Gerhana Matahari terjadi saat Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam posisi segaris, membuat Matahari tertutup Bulan jatuh dan bayangannya jatuh di permukaan Bumi.
Sementara, menurut akun Instagram Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), "gerhana matahari hibrida adalah gerhana Matahari yang memiliki dua macam gerhana berbeda yang terjadi dalam satu waktu secara berurutan dalam satu fenomena."
"Dimulai dengan gerhana matahari cincin berubah menjadi gerhana matahari total, kemudian kembali menjadi gerhana matahari cincin dalam waktu singkat," lanjut keterangan itu.
Gerhana Matahari Hibrida bisa disaksikan di beberapa wilayah Indonesia timur, seperti Pulau Kisar, Pulau Maopora, Pulau Damar, Pulau Watubela, Kampung Antalisa (Fakfak), Randepandai, Roswar, Pulau Num, Wooi, Serui, dan Biak Kota.
Sementara, beberapa kota di bagian barat Indonesia hanya dapat menyaksikan gerhana matahari sebagian. Gerhana inilah yang bisa disaksikan hampir di seluruh kota besar di Indonesia kecuali Banda Aceh.
Di Jakarta, gerhana ini akan dimulai pukul 09.29.33 WIB dan berakhir pada 12.06.39 WIB alias berlangsung selama 2 jam 37 menit.
"Yogyakarta akan menjadi ibukota provinsi yang paling awal memulai Gerhana Matahari Sebagian. Sedangkan, Medan akan menjadi ibukota Provinsi yang paling awal mengakhiri Gerhana Matahari Sebagian," demikian pernyataan Pusat Riset Astronomi BRIN.
"Sementara itu, Jayapura akan menjadi ibukota provinsi yang paling akhir memulai sekaligus mengakhiri gerhana matahari sebagian," lanjut keterangan itu.
Melansir situs resmi BRIN, gerhana matahari sebagian tergolong "spesial" karena "jarang terjadi".
"Di wilayah Indonesia, gerhana matahari ini akan teramati sebagai gerhana matahari total (GMT). GMT akan teramati khususnya di wilayah Indonesia bagian timur, sementara di daerah Indonesia lainnya akan teramati sebagai gerhana Matahari parsial," tulis BRIN.
"Gerhana Matahari ini akan teramati sebagai gerhana matahari cincin di wilayah selatan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik," tulisnya lagi.
"Sedangkan untuk zona WITA, gerhana dapat diamati dari arah selatan ke barat daya. Sementara itu, untuk Zona WIT, gerhana dapat diamati dari arah barat daya ke barat," tulisnya.
Jadwal lengkap gerhana di halaman berikutnya...
Peneliti Ahli Madya di Pusat Riset Antariksa BRIN Johan Muhammad mengatakan sebagian lintasan Gerhana Matahari Total 2023 akan melewati wilayah lautan seperti Laut Timor dan Laut Banda.
Menurutnya, daratan yang dilalui jalur Gerhana Matahari Total adalah sebagian Timor Leste dan beberapa daerah di Papua Barat. Pihaknya pun melakukan pemantauan puncak gerhana di Biak.
Untuk menyaksikan fenomena ini, Johan menyarankan warga tidak melihat Matahari secara langsung tanpa menggunakan filter khusus Matahari.
"Alat yang dapat digunakan untuk mengamati gerhana Matahari adalah teleskop yang dilengkapi filter Matahari, kacamata khusus gerhana Matahari, kamera DSLR lensa telephoto yang dilengkapi filter Matahari dan kamera pinhole (lubang jarum)," ujar dia.
Jadwal lengkap gerhana matahari total:
Lokasi
Awal Sebagian
Awal Total
Puncak Gerhana
Akhir Total
Akhir Sebagian
Pulau Kisar (1 mnt 10 dtk)
11.47.28 Arah 28° (TL) Tinggi 67,8°
13.22.34 Arah 326° (BL) Tinggi 66,6°
13.23.09 Arah 325° (BL) Tinggi 66,5°
13.23.44 Arah 325° (BL) Tinggi 66,4°
14.58.02 Arah 297° (BL) Tinggi 48,4°
P. Maopora (0 mnt 59 dtk)
11.49.14 Arah 27° (TL) Tinggi 68,6°
13.24.36 Arah 323° (BL) Tinggi 66,4°
13.25.05 Arah 323° (BL) Tinggi 66,4°
13.25.35 Arah 323° (BL) Tinggi 66,3°
14.59.48 Arah 296° (BL) Tinggi 47,9°
Pulau Damar (1 mnt 24 dtk)
11.52.14 Arah 23° (TL) Tinggi 69,9°
13.27.28 Arah 319° (BL) Tinggi 65,7°
13.28.25 Arah 319° (BL) Tinggi 65,6°
13.28.52 Arah 323° (BL) Tinggi 65,6°
15.02.45 Arah 294° (BL) Tinggi 46,6°
P. Watubela (1 mnt 05 dtk)
12.04.00 Arah 8° (U) Tinggi 74,1°
13.40.16 Arah 306° (BL) Tinggi 63,1°
13.40.49 Arah 305° (BL) Tinggi 63,0°
13.41.21 Arah 305° (BL) Tinggi 62,9°
15.13.22 Arah 289° (B) Tinggi 42,4°
Kp. Antalisa (1 mnt 11 dtk)
12.08.22 Arah 0° (U) Tinggi 75,2°
13.44.38 Arah 302° (BL) Tinggi 61,8°
13.45.14 Arah 301° (BL) Tinggi 61,7°
13.45.49 Arah 305° (BL) Tinggi 61,6°
15.16.59 Arah 288° (B) Tinggi 40,8°
Randepandai (1 mnt 01 dtk)
12.13.45 Arah 348° (U) Tinggi 76,0°
13.50.01 Arah 297° (BL) Tinggi 60,0°
13.50.32 Arah 297° (BL) Tinggi 59,9°
13.51.02 Arah 297° (BL) Tinggi 59,8°
15.21.11 Arah 286° (B) Tinggi 38,8°
Roswar (0 mnt 57 dtk)
12.15.01 Arah 346° (BL) Tinggi 76,1°
13.51.17 Arah 296° (BL) Tinggi 59,6°
13.51.45 Arah 296° (BL) Tinggi 59,5°
13.52.14 Arah 296° (BL) Tinggi 59,4°
15.22.09 Arah 286° (B) Tinggi 38,4°
Pulau Num (1 mnt 05 dtk)
12.18.09 Arah 339° (BL) Tinggi 76,2°
13.54.17 Arah 294° (BL) Tinggi 58,4°
13.54.45 Arah 294° (BL) Tinggi 58,3°
13.55.14 Arah 294° (BL) Tinggi 58,2°
15.24.27 Arah 285° (B) Tinggi 37,1°
Wooi, Serui (1 mnt 11 dtk)
12.18.32 Arah 337° (BL) Tinggi 75,9°
13.54.49 Arah 294° (BL) Tinggi 57,9°
13.55.08 Arah 294° (BL) Tinggi 57,9°
13.55.28 Arah 294° (BL) Tinggi 57,8°
15.24.42 Arah 285° (B) Tinggi 36,8°
Biak Kota (1 mnt 05 dtk)
12.20.51 Arah 332° (BL) Tinggi 75,8°
13.56.49 Arah 293° (BL) Tinggi 57,1°
13.57.18 Arah 293° (BL) Tinggi 57,0°
13.57.48 Arah 305° (BL) Tinggi 56,9°
15.26.20 Arah 289° (BL) Tinggi 42,4°
Keterangan:
Waktu di atas adalah dalam WIT (Waktu Indonesia Timur)