20 Gempa Terbesar Sepanjang Sejarah, 5 dari Indonesia
CNN Indonesia
Kamis, 09 Feb 2023 18:59 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Gempa mengguncang Turki dengan magnitudo 7,8 pada Senin (6/2). Simak daftar gempa terbesar dalam sejarah. (REUTERS/SERTAC KAYAR)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kerap memicu banyak korban jiwa, gempatak terpisahkan dari sejarah pembentukan daratan Bumi hingga kini. Simak daftar lindu terbesar yang pernah terjadi sepanjang sejarah berikut.
Sebelumnya, gempa baru saja mengguncang Turki pada Senin (6/2) dengan Magnitudo (M) 7,8 yang mengakibatkan kerusakan parah dan korban jiwa.
Peristiwa gempa sendiri bisa dipicu oleh gerakan lempeng tektonik maupun aktivitas vulkanik. Ketika lempeng tektonik saling bergerak dan bertabrakan, hal itu dapat melepaskan energi yang terpendam hingga menghasilkan gempa besar.
Sejak para ilmuwan menemukan cara mengukur besarnya gempa di awal tahun 1900-an, beberapa gempa yang benar-benar masif telah mengguncang Bumi.
Sebagian besar dari gempa bumi ini terjadi di beberapa zona subduksi di sepanjang "Cincin Api" yang bergejolak secara seismik di Pasifik, tempat lempeng tektonik menukik di bawah satu sama lain.
Berikut daftar 20 gempa bumi dahsyat yang pernah tercatat sepanjang sejarah, dimulai dari yang terlemah, seperti dilansir LiveScience:
Sanriku-Oki, Jepang, M 8.4
Gempa berkekuatan 8,4 melanda dekat wilayah Sanriku Jepang pada 2 Maret 1933. Gempa terjadi sekitar 290 kilometer dari lepas pantai Honshu, Jepang.
Sebagian besar kematian diakibatkan oleh tsunami yang ditimbulkan oleh gempa tersebut, yang menyapu 3.000 rumah dan menghancurkan 2.000 lainnya serta menimbulkan gelombang setinggi hampir 29 meter di Honshu, Jepang.
Beberapa dekade kemudian, gempa berkekuatan 9,0 mengguncang wilayah yang sama, menyebabkan gempa bumi dan tsunami Tōhoku tahun 2011. Daerah ini adalah bagian dari Cincin Api Pasifik, sabuk berbentuk tapal kuda sepanjang hampir 40 ribu kilometer.
Kawasan ini terkenal dengan gempa bumi dan aktivitas gunung berapi. Cincin itu membatasi batas Lempeng Pasifik di mana pun ia menabrak lempeng-lempeng tetangganya; di wilayah sekitar Tōhoku, Lempeng Pasifik bertabrakan dengan Lempeng Amerika Utara.
Arequipa, Peru, 2001, M 8,4
Gempa berkekuatan 8,4 melanda 6 kilometer dari kota pesisir Atico, Peru, pada 23 Juni 2001. Sedikitnya 74 orang tewas lebih dari sepertiganya tersapu oleh tsunami yang diakibatkannya.
Lebih dari 2.600 orang terluka, dan lebih dari 50.000 rumah rusak akibat guncangan tanah yang kuat.
Gempa tersebut terjadi di perbatasan lempeng Nazca dan Amerika Selatan, di mana Lempeng Nazca bergerak ke timur laut sekitar 78 milimeter per tahun, menabrak dan menyelam di bawah Lempeng Amerika Selatan, menurut USGS.
Guncangan tanah akibat aktivitas seismik dirasakan hingga ke La Paz, Bolivia.
Bengkulu, Indonesia, M 8,4
Pada tanggal 12 April 2007, gempa berkekuatan M8,4 melanda sekitar 122 kilometer lepas pantai Bengkulu, Indonesia, di pulau Sumatra. Gempa raksasa tersebut terjadi akibat sesar dorong pada batas antara lempeng Sunda dan Australia.
Sekitar 25 orang tewas, dan lebih dari 161 luka-luka. Sebanyak 20 ribu bangunan rusak di kota Bengkulu dan Sumatera Barat. Gempa tersebut menandai gempa keempat berkekuatan M7,9 atau lebih besar yang melanda wilayah umum dekade itu.
Daerah tersebut masih berpotensi aktif gempa setelah gempa dahsyat yang melanda tepat setelah Hari Natal tahun 2004.
Dekat Semenanjung Kamchatka, M 8,4
Relatif sedikit yang diketahui tentang gempa berkekuatan M 8,4 yang terjadi di lepas pantai timur Kamchatka, Rusia, pada 3 Februari 1923.
Daerah berpenduduk jarang di Timur Rusia terletak di dekat Parit Kuril-Kamchatka, tempat Lempeng Pasifik berada di bawah Lempeng Okhotsk, sebuah lempeng kecil yang pernah dianggap sebagai bagian dari Lempeng Amerika Utara.
Tidak ada laporan kematian maupun cedera pada peristiwa itu, tetapi gempa tersebut memicu tsunami kecil menurut laporan USGS.
Kepulauan Kuril, Rusia, M 8,5
Relatif sedikit yang diketahui tentang gempa yang melanda Kepulauan Kuril pada 13 Oktober 1963. Kepulauan yang membentang antara Semenanjung Kamchatka Rusia dan Hokkaido, Jepang ini merupakan wilayah yang diimpit oleh aktivitas vulkanik.
Tidak ada laporan kerusakan hingga korban jiwa akibat gempa ini. Namun gempa memicu tsunami yang mencapai Samudra Pasifik bagian utara.
Atacama, Chile, M 8,5
Pada 11 November 1922, gempa besar berkekuatan 8,5 melanda Gurun Atacama di perbatasan Argentina dan Chili. Meski pusat gempa berada di bawah tanah, goncangannya begitu kuat hingga memicu tsunami yang menewaskan ratusan orang.
Laut Banda, Indonesia, M 8,5
Pada 1 Februari 1938, gempa berkekuatan 8,5 mengguncang dasar laut sekitar 141 kilometer barat laut Tual, Maluku. Kendati guncangan terbilang besar, namun tidak ada laporan kerusakan akibat gempa ini.
Pulau Unimak, Alaska, M 8,6
Gempa bermagnitudo 8,6 melanda Pulau Unimak pada 1 April 1946. Meski besar, gempa tersebut tidak merusak satu bangunan pun di wilayah tersebut.
Namun, gempa itu memicu gelombang tsunami setinggi 35 meter yang menyapu mercusuar bersama dengan lima penghuninya. Ketika mencapai Hilo, di Big Island of Hawaii, tsunamiitu menyapu 159 orang dan menyebabkan kerugian harta benda senilai US$26 juta.
Pulau Unimak merupakan salah satu Kepulauan Aleutian, yang berada di Cincin Api (Ring of Fire) aktif.
Kepulauan Andreanof, Alaska, M 8,6
Gempa yang melanda Kepulauan Andreanof, bagian dari Kepulauan Aleutian pada 9 Maret 1957. Gempa itu terjadi sekitar 86 kilometer tenggara Adak, Alaska magnitudo 8,6.
Wilayah Adak merupakan sebuah desa kecil berpenduduk beberapa ratus orang dan kota paling selatan di negara bagian itu.
Tidak ada korban jiwa, namun gempa tersebut menghancurkan dua jembatan, membuat retakan sepanjang satu meter di salah satu jalan di Adak dan merusak rumah.
Gempa tersebut juga menghasilkan tsunami setinggi 15 meter yang menghantam mercusuar Scotch Cap di dekatnya, serta tsunami setinggi 8 meter yang menghanyutkan saluran minyak di Sanda Bay.
Tsunami kemudian menjalar ke Hawaii, yang menghancurkan dua desa, dan ke San Diego, yang juga merusak beberapa properti.
Sumatera Utara, M 8,6
Daerah di sekitar Sumatera adalah daerah yang aktif secara seismik, dengan pulau Indonesia berada di atas Cincin Api Pasifik yang aktif secara vulkanik.
Wilayah yang secara seismik tidak stabil itu terdapat pertemuan antara Lempeng Australia dan Lempeng Sunda melepaskan sejumlah besar energi pada tanggal 28 Maret 2005, ketika gempa berkekuatan 8,6 melanda 78 kilometer barat Sangkil pada kedalaman 30 kilometer.
Lebih dari 1.300 orang tewas, 340 lainnya luka-luka dan ratusan bangunan hancur, kebanyakan di Pulau Nias. Gempa itu terasa hingga India dan Sri Lanka.
Gempa tersebut terjadi karena Lempeng Australia bergerak ke timur laut dengan kecepatan 50 milimeter per tahun dan menukik ke dalam mantel di Palung Sunda.
Menurut USGS, gempa besar terjadi setelah gempa besar Samudera Hindia tahun 2004 karena patahan di wilayah tersebut terus menyesuaikan diri dengan pergeseran seismik tersebut.
Sepuluh besar gempa dunia di halaman selanjutnya...
Utara Sumatera, M 8,6
Pada tanggal 11 April 2012, gempa berkekuatan 8,6 skala Richter terjadi di lepas pantai Sumatera bagian utara. Karena melanda beberapa ratus mil lepas pantai, getarannya terasa kuat hanya di beberapa pusat populasi, seperti Banda Aceh dan Meulaboh.
Gempa itu hanya menyebabkan kerusakan struktural ringan di wilayah metropolitan tersebut. Guncangan ringan dapat dirasakan hingga Mumbai, India, dan Broome, Australia.
Dua orang tewas langsung akibat gempa, delapan meninggal karena serangan jantung dan 12 luka-luka.
Sedikitnya 1.500 orang tewas di seluruh Tibet timur dan Assam, India, ketika gempa m 8,6 mengguncang wilayah itu pada 15 Agustus 1950. Retakan tanah, tanah longsor besar dan aktifnya gunung berapi terjadi akibat gempa itu.
Gempa dirasakan di provinsi Sichuan dan Yunnan, China dan hingga Kolkata, India.
Gempa tersebut menyebabkan tanah longsor besar yang memblokir sungai. Ketika sungai akhirnya menerobos dinding puing, gelombang menggenangi beberapa desa dan menewaskan ratusan orang.
Rat Island, Alaska, M 8,7
Alaska diguncang gempa M8,7 pada 4 Februari 1965 dan memicu tsunami setinggi 10 meter. Meski cuma memicu sedikit kerusakan karena lokasinya yang terpencil di ujung Kepulauan Aleut, tsunami-nya mencapai Hawaii hingga Jepang.
Gempa tersebut merupakan hasil dari Lempeng Pasifik yang berada di bawah Lempeng Amerika Utara di megathrust Alaska-Aleutian, yang merupakan lokasi banyak gempa megathrust.
Gempa itu meretakkan bangunan kayu dan membelah landasan pacu aspal. Retakan lempeng tersebut juga membuat landasan pacu di Stasiun Loran US Coast Guard retak.
Lepas pantai Ekuador, M 8,8
Pada 31 Januari 1906, gempa dahsyat berkekuatan 8,8 skala Richter melanda lepas pantai Ekuador dan Kolombia dan menimbulkan tsunami kuat yang menewaskan 500 hingga 1.500 orang.
Tsunami kemudian menyebar di sepanjang pantai Amerika Tengah, dan bahkan tersusun di garis pantai di San Francisco dan Jepang.
Gempa terjadi di sepanjang perbatasan antara Lempeng Nazca dan Lempeng Amerika Selatan. Karena terjadi lebih dari 100 tahun yang lalu, laporannya tidak jelas. Namun menurut USGS, para saksi melaporkan adanya aliran air yang sangat deras di Teluk Honolulu.
Semua uap dan perahu layar di teluk diputarbalikkan, dan tiba-tiba gelombang pasang menyebar hingga ke daratan wilayah pantai Ekuador dan Kolombia.
Lepas Pantai Maule, Chile, M 8,8
Pada 27 Februari 2010, gempa bumi dan tsunami melanda Chile tengah. Sedikitnya 500 orang tewas dan 800.000 orang mengungsi akibat bencana alam tersebut. Lebih dari 1,8 juta orang terkena dampaknya, dan total kerugian ekonomi diperkirakan mencapai US$30 miliar.
Gempa ini terjadi di sepanjang garis seismik antara lempeng tektonik Nazca dan Amerika Selatan, yang dapat melepaskan getaran kuat.
Gempa tersebut terjadi lebih dari sebulan setelah bencana gempa berkekuatan M7,0 di Port-Au-Prince, Haiti, yang menewaskan lebih dari 200 ribu orang.
Gempa berkekuatan 9,0 pertama yang tercatat di dunia terjadi di lepas pantai timur Kamchatka pada 4 November 1952. Gempa tersebut menghasilkan tsunami setinggi 13 kilometer.
Tsunami mengguncang Crescent City, California. Tidak ada yang meninggal, tetapi di Hawaii, kerusakan properti diperkirakan mencapai US$11,12 juta dolar.
Gelombang melemparkan perahu ke pantai dan menyebabkan rumah-rumah bertabrakan, menghancurkan dermaga, dan memporak-porandakan pantai hingga trotoar jalan hancur.
Tohoku, Jepang, M 9,1
Pada 11 Maret 2011, gempa berkekuatan 9,1 memicu tsunami yang menewaskan lebih dari 15.700 orang, lebih dari 4.600 hilang, lebih dari 5.300 terluka dan lebih dari 130.900 mengungsi.
Lebih dari 332.000 bangunan, 2.100 jalan, 56 jembatan dan 26 rel kereta api rusak akibat gempa tersebut. Gempa juga merusak reaktor nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi yang menjadi bencana nuklir terbesar dalam sejarah.
Gempa ini adalah yang terbesar yang pernah tercatat di Jepang, dan menelan biaya kerusakan sekitar US$309 miliar.
Selama berminggu-minggu sesudahnya, gempa susulan yang kuat di atas 6,0, dan bahkan 7,0, terus mengguncang wilayah tersebut, dan gempa menghasilkan gelombang tsunami hingga Hawaii, California dan kepulauan Galapagos.
Bahkan di Antartika gempa tersebut memecahkan lempengan es besar dari Beting Es Sulzberger. Gempa tersebut disebabkan oleh patahan dorong di dekat Palung Jepang, batas antara lempeng Pasifik dan Amerika Utara.
Gempa ini merupakan gempa terbesar ketiga dalam sejarah dan terbesar sejak gempa tahun 1964 di Prince William Sound, Alaska. Secara total, hampir 300.000 orang tewas dan sekitar 1,2 juta orang mengungsi akibat gempa bumi dan tsunami susulan.
Guncangan yang sangat kuat dirasakan di Banda Aceh pada 2004 tetapi aspek yang paling mematikan dari gempa ini adalah tsunami yang menyebabkan banyak kematian dalam sejarah tsunami.
Prince William Sound, Alaska, M 9,2
Gempa di Prince William Sound terjadi pada 27 Maret 1964 dan mengambil 128 korban jiwa. Kerugian akibat gempa yang juga menimbulkan tsunami ini mencapai US$311 juta.
Gempa ini terjadi di patahan aktif antara Amerika Utara dan lempeng Pasifik. Guncangannya sendiri berlangsung selama tiga menit.
Selain tsunami, gempa ini juga menyebabkan longsor hingga melumpuhkan kehidupan kota. Sistem air, bisnis, gas, telpon dan listrik pun terganggu usai gempa terjadi.
Valdivia, Chile, M 9,5
Sekitar 1.655 orang tewas dan ribuan orang dilaporkan luka-luka dalam gempa bumi terbesar sejarah yang melanda Valdivia, Chili, pada 22 Mei 1960.
Gempa tersebut memicu tsunami yang menewaskan 61 orang di Hawaii, 138 di Jepang, dan 32 di Filipina. Gempa terjadi di tempat Lempeng Nazca menukik di bawah Lempeng Amerika Selatan, di Parit Peru-Cile.
Jakarta, CNN Indonesia --
Kerap memicu banyak korban jiwa, gempatak terpisahkan dari sejarah pembentukan daratan Bumi hingga kini. Simak daftar lindu terbesar yang pernah terjadi sepanjang sejarah berikut.
Sebelumnya, gempa baru saja mengguncang Turki pada Senin (6/2) dengan Magnitudo (M) 7,8 yang mengakibatkan kerusakan parah dan korban jiwa.
Peristiwa gempa sendiri bisa dipicu oleh gerakan lempeng tektonik maupun aktivitas vulkanik. Ketika lempeng tektonik saling bergerak dan bertabrakan, hal itu dapat melepaskan energi yang terpendam hingga menghasilkan gempa besar.
Sejak para ilmuwan menemukan cara mengukur besarnya gempa di awal tahun 1900-an, beberapa gempa yang benar-benar masif telah mengguncang Bumi.
Sebagian besar dari gempa bumi ini terjadi di beberapa zona subduksi di sepanjang "Cincin Api" yang bergejolak secara seismik di Pasifik, tempat lempeng tektonik menukik di bawah satu sama lain.
Berikut daftar 20 gempa bumi dahsyat yang pernah tercatat sepanjang sejarah, dimulai dari yang terlemah, seperti dilansir LiveScience:
Sanriku-Oki, Jepang, M 8.4
Gempa berkekuatan 8,4 melanda dekat wilayah Sanriku Jepang pada 2 Maret 1933. Gempa terjadi sekitar 290 kilometer dari lepas pantai Honshu, Jepang.
Sebagian besar kematian diakibatkan oleh tsunami yang ditimbulkan oleh gempa tersebut, yang menyapu 3.000 rumah dan menghancurkan 2.000 lainnya serta menimbulkan gelombang setinggi hampir 29 meter di Honshu, Jepang.
Beberapa dekade kemudian, gempa berkekuatan 9,0 mengguncang wilayah yang sama, menyebabkan gempa bumi dan tsunami Tōhoku tahun 2011. Daerah ini adalah bagian dari Cincin Api Pasifik, sabuk berbentuk tapal kuda sepanjang hampir 40 ribu kilometer.
Kawasan ini terkenal dengan gempa bumi dan aktivitas gunung berapi. Cincin itu membatasi batas Lempeng Pasifik di mana pun ia menabrak lempeng-lempeng tetangganya; di wilayah sekitar Tōhoku, Lempeng Pasifik bertabrakan dengan Lempeng Amerika Utara.
Arequipa, Peru, 2001, M 8,4
Gempa berkekuatan 8,4 melanda 6 kilometer dari kota pesisir Atico, Peru, pada 23 Juni 2001. Sedikitnya 74 orang tewas lebih dari sepertiganya tersapu oleh tsunami yang diakibatkannya.
Lebih dari 2.600 orang terluka, dan lebih dari 50.000 rumah rusak akibat guncangan tanah yang kuat.
Gempa tersebut terjadi di perbatasan lempeng Nazca dan Amerika Selatan, di mana Lempeng Nazca bergerak ke timur laut sekitar 78 milimeter per tahun, menabrak dan menyelam di bawah Lempeng Amerika Selatan, menurut USGS.
Guncangan tanah akibat aktivitas seismik dirasakan hingga ke La Paz, Bolivia.
Bengkulu, Indonesia, M 8,4
Pada tanggal 12 April 2007, gempa berkekuatan M8,4 melanda sekitar 122 kilometer lepas pantai Bengkulu, Indonesia, di pulau Sumatra. Gempa raksasa tersebut terjadi akibat sesar dorong pada batas antara lempeng Sunda dan Australia.
Sekitar 25 orang tewas, dan lebih dari 161 luka-luka. Sebanyak 20 ribu bangunan rusak di kota Bengkulu dan Sumatera Barat. Gempa tersebut menandai gempa keempat berkekuatan M7,9 atau lebih besar yang melanda wilayah umum dekade itu.
Daerah tersebut masih berpotensi aktif gempa setelah gempa dahsyat yang melanda tepat setelah Hari Natal tahun 2004.
Dekat Semenanjung Kamchatka, M 8,4
Relatif sedikit yang diketahui tentang gempa berkekuatan M 8,4 yang terjadi di lepas pantai timur Kamchatka, Rusia, pada 3 Februari 1923.
Daerah berpenduduk jarang di Timur Rusia terletak di dekat Parit Kuril-Kamchatka, tempat Lempeng Pasifik berada di bawah Lempeng Okhotsk, sebuah lempeng kecil yang pernah dianggap sebagai bagian dari Lempeng Amerika Utara.
Tidak ada laporan kematian maupun cedera pada peristiwa itu, tetapi gempa tersebut memicu tsunami kecil menurut laporan USGS.
Kepulauan Kuril, Rusia, M 8,5
Relatif sedikit yang diketahui tentang gempa yang melanda Kepulauan Kuril pada 13 Oktober 1963. Kepulauan yang membentang antara Semenanjung Kamchatka Rusia dan Hokkaido, Jepang ini merupakan wilayah yang diimpit oleh aktivitas vulkanik.
Tidak ada laporan kerusakan hingga korban jiwa akibat gempa ini. Namun gempa memicu tsunami yang mencapai Samudra Pasifik bagian utara.
Atacama, Chile, M 8,5
Pada 11 November 1922, gempa besar berkekuatan 8,5 melanda Gurun Atacama di perbatasan Argentina dan Chili. Meski pusat gempa berada di bawah tanah, goncangannya begitu kuat hingga memicu tsunami yang menewaskan ratusan orang.
Laut Banda, Indonesia, M 8,5
Pada 1 Februari 1938, gempa berkekuatan 8,5 mengguncang dasar laut sekitar 141 kilometer barat laut Tual, Maluku. Kendati guncangan terbilang besar, namun tidak ada laporan kerusakan akibat gempa ini.
Pulau Unimak, Alaska, M 8,6
Gempa bermagnitudo 8,6 melanda Pulau Unimak pada 1 April 1946. Meski besar, gempa tersebut tidak merusak satu bangunan pun di wilayah tersebut.
Namun, gempa itu memicu gelombang tsunami setinggi 35 meter yang menyapu mercusuar bersama dengan lima penghuninya. Ketika mencapai Hilo, di Big Island of Hawaii, tsunamiitu menyapu 159 orang dan menyebabkan kerugian harta benda senilai US$26 juta.
Pulau Unimak merupakan salah satu Kepulauan Aleutian, yang berada di Cincin Api (Ring of Fire) aktif.
Kepulauan Andreanof, Alaska, M 8,6
Gempa yang melanda Kepulauan Andreanof, bagian dari Kepulauan Aleutian pada 9 Maret 1957. Gempa itu terjadi sekitar 86 kilometer tenggara Adak, Alaska magnitudo 8,6.
Wilayah Adak merupakan sebuah desa kecil berpenduduk beberapa ratus orang dan kota paling selatan di negara bagian itu.
Tidak ada korban jiwa, namun gempa tersebut menghancurkan dua jembatan, membuat retakan sepanjang satu meter di salah satu jalan di Adak dan merusak rumah.
Gempa tersebut juga menghasilkan tsunami setinggi 15 meter yang menghantam mercusuar Scotch Cap di dekatnya, serta tsunami setinggi 8 meter yang menghanyutkan saluran minyak di Sanda Bay.
Tsunami kemudian menjalar ke Hawaii, yang menghancurkan dua desa, dan ke San Diego, yang juga merusak beberapa properti.
Sumatera Utara, M 8,6
Daerah di sekitar Sumatera adalah daerah yang aktif secara seismik, dengan pulau Indonesia berada di atas Cincin Api Pasifik yang aktif secara vulkanik.
Wilayah yang secara seismik tidak stabil itu terdapat pertemuan antara Lempeng Australia dan Lempeng Sunda melepaskan sejumlah besar energi pada tanggal 28 Maret 2005, ketika gempa berkekuatan 8,6 melanda 78 kilometer barat Sangkil pada kedalaman 30 kilometer.
Lebih dari 1.300 orang tewas, 340 lainnya luka-luka dan ratusan bangunan hancur, kebanyakan di Pulau Nias. Gempa itu terasa hingga India dan Sri Lanka.
Gempa tersebut terjadi karena Lempeng Australia bergerak ke timur laut dengan kecepatan 50 milimeter per tahun dan menukik ke dalam mantel di Palung Sunda.
Menurut USGS, gempa besar terjadi setelah gempa besar Samudera Hindia tahun 2004 karena patahan di wilayah tersebut terus menyesuaikan diri dengan pergeseran seismik tersebut.
Sepuluh besar gempa dunia di halaman selanjutnya...
Gempa Sumatera hingga Chile
Museum Tsunami Aceh didirikan untuk mengenang korban tsunami 2004 yang diakibatkan gempa magnitudo 9,1 (Foto: Safir Makki)
Utara Sumatera, M 8,6
Pada tanggal 11 April 2012, gempa berkekuatan 8,6 skala Richter terjadi di lepas pantai Sumatera bagian utara. Karena melanda beberapa ratus mil lepas pantai, getarannya terasa kuat hanya di beberapa pusat populasi, seperti Banda Aceh dan Meulaboh.
Gempa itu hanya menyebabkan kerusakan struktural ringan di wilayah metropolitan tersebut. Guncangan ringan dapat dirasakan hingga Mumbai, India, dan Broome, Australia.
Dua orang tewas langsung akibat gempa, delapan meninggal karena serangan jantung dan 12 luka-luka.
Sedikitnya 1.500 orang tewas di seluruh Tibet timur dan Assam, India, ketika gempa m 8,6 mengguncang wilayah itu pada 15 Agustus 1950. Retakan tanah, tanah longsor besar dan aktifnya gunung berapi terjadi akibat gempa itu.
Gempa dirasakan di provinsi Sichuan dan Yunnan, China dan hingga Kolkata, India.
Gempa tersebut menyebabkan tanah longsor besar yang memblokir sungai. Ketika sungai akhirnya menerobos dinding puing, gelombang menggenangi beberapa desa dan menewaskan ratusan orang.
Rat Island, Alaska, M 8,7
Alaska diguncang gempa M8,7 pada 4 Februari 1965 dan memicu tsunami setinggi 10 meter. Meski cuma memicu sedikit kerusakan karena lokasinya yang terpencil di ujung Kepulauan Aleut, tsunami-nya mencapai Hawaii hingga Jepang.
Gempa tersebut merupakan hasil dari Lempeng Pasifik yang berada di bawah Lempeng Amerika Utara di megathrust Alaska-Aleutian, yang merupakan lokasi banyak gempa megathrust.
Gempa itu meretakkan bangunan kayu dan membelah landasan pacu aspal. Retakan lempeng tersebut juga membuat landasan pacu di Stasiun Loran US Coast Guard retak.
Lepas pantai Ekuador, M 8,8
Pada 31 Januari 1906, gempa dahsyat berkekuatan 8,8 skala Richter melanda lepas pantai Ekuador dan Kolombia dan menimbulkan tsunami kuat yang menewaskan 500 hingga 1.500 orang.
Tsunami kemudian menyebar di sepanjang pantai Amerika Tengah, dan bahkan tersusun di garis pantai di San Francisco dan Jepang.
Gempa terjadi di sepanjang perbatasan antara Lempeng Nazca dan Lempeng Amerika Selatan. Karena terjadi lebih dari 100 tahun yang lalu, laporannya tidak jelas. Namun menurut USGS, para saksi melaporkan adanya aliran air yang sangat deras di Teluk Honolulu.
Semua uap dan perahu layar di teluk diputarbalikkan, dan tiba-tiba gelombang pasang menyebar hingga ke daratan wilayah pantai Ekuador dan Kolombia.
Lepas Pantai Maule, Chile, M 8,8
Pada 27 Februari 2010, gempa bumi dan tsunami melanda Chile tengah. Sedikitnya 500 orang tewas dan 800.000 orang mengungsi akibat bencana alam tersebut. Lebih dari 1,8 juta orang terkena dampaknya, dan total kerugian ekonomi diperkirakan mencapai US$30 miliar.
Gempa ini terjadi di sepanjang garis seismik antara lempeng tektonik Nazca dan Amerika Selatan, yang dapat melepaskan getaran kuat.
Gempa tersebut terjadi lebih dari sebulan setelah bencana gempa berkekuatan M7,0 di Port-Au-Prince, Haiti, yang menewaskan lebih dari 200 ribu orang.
Gempa berkekuatan 9,0 pertama yang tercatat di dunia terjadi di lepas pantai timur Kamchatka pada 4 November 1952. Gempa tersebut menghasilkan tsunami setinggi 13 kilometer.
Tsunami mengguncang Crescent City, California. Tidak ada yang meninggal, tetapi di Hawaii, kerusakan properti diperkirakan mencapai US$11,12 juta dolar.
Gelombang melemparkan perahu ke pantai dan menyebabkan rumah-rumah bertabrakan, menghancurkan dermaga, dan memporak-porandakan pantai hingga trotoar jalan hancur.
Tohoku, Jepang, M 9,1
Pada 11 Maret 2011, gempa berkekuatan 9,1 memicu tsunami yang menewaskan lebih dari 15.700 orang, lebih dari 4.600 hilang, lebih dari 5.300 terluka dan lebih dari 130.900 mengungsi.
Lebih dari 332.000 bangunan, 2.100 jalan, 56 jembatan dan 26 rel kereta api rusak akibat gempa tersebut. Gempa juga merusak reaktor nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi yang menjadi bencana nuklir terbesar dalam sejarah.
Gempa ini adalah yang terbesar yang pernah tercatat di Jepang, dan menelan biaya kerusakan sekitar US$309 miliar.
Selama berminggu-minggu sesudahnya, gempa susulan yang kuat di atas 6,0, dan bahkan 7,0, terus mengguncang wilayah tersebut, dan gempa menghasilkan gelombang tsunami hingga Hawaii, California dan kepulauan Galapagos.
Bahkan di Antartika gempa tersebut memecahkan lempengan es besar dari Beting Es Sulzberger. Gempa tersebut disebabkan oleh patahan dorong di dekat Palung Jepang, batas antara lempeng Pasifik dan Amerika Utara.
Gempa ini merupakan gempa terbesar ketiga dalam sejarah dan terbesar sejak gempa tahun 1964 di Prince William Sound, Alaska. Secara total, hampir 300.000 orang tewas dan sekitar 1,2 juta orang mengungsi akibat gempa bumi dan tsunami susulan.
Guncangan yang sangat kuat dirasakan di Banda Aceh pada 2004 tetapi aspek yang paling mematikan dari gempa ini adalah tsunami yang menyebabkan banyak kematian dalam sejarah tsunami.
Prince William Sound, Alaska, M 9,2
Gempa di Prince William Sound terjadi pada 27 Maret 1964 dan mengambil 128 korban jiwa. Kerugian akibat gempa yang juga menimbulkan tsunami ini mencapai US$311 juta.
Gempa ini terjadi di patahan aktif antara Amerika Utara dan lempeng Pasifik. Guncangannya sendiri berlangsung selama tiga menit.
Selain tsunami, gempa ini juga menyebabkan longsor hingga melumpuhkan kehidupan kota. Sistem air, bisnis, gas, telpon dan listrik pun terganggu usai gempa terjadi.
Valdivia, Chile, M 9,5
Sekitar 1.655 orang tewas dan ribuan orang dilaporkan luka-luka dalam gempa bumi terbesar sejarah yang melanda Valdivia, Chili, pada 22 Mei 1960.
Gempa tersebut memicu tsunami yang menewaskan 61 orang di Hawaii, 138 di Jepang, dan 32 di Filipina. Gempa terjadi di tempat Lempeng Nazca menukik di bawah Lempeng Amerika Selatan, di Parit Peru-Cile.