Beda dengan Janji, Apple Diduga Raup Data Pribadi saat Analisis iPhone

CNN Indonesia
Jumat, 25 Nov 2022 12:40 WIB
Apple diklaim melakukan pengumpulan data pribadi dalam hal analisis data padahal sebelumnya berjanji menganonimkannya. Ilustrasi. Apple didiga mengumpulkan data pribadi dalam analisis penggunaan iPhone. (Foto: Matcuz/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sempat mengklaim tidak mengidentifikasi pengguna atau anonim dalam pengumpulan analisis data, Apple dilaporkan tetap mengumpulkan data pribadi pemakai gawainya.

Hal itu diungkap dua peneliti keamanan siber dari perusahaan sofware Mysk, Talal Haj dan Tommy Mysk. Mereka menemukan data yang dikumpulkan secara anonim itu belakangan diduga menyertakan identifikasi (identifier) ketika mengumpulkan data pengguna iCloud.

Berdasarkan analisis data yang dikirim ke Apple, dikutip dari Endgagdet, ada rincian yang meliputi nomor ID permanen yang tidak dapat diubah yang disebut Pengidentifikasi Layanan Direktori (DSID).

Apple mengumpulkan nomor ID yang sama bersama dengan informasi untuk ID Apple pengguna, yang berarti DSID terkait langsung dengan nama lengkap, nomor telepon, tanggal lahir, alamat email, dan lainnya.

Para peneliti membagikan temuan iOS 14.6 mengirimkan sejumlah besar aktivitas aplikasi pihak pertama ke Apple, bahkan jika Anda sepenuhnya menonaktifkan analitik perangkat atau membatasi pengumpulan.

Ini termasuk model iPhone, bahasa keyboard, dan detail lainnya yang secara teoritis dapat digunakan untuk sidik jari perangkat pengguna, menurut laporan Engadget.

Padahal kebijakan analitik Apple menyatakan, "Data pribadi tidak dicatat sama sekali, tunduk pada teknik perlindungan privasi seperti privasi diferensial, atau dihapus dari laporan apa pun sebelum dikirim ke Apple."

Dikutip dari Gizmodo, secara teoritis Apple bisa saja mengklaim bahwa nomor ID bukanlah informasi pribadi.

Namun, UU PDP versi Uni Eropa, GDPR, mendefinisikan data pribadi sebagai informasi apa pun yang "secara langsung atau tidak langsung" mengidentifikasi seseorang, termasuk nomor ID.

"Saya pikir orang-orang harus kecewa dengan hal ini," kata Mysk, "Ini bukan Google. orang memilih iPhone karena menurut mereka hal semacam ini tidak akan terjadi. Apple tidak punya hak untuk mengawasi Anda."

Beberapa hari usai laporan tes Mysk ini, gugatan class action diajukan terhadap Apple yang diduga menipu pelanggannya dalam masalah privasi data itu.

Apple sejauh ini tidak merespons permintaan komentar. Perusahaan pun belum mengatakan apa pun secara terbuka tentang kontradiksi antara janji privasinya dengan hasil tes itu

(can/arh)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER