Elon Musk menghadirkan sejumlah gebrakan baru selama sebulan jadi bos Twitter. (Foto: REUTERS/DADO RUVIC)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sebulan sudah Twitter diakuisisi oleh miliarder asal Amerika Serikat, Elon Musk. Sederet keriuhan terjadi imbas akuisisi itu, mulai dari soal centang biru pada akun hingga PHK massal.
Setelah menghabiskan waktu berbulan-bulan dalam akuisisi yang sempat terancam gagal, Musk membuat heboh pertama kali masuk kantor Twitter pada 26 Oktober yaitu dengan membawa wastafel.
Sejak itulah, miliarder yang juga pemilik perusahaan SpaceX dan Tesla itu memberikan 'simbol' jika Twitter telah resmi dibeli olehnya.
Peresmian akuisisi Twitter itu memenuhi tenggat yang ditetapkan Hakim Pengadilan Delaware yang menyidangkan gugatan Twitter terhadap Musk, Kathleen McCormick, yakni Jumat (28/10).
Berikut kumpulan jejak Elon Musk selama sebulan memimpin perusahaan media sosial paling berpengaruh di dunia itu dikutip dari CNN:
Musk pangkas separuh karyawan
Begitu jadi pemilik Twitter, Musk langsung menyingkirkan petinggi perusahaan, termasuk CEO Twitter Parag Agrawal. Dia kemudian menjadikan dirinya CEO sekaligus direktur tunggal di Twitter, sesuai dengan pengajuan sekuritas perusahaan.
Perombakan kepemimpinan yang dramatis itu baru langkah awal dari perombakan besar kepegawaian Musk. Ia kemudian memulai pemutusan hubungan kerja (PHK) massal hingga mengurangi 50 persen karyawannya hanya dalam rentang beberapa hari.
Pada Kamis (3/11) malam, banyak karyawan Twitter mulai mengunggah di media sosialnya soal pemutusan akses ke akun perusahaan seusai kena PHK.
PHK itu dinilai telah mempengaruhi berbagai departemen penting, termasuk pada etika kecerdasan buatan (AI), pemasaran, komunikasi, pencarian, kebijakan publik.
Musk memberikan ultimatum kepada karyawan yang tersisa untuk berkomitmen pada pekerjaan "sangat keras" atau meninggalkan perusahaan dengan pesangon.
"Ke depan, untuk membangun terobosan Twitter 2.0 dan berhasil di dunia yang semakin kompetitif, kita harus sangat keras," tulis Musk dalam memo yang dikirim pada 16 November.
Pengiklan kabur
Sejumlah perusahaan besar yang awalnya memasang iklan di Twitter kini menahan diri sambil melihat perkembangan keriuhan di perusahaan medsos itu.
Sejak pengambilalihan Musk, beberapa merek mulai dari General Motors, North Face, Volkswagen mengonfirmasi jeda dalam iklan di jejaring sosial karena organisasi masyarakat sipil khawatir atas arah Twitter di bawah naungan Musk.
Kira-kira sepekan setelah mengambil alih perusahaan, Musk mengakui melihat penurunan pendapatan yang sangat besar. Ia menuding hal itu sebagai ulah para aktivis.
"Twitter mengalami penurunan pendapatan yang besar, karena kelompok aktivis menekan pengiklan, meskipun tidak ada yang berubah dengan moderasi konten dan kami melakukan semua yang kami bisa untuk menenangkan para aktivis," ujarnya.
Akun centang biru dan Trump di halaman berikutnya...
Akun Twitter centang biru
Kebijakan Twitter lain yang dengan cepat diubah oleh Musk adalah fitur platform yang paling akrab bagi penggunanya: tanda centang biru terverifikasi yang telah lama digunakan untuk mengonfirmasi keaslian akun.
Pada 5 November, Twitter meluncurkan versi terbaru dari aplikasi iOS, yang memungkinkan pengguna membayar biaya berlangganan untuk menyematkan tanda centang biru di profil.
Pembaruan itu membuat sejumlah pengguna akhirnya harus merogoh kocek tiap bulan senilai US$7,99 atau senilai Rp119 ribuan agar membuat tanda centang biru tersemat di akun Twitter.
Usai mengambil langkah itu sejumlah warganet membanjiri kolom komentar di jagat Twitter. Hal itu juga dijadikan peluang oleh para peniru perusahaan untuk dengan cepat mendaftar centang biru untuk tampil sebagai merek terkemuka.
Kekacauan pun lantas terjadi. Salah satu pengguna yang mengaku sebagai raksasa farmasi, Eli Lilly berkicau di Twitter bahwa obat diabetes akan gratis.
Setelah kekacauan itu menyeruak, akhirnya Musk mengumumkan untuk menunda peluncuran layanan berlangganan itu hingga awal bulan Desember 2022.
Trump kembali
Musk memulihkan akun Twitter mantan Presiden Donald Trump, hampir dua tahun setelah akun itu diblokir secara permanen setelah serangan 6 Januari 2021 di Capitol, gedung parlemen AS.
Langkah itu dilakukan tak lama setelah Twitter memulihkan akun beberapa pengguna kontroversial lain yang sebelumnya dilarang atau ditangguhkan, termasuk podcaster konservatif Kanada Jordan Peterson, situs satire sayap kanan Babylon Bee, komedian Kathy Griffin, dan Rep. Marjorie Taylor Greene.
Menjelang pemulihan akun Twitter Trump, Musk memposting jajak pendapat yang menanyakan pengguna platform apakah Trump harus diaktifkan kembali. Hasilnya, sebanyak 51,8 persen warganet memilih mendukungnya.
"Orang-orang telah berbicara (akun)Trump akan dipulihkan," kata Musk. "Vox Populi, Vox Dei," (Red:suara rakyat adalah suara Tuhan).
Amnesti massal akun 'terlarang'
Setelah melakukan jajak pendapat Twitter, Musk mengatakan pada 24 November ia akan mulai memulihkan sebagian besar akun yang sebelumnya diblokir di Twitter mulai minggu depan.
Hal ini menandai langkahnya yang paling jauh untuk membatalkan kebijakan platform media sosial yang secara permanen menangguhkan pengguna yang berulang kali melanggar aturannya.
Keputusannya mengaktifkan kembali akun yang sebelumnya diblokir, dianggap sangat bertentangan dengan bagaimana Musk sebelumnya mengatakan dia akan menangani pilihan seperti itu.
Padahal, sehari setelah pengambilalihan Twitter, Musk mengatakan perusahaan akan membentuk dewan moderasi konten dengan sudut pandang yang sangat beragam.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sebulan sudah Twitter diakuisisi oleh miliarder asal Amerika Serikat, Elon Musk. Sederet keriuhan terjadi imbas akuisisi itu, mulai dari soal centang biru pada akun hingga PHK massal.
Setelah menghabiskan waktu berbulan-bulan dalam akuisisi yang sempat terancam gagal, Musk membuat heboh pertama kali masuk kantor Twitter pada 26 Oktober yaitu dengan membawa wastafel.
Sejak itulah, miliarder yang juga pemilik perusahaan SpaceX dan Tesla itu memberikan 'simbol' jika Twitter telah resmi dibeli olehnya.
Peresmian akuisisi Twitter itu memenuhi tenggat yang ditetapkan Hakim Pengadilan Delaware yang menyidangkan gugatan Twitter terhadap Musk, Kathleen McCormick, yakni Jumat (28/10).
Berikut kumpulan jejak Elon Musk selama sebulan memimpin perusahaan media sosial paling berpengaruh di dunia itu dikutip dari CNN:
Musk pangkas separuh karyawan
Begitu jadi pemilik Twitter, Musk langsung menyingkirkan petinggi perusahaan, termasuk CEO Twitter Parag Agrawal. Dia kemudian menjadikan dirinya CEO sekaligus direktur tunggal di Twitter, sesuai dengan pengajuan sekuritas perusahaan.
Perombakan kepemimpinan yang dramatis itu baru langkah awal dari perombakan besar kepegawaian Musk. Ia kemudian memulai pemutusan hubungan kerja (PHK) massal hingga mengurangi 50 persen karyawannya hanya dalam rentang beberapa hari.
Pada Kamis (3/11) malam, banyak karyawan Twitter mulai mengunggah di media sosialnya soal pemutusan akses ke akun perusahaan seusai kena PHK.
PHK itu dinilai telah mempengaruhi berbagai departemen penting, termasuk pada etika kecerdasan buatan (AI), pemasaran, komunikasi, pencarian, kebijakan publik.
Musk memberikan ultimatum kepada karyawan yang tersisa untuk berkomitmen pada pekerjaan "sangat keras" atau meninggalkan perusahaan dengan pesangon.
"Ke depan, untuk membangun terobosan Twitter 2.0 dan berhasil di dunia yang semakin kompetitif, kita harus sangat keras," tulis Musk dalam memo yang dikirim pada 16 November.
Pengiklan kabur
Sejumlah perusahaan besar yang awalnya memasang iklan di Twitter kini menahan diri sambil melihat perkembangan keriuhan di perusahaan medsos itu.
Sejak pengambilalihan Musk, beberapa merek mulai dari General Motors, North Face, Volkswagen mengonfirmasi jeda dalam iklan di jejaring sosial karena organisasi masyarakat sipil khawatir atas arah Twitter di bawah naungan Musk.
Kira-kira sepekan setelah mengambil alih perusahaan, Musk mengakui melihat penurunan pendapatan yang sangat besar. Ia menuding hal itu sebagai ulah para aktivis.
"Twitter mengalami penurunan pendapatan yang besar, karena kelompok aktivis menekan pengiklan, meskipun tidak ada yang berubah dengan moderasi konten dan kami melakukan semua yang kami bisa untuk menenangkan para aktivis," ujarnya.
Akun centang biru dan Trump di halaman berikutnya...
Centang Biru hingga Amnesti Massal
CNNIndonesia.com masih mendapat tanda centang biru sekaligus 'Official'. (Foto: Tangkapan layar twitter CNNIndonesia)
Akun Twitter centang biru
Kebijakan Twitter lain yang dengan cepat diubah oleh Musk adalah fitur platform yang paling akrab bagi penggunanya: tanda centang biru terverifikasi yang telah lama digunakan untuk mengonfirmasi keaslian akun.
Pada 5 November, Twitter meluncurkan versi terbaru dari aplikasi iOS, yang memungkinkan pengguna membayar biaya berlangganan untuk menyematkan tanda centang biru di profil.
Pembaruan itu membuat sejumlah pengguna akhirnya harus merogoh kocek tiap bulan senilai US$7,99 atau senilai Rp119 ribuan agar membuat tanda centang biru tersemat di akun Twitter.
Usai mengambil langkah itu sejumlah warganet membanjiri kolom komentar di jagat Twitter. Hal itu juga dijadikan peluang oleh para peniru perusahaan untuk dengan cepat mendaftar centang biru untuk tampil sebagai merek terkemuka.
Kekacauan pun lantas terjadi. Salah satu pengguna yang mengaku sebagai raksasa farmasi, Eli Lilly berkicau di Twitter bahwa obat diabetes akan gratis.
Setelah kekacauan itu menyeruak, akhirnya Musk mengumumkan untuk menunda peluncuran layanan berlangganan itu hingga awal bulan Desember 2022.
Trump kembali
Musk memulihkan akun Twitter mantan Presiden Donald Trump, hampir dua tahun setelah akun itu diblokir secara permanen setelah serangan 6 Januari 2021 di Capitol, gedung parlemen AS.
Langkah itu dilakukan tak lama setelah Twitter memulihkan akun beberapa pengguna kontroversial lain yang sebelumnya dilarang atau ditangguhkan, termasuk podcaster konservatif Kanada Jordan Peterson, situs satire sayap kanan Babylon Bee, komedian Kathy Griffin, dan Rep. Marjorie Taylor Greene.
Menjelang pemulihan akun Twitter Trump, Musk memposting jajak pendapat yang menanyakan pengguna platform apakah Trump harus diaktifkan kembali. Hasilnya, sebanyak 51,8 persen warganet memilih mendukungnya.
"Orang-orang telah berbicara (akun)Trump akan dipulihkan," kata Musk. "Vox Populi, Vox Dei," (Red:suara rakyat adalah suara Tuhan).
Amnesti massal akun 'terlarang'
Setelah melakukan jajak pendapat Twitter, Musk mengatakan pada 24 November ia akan mulai memulihkan sebagian besar akun yang sebelumnya diblokir di Twitter mulai minggu depan.
Hal ini menandai langkahnya yang paling jauh untuk membatalkan kebijakan platform media sosial yang secara permanen menangguhkan pengguna yang berulang kali melanggar aturannya.
Keputusannya mengaktifkan kembali akun yang sebelumnya diblokir, dianggap sangat bertentangan dengan bagaimana Musk sebelumnya mengatakan dia akan menangani pilihan seperti itu.
Padahal, sehari setelah pengambilalihan Twitter, Musk mengatakan perusahaan akan membentuk dewan moderasi konten dengan sudut pandang yang sangat beragam.