Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang staf di kantor Jaime Maussan, penggila UFO, di kawasan bisnis Santa Fe, Mexico City, Meksiko, hati-hati mengangkat dua kotak berpenutup kaca masing-masing berisi jasad 'alien' ke dalam studio berlayar hijau.
Orang-orang pun berkerumun untuk melihatnya dari dekat, Jumat (15/9).
Melansir Reuters, jasad-jasad 'alien' tersebut tampak kuno dan memiliki ciri-ciri yang sama dengan manusia: dua mata, satu mulut, dua lengan, dan dua kaki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maussan (70) mengklaim keduanya ditemukan sekitar 2017 di Peru, dekat Garis Nazca masa pra-Columbus. Menurutnya, mereka tidak seperti apa pun yang dikenal di Bumi.
Di media sosial maupun di sidang Kongres, dia membagikan analisis ilmiah dan hasil penelitian yang diklaim membuktikan bahwa jenazah tersebut berusia sekitar 1.000 tahun dan tidak terkait dengan spesies apa pun di Bumi.
Salah satunya, sosok yang digambarkan oleh Maussan sebagai betina lantaran ditemukan memiliki telur di dalamnya.
"Ini hal terpenting yang pernah terjadi pada umat manusia," kata dia sambil duduk di kantornya yang penuh dengan karya seni dan perlengkapan berwarna-warni bertema alien.
"Saya yakin fenomena ini adalah satu-satunya yang memberi kita kesempatan untuk bersatu," tambahnya.
Elsa Tomasto-Cagigao, bio-antropolog Peru terkemuka, mengaku frustrasi karena klaim tersebut masih dipublikasikan sambil menyindir temuan serupa di masa lalu yang ternyata adalah penipuan.
"Apa yang kami katakan sebelumnya masih berlaku, mereka mengulangi hal yang sama seperti biasanya dan jika masih ada orang yang tetap mempercayainya, apa yang bisa kami lakukan?" ujarnya melalui sambungan telepon.
"[Klaim] ini sangat kasar dan sederhana sehingga tidak ada lagi yang perlu ditambahkan."
Temuan-temuan seperti itu sebelumnya diabaikan oleh komunitas ilmiah karena dianggap sebagai mumi anak-anak pra-Hispanik yang dimutilasi, kadang-kadang dikombinasikan dengan potongan-potongan bagian tubuh binatang.
David Spergel, mantan kepala departemen astrofisika Universitas Princeton dan ketua pelaporan NASA mengenai fenomena anomali yang tidak teridentifikasi (UAP), mengatakan sampel tersebut harus tersedia untuk pengujian oleh komunitas ilmiah dunia.
Julieta Fierro, ilmuwan di Institut Astronomi Universitas Otonomi Nasional Meksiko (UNAM) yang meninjau hasil tes Maussan, mengungkap uji isotop karbon-14 yang dilakukan UNAM membuktikan bahwa sampel tersebut berkaitan dengan jaringan otak dan kulit dari berbagai tempat.
Namun, kata dia, jasad-jasad itu bukan mumi yang meninggal pada waktu yang berbeda.
Secara keseluruhan, Fierro menyebut hasil penelitian UNAM ini "tidak menunjukkan sesuatu yang misterius yang dapat mengindikasikan adanya senyawa kehidupan yang tidak ada di Bumi."
Hasil tes bukan pada dua jasad 'alien' di Meksiko di halaman selanjutnya...
Tes UNAM Bukan pada 2 Jasad Alien Meksiko
Penggalian terkait mumi berusia 1.500 hingga 1.000 tahun SM di Peru. Negara ini kaya dengan mumi sebagai hasil peradaban kunonya. (REUTERS/Anthony Marina)
Maussan sempat membagikan di media sosial dan dalam presentasinya hasil tes penanggalan DNA dan karbon yang menurutnya diterapkan pada "makhluk-makhluk" itu.
Jose de Jesus Zalce Benitez, Direktur Institut Penelitian Ilmu Kesehatan Sekretaris Angkatan Laut, yang berpartisipasi dalam sidang kongres, memperkuat klaim Maussan.
"Berdasarkan tes DNA, yang dibandingkan dengan lebih dari satu juta spesies, mereka (jasad terduga alien) tidak ada hubungannya dengan apa yang diketahui atau dijelaskan hingga saat ini oleh sains atau pengetahuan manusia," klaim dia.
Seorang ilmuwan Meksiko, atas permintaan Reuters, kemudian meninjau hasil penelitian itu. Ia pun menyimpulkan bahwa analisisnya mengindikasikan kehidupan normal yang ada di Bumi.
Merespons hal ini, Maussan mengatakan hasil tes tersebut tidak berhubungan langsung dengan dua jasad yang ditunjukkannnya kepada Kongres.
Faktanya, dalih Maussan, pemeriksaan tersebut dilakukan pada sosok yang sama sekali berbeda, yang dikenal sebagai Victoria, yang masih berada di Peru.
"Mereka ditemukan di tempat yang sama. Penampilan fisik mereka sama," kata Maussan tentang Victoria dan dua sosok yang dihadirkannya di Meksiko.
[Gambas:Infografis CNN]
Pengujian, katanya, tidak dilakukan pada kedua jasad tersebut untuk menghindari kerusakan.
Maussan sendiri tidak asing dengan kontroversi. Dia pernah membuat klaim tentang sisa-sisa peninggalan masa lalu yang banyak dikritik.
Dia pernah berpartisipasi dalam film dokumenter TV 2017 tentang sisa-sisa yang ditemukan di dekat Garis Nazca, yang menurut para ahli seperti Tomasto-Cagigao dan ahli paleontologi Rodolfo Salas-Gismondi tampaknya merupakan mumi yang direkayasa.
Ancaman pidana
Maussan juga membuat marah para pejabat Peru.
Menteri Kebudayaan Peru Leslie Urteaga mempertanyakan bagaimana dua spesimen tersebut, yang katanya merupakan benda pra-Hispanik, meninggalkan Peru. Ia mengatakan tuntutan pidana sudah diajukan.
"Saya tidak khawatir. Saya sama sekali tidak melakukan tindakan ilegal," kata Maussan.
Soal bagaimana dua 'alien' itu tiba di Meksiko, dia enggan menjawabnya. Dipinjam oleh Maussan untuk sidang, barang-barang itu disebut milik seorang pria Meksiko yang berada di kantor Maussan pada Jumat (15/9) namun menolak diungkap namanya.
Ketika ditanya bagaimana jasad yang dia sebut sebagai Clara dan Mauricio itu bisa menjadi miliknya, pria anonim itu hanya menjawab akan mengungkapkan semuanya "pada waktu yang tepat".