Pakar Temukan Material Semikonduktor Baru, Bye Laptop Panas

CNN Indonesia
Kamis, 04 Agu 2022 05:40 WIB
Boron arsenik punya potensi menggantikan silikon sebagai material semikonduktor pada alat elektronik seperti laptop. Ilustrasi laptop. Boron Arsenik menurut para ahli punya potensi menggantikan silikon, material yang saat ini digunakan untuk meredam panas di alat elektronik seperti laptop. Foto: iStockphoto/Vladimir Sukhachev
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti baru saja menemukan material semikonduktor baru bernama boron arsenida kubik yang disebut lebih baik dari silikon karena lebih tahan panas. Material kimia yang terbuat dari gabungan boron dan arsenida disebut dapat menjadi semikonduktor yang lebih baik.

Pasalnya, salah satu dari dua jurnal yang diterbitkan pada 22 Juli di jurnal Science menunjukkan para peneliti dapat secara eksperimental memvalidasi mobilitas pengangkut yang tinggi pada suhu kamar, memperluas potensi penggunaannya dalam barang-barang komersial.

Penelitian yang melibatkan peneliti dari University of Houston, Massachusetts Institute of Technology (MIT), University of Texas di Austin, dan Boston College mengatakan lebih banyak penelitian akan diperlukan untuk menentukan apakah boron arsenida kubik dapat "dibuat dalam bentuk yang praktis dan ekonomis, apalagi menggantikan silikon yang ada di mana-mana," seperti dikutip Tech Radar.

Lihat Juga :

Meski demikian, para peneliti menyebut material ini akan sangat berguna berkat karakteristiknya yang unik yang dapat memberikan perbedaan yang signifikan.

"Sampelnya tidak seragam, tetapi Anda bisa melihat potensinya secara lokal," kata Zhifeng Ren, peneliti utama, Texas Center for Superconductivity di UH, seperti dikutip dari situs University of Houston.

"Jika Anda memiliki kristal yang bebas dari cacat, mobilitas berpotensi jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan. Kami sedang dalam penelitian berkelanjutan untuk mencari tahu," imbuhnya.

Kubik boron arsenida juga disebut jauh lebih akomodatif sebagai pasangan elektron yang bermuatan positif. Sensitivitas panas yang lebih rendah dari boron kubik bisa memberi perbedaan besar dalam pengaplikasiannya sebagai produk.

"Panas sekarang menjadi hambatan utama bagi banyak elektronik," kata mahasiswa postdoc MIT Jungwoo Shin yang ikut menulis makalah tersebut.

"Silikon karbida menggantikan silikon untuk elektronika daya di industri EV utama termasuk Tesla, karena memiliki konduktivitas termal tiga kali lebih tinggi daripada silikon meskipun mobilitas listriknya lebih rendah," tambahnya.

Shin menyebut boron yang memiliki konduktivitas termal lebih tinggi dapat membuat terobosan besar.

"Bayangkan apa yang dapat dicapai boron arsenida, dengan konduktivitas termal 10 kali lebih tinggi dan mobilitas yang jauh lebih tinggi daripada silikon. Ini bisa menjadi terobosan besar," katanya.

Lebih lanjut, bukan hanya kubik boron arsenida yang mengancam akan menyalip silikon suatu hari nanti. Para peneliti dari University of Illinois membangun prosesor 4-bit dan 8-bit dengan plastik yang tampaknya memiliki tingkat keberhasilan 81 persen, setidaknya untuk model 4-bit.

Sebagai informasi, silikon tidak pernah benar-benar memonopoli dunia semikonduktor. Gallium arsenide yang dibuat dari galium dan arsenik juga banyak digunakan dalam laser sebagai alternatif silikon.

[Gambas:Video CNN]

(lom/lth)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER