Kisah Nomor yang Tertukar usai Daftar eSIM, Terima OTP Pelanggan Lain

CNN Indonesia
Selasa, 27 Des 2022 09:30 WIB
Pengguna mengeluhkan nomor yang tertukar usai berlangganan eSIM Indosat. Pihak operator seluler pun menyelidiki kasus ini. Ilustrasi. SIM card tanpa kartu fisik kini mulai hadir di RI dalam bentuk eSIM. (Aditya Panji)
Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu pengguna Indosat Ooredo Hutchison (IOH) mengeluhkan migrasi kartu SIM fisik ke eSIM yang nomor ponselnya tertukar dengan pengguna lain. Apa sebabnya?

Rezha Hadyan (27) karyawan swasta asal Bekasi, Jawa Barat menceritakan keluhan peralihan ke eSIM. Ia mengaku sudah mengurus migrasi ke eSIM pada Jumat (23/12) di Gerai Indosat Mall Ambassador, Jakarta Pusat.

Namun usai diminta untuk menunggu 1x24 jam oleh pihak Indosat, nomor ponselnya justru tertukar oleh pengguna lain, alih-alih sudah terdaftar ke eSIM IOH.

"Pas sampe rumah ada Wi-Fi, cek e-mail ternyata sudah ada QR eSIM. Pas discan (nomor eSIM) sudah masuk ke hp saya, ternyata pas dicek nomor hp eh kok pulsa gue jadi banyak," ujar Rezha kepada CNNIndonesia.com, Senin (26/12).

"Pas gue cek paketnya beda. Terus tiba-tiba ada SMS, kok nomornya bukan nomor gue," sambungnya.

Dia mulai menyadari nomor ponselnya tertukar adalah pada Minggu (25/12) malam. Saat itu, keterangan sinyal di ponsel tiba-tiba bertuliskan 'no service'.

"Minggu malem pukul 8-an akhirnya gue cek ternyata sudah beda nomornya. Nomor Indosat yang saya punya juga enggak aktif," tuturnya.

CNNIndonesia.com mencoba menghubungi Rezha lewat panggilan seluler, namun bunyi keterangan "mohon maaf nomor yang Anda tuju sedang dialihkan."

Lebih lanjut Rezha mengecek ulang nomor eSIM yang tersemat dalam iPhone XR miliknya lewat *123*30#. Ternyata, memang benar nomor ponsel itu bukan miliknya.

Rezha, yang sudah menggunakan Indosat selama 14 tahun itu akhirnya menghubungi layanan bantuan opsel tersebut. Namun, pihak IOH memintanya menunggu tiga hari kerja.

Menurutnya, masalah ini berpotensi pembobolan akun media sosial hingga akun perbankan milik pengguna lain.

"Udah nyoba hubungin CS, kata mereka suruh nunggu 3x24 jam. Bisa berpotensi pembobolan Credit Card (CC) atau pulsanya bisa saya kirim kalau saya ada niat jahat mah," ujarnya.

Bahkan di nomor IOH yang tersemat di ponselnya sekarang sudah ada tiga pesan OTP milik pelanggan lain yang masuk.

"OTP yang masuk itu 3x, ada chek id, Traveloka, masih banyak deh gak gue cek semuanya juga," ujarnya.

Dengan salahnya nomor ponsel yang diberikan kepada Rezha, ia mengaku kesulitan untuk mengakses m-banking hingga login media sosial. Hal itu lantaran One Time Password (OTP) akun miliknya dikirim lewat nomor IOH yang tertukar dengan pelanggan lain.

"Kalau begini jadi enggak bisa transaksi bank, enggak bisa login akun medsos, karena OTP ngirimnya ke nomor seluler gue. Jadi repot lah, sama takut orang menghubungi gue kan gak tau," ujarnya.

Investigasi internal

Steve Saerang, SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, mengungkapkan pihaknya tengah melakukan penyelidikan masalah ini.

"Kami sangat menyesalkan kendala yang dialami oleh pelanggan. Terkait kendala yang disampaikan, kami sedang melakukan investigasi secara internal dan akan segera memberikan update dalam waktu dekat," ujarnya, lewat pesan singkat.

"IOH senantiasa berkomitmen untuk memberikan pengalaman digital terbaik kepada pelanggannya. Komitmen tersebut merupakan bagian dari misi perusahaan dalam menghadirkan pengalaman digital kelas dunia, menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia," lanjut dia.

Sebelumnya, IOH merilis layanan kartu SIM elektronik alias eSIM di dalam negeri, Kamis (22/12).

"IOH telah menyediakan produk eSIM (SIM Digital) yang simpel, transparan, dan tanpa khawatir, di beberapa gerai di Jakarta," kata Steve lewat keteranganya.

Pelanggan dapat melakukan aktivasi nomor baru dan penggantian kartu fisik nomor lama baik prabayar maupun pascabayar di Gerai KPPTI, Pondok Indah, Roxy, Kota Kasablanka, Mangga Dua, dan Mall Ambassador.

IOH menjadi operator seluler kedua yang memberikan layanan eSIM di Indonesia. Sebelumnya pada Juli 2019 SmartFren sudah merilis terlebih dahulu layanan eSIM bagi pengguna di dalam negeri.

Teknologi eSIM menjadi terobosan baru dalam dunia telekomunikasi selular. Dengan eSIM, pelanggan bisa menikmati konektivitas lebih bebas tanpa harus membeli kartu SIM secara terpisah.

(can/arh)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER