Jelang Persidangan, Twitter Ikut Seret Rekan Elon Musk ke Pengadilan

CNN Indonesia
Jumat, 05 Agu 2022 14:30 WIB
Twitter telah mengirim surat pemanggilan ke pengadilan (subpoena) kepada sejumlah rekan Elon Musk. Sejumlah teman Elon Musk diminta Twitter hadir ke pengadilan. Foto: REUTERS/MIKE BLAKE
Jakarta, CNN Indonesia --

Twitter telah mengirim surat permintaan hadir di pengadilan (subpoena) ke beberapa rekan Elon Musk untuk hadir dalam persidangan Oktober nanti. Dalam surat yang dikeluarkan pada Senin (1/8) waktu setempat, sejumlah nama-nama papan atas di Silicon Valley masuk ke dalam surat pemanggilan yang dikeluarkan Twitter.

Seperti diketahui, Musk pada mulanya sepakat membeli Twitter di harga US$44 juta. Namun belakangan, Musk menarik diri dari kesepakatan itu karena masalah akun bot di Twitter.

Musk menilai, jumlah akun bot jauh lebih banyak dari yang disampaikan Twitter yakni 5 persen. Ia pun meminta data soal itu dibuka, namun Twitter bersikukuh menolak.

Keduanya pun harus melanjutkan proses akuisisi ke pengadilan. Musk ngotot ingin batal, sementara Twitter ingin Musk tetap membeli platform mereka.

Persidangan keduanya akan berlangsung pada Oktober nanti di Chancery Court, Delaware, Amerika Serikat. 

Melansir CNN, beberapa nama yang dikirim subpoena oleh Twitter adalah figur papan atas di perusahaan investasi dan venture capital (perusahaan pembiayaan). Bahkan beberapa di antaranya mendapat julukan mafia PayPal, grup yang berisikan orang berpengaruh di industri teknologi yang bekerja di PayPal, yang ikut didirkan Musk.

Sementara itu mengutip Washington Post, nama-nama yang masuk dalam daftar itu adalah investor Chamath Palihapitiya, David Sacks, Steve Jurvetson, Marc Andreessen, Jason Calacanis, dan Keith Rabois. Beberapa tokoh yang sebelumnya tidak disebutkan terlibat dalam kesepakatan, kabarnya ikut dipanggil.

Calacanis dan Sacks diketahui merupakan teman Musk. Sacks bekerja dengan Musk ketika mereka mengoperasikan PayPal, bersama dengan bilioner Peter Thiel. Rabois juga merupakan eksekutif di PayPal dan teman dari Thiel. 

Sementara itu, Jurvetson merupakan teman lama Musk yang juga ada di dewan Space X dan Tesla, dua perusahaan milik Musk. Selain nama-nama di atas, Twitter juga mengirim surat pemanggilan ke investor Joe Lonsdale, seorang rekan bisnis Musk dan Thiel. 

Losndale diketahui ikut mendirikan Palantir dan pernah bekerja di PayPal. Lewat akun Twitternya, ia menyebut subpoena itu merupakan bagian dari pelecehan besar-besar. 

Kemarahan yang mirip ditunjukkan Sacks. Ia mengunggah foto sampul sebuah majalah yang memuat gambar jari tengah untuk merespon subpoena tersebut.

Adam Badawi, seorang profesor hukum di University of California di Berkeley mengatakan ada sejumlah hal yang mungkin dicari Twitter.

"Yang pertama adalah apa pun yang dikatakan Musk tentang Twitter untuk mendorong orang berpartisipasi dalam pembiayaan ekuitas," tuturnya.

"Kedua, apa pun yang Musk katakan yang mengkontradiksi pernyataan publiknya tentang akun bot," kata Adam menambahkan.

Lebih lanjut menurut Adam, para investor yang mendapat subpoena itu bisa bersaksi di pengadilan. "Kebanyakan moda ventura punya portofolio perusahaan yang termuat di Delaware. Jadi mungkin mereka tidak ingin berselisih dengan pengadilan," kata Adam.

Jika ada dokumen atau percakapan yang relevan dengan perkara ini, deret subpoena ini mungkin akan memberi titik terang," katanya mengakhiri.

[Gambas:Video CNN]

(can/lth)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER