndonesia.com, Minggu (31/7).

Langkah Kominfo melakukan pemblokiran terhadap sejumlah situs dan aplikasi dengan traffic tinggi seperti PayPal, Yahoo, Epic Games, Steam, Dota, Counter Strike, Xandr.com, dan Origin (EA) dengan alasan tidak terdaftar resmi PSE berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang PSE Lingkup Privat menuai kontroversi di tengah masyarakat.

Bahkan, LBH Jakarta telah menyatakan bahwa langkah Kominfo itu melahirkan otoritarianisme yang memanfaatkan kuasa digital dalam rangka mengendalikan teknologi sebagai alat melindungi kepentingan atau digital authoritarianism.

"Pembatasan atau pemblokiran situs internet dan aplikasi tersebut telah melahirkan apa yang disebut sebagai otoritarianisme," kata Pengacara publik LBH Jakarta Teo Reffelsen dalam keterangan resmi, Minggu (31/7).

Sebelumnya, Kominfo mewajibkan pendaftaran PSE dengan tenggat Rabu (20/7). Setelah tenggat lewat, Kementerian memberikan perpanjangan tenggat pendaftaran lima hari kerja sambil mengirimkan surat teguran mulai Kamis (21/7).

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan lantas menetapkan tenggat pendaftaran sebelum blokir PSE ilegal pada Jumat (29/7) pukul 23.59 WIB.

Setelah itu, pihaknya mengaku memblokir delapan platform besar yang tak kunjung mendaftar, yakni, Yahoo Search Engine, Steam, DoTA 2, Counter-Strike: GO,EpicGames, Origin.com, Xandr.com, dan PayPal.

Namun demikian, ia berjanji bakal membuka blokir itu dengan syarat.

"Bisa [dibuka blokirnya] kalau memang terbukti mereka sudah daftar dengan memberikan data yang benar," ujar Semuel kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (30/7).

"Kalau proses normalisasi (buka blokir) sebentar, dalam 10-30 menit," lanjut dia.

[Gambas:Video CNN]

(lth/lth)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER