Hujan Meteor Perseid Terakhir Hadir Malam Ini

CNN Indonesia
Minggu, 14 Agu 2022 14:10 WIB
Hujan meteor Perseid akan terjadi pada Minggu (18/8) malam ini. Ilustrasi hujan meteor. Hujan meteor Perseid akan mewarnai langit Indonesia pada hari ini. Foto: Getty Images via AFP/ETHAN MILLER
Jakarta, CNN Indonesia --

Fenomena hujan meteor Perseid akan mewarnai langit Indonesia pada Miggu (14/8) hari ini. Fenomena ini membuat masyarakat Indonesia bisa menyaksikan hujan meteor dengan intensitas hingga 36-61 meteor per jam.

Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang menjelaskan fenomena langit ini bisa dilihat dalam dua tahap.

"Dalam rentang aktifnya Perseid ini, setidaknya ada 2 rentang waktu dimana Perseid dapat disaksikan meskipun intensitasnya tidak semaksimum saat waktu puncaknya," tuturdia, kepada CNNIndonesia.com, Rabu (10/8).

Tahap pertama berlangsungsejak 20 Juli hingga 5 Agustus. Itu berbarengan dengan Bulan yang mencapai fase sabit akhir hingga sabit awal, 19 Agustus hingga 24 Agustus. Tahap kedua, yang merupakan puncaknya, pada 13 dan 14 Agustus.

Pada momen puncak, titik radian hujan meteor akan terbit pada Sabtu (13/8) pukul 23.00 WIB untuk wilayah Sabang dan sekitarnya, dan pada Minggu (14/8) pukul 01.00 WIT untuk wilayah Pulau Rote.

Waktu terbaik untuk menyaksikan hujan meteor Perseid adalah 25 menit sebelum Matahari terbit.

Hujan meteor perseid merupakan hujan meteor yang titik radiannya berada di konstelasi Perseus.Perseid bersumber dari sisa debu komet 109P/Swifts-Tuttle. Hujan meteor Perseid ini dapat melesat hingga kecepatan 212.400 kilometer per jam.

Andi juga menyinggung soal pengaruh fenomena langit yang berdekatan dengan Perseid, yakni Bulan Purnama yang merupakan Supermoon terakhir 2022.

Dia mengatakan menyebut intensitas cahaya Bulan tidak akan terlalu mempengaruhi pengamatan hujan meteor. Pasalnya, puncak hujan meteor terjadi saat Bulan sudah terbenam.

"Secara tidak langsung, intensitas cahaya Bulan memang dapat memengaruhi hujan meteor perseid, meskipun lintasan harian Bulan berada di langit belahan selatan, sedangkan lintasan titik radian Perseid berada di langit belahan utara," ujar Andi.

"Dikarenakan titik radian Perseid terbit antara pukul 23.00-01.00 (sesuai dengan lintang geografis masing2), yakni saat Bulan berkulminasi, sedangkan saat Perseid mencapai titik tertinggi menjelang fajar, Bulan sudah terbenam, maka, cahaya Bulan tidak serta merta menurunkan intensitas Perseid," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]

(lth/lth)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER