Apa itu Bom Fosfor yang Diduga Dipakai Israel buat Serang Gaza?
CNN Indonesia
Rabu, 11 Okt 2023 17:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Bom fosfor yang dijatuhkan di Doume, Suriah, 2018. Bom terlarang sejenis diduga dipakai Israel di Gaza. (AFP PHOTO / HAMZA AL-AJWEH)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bom fosfor diduga digunakan Israel dalam serangan udara terhadap basis-basis Hamas maupun permukiman penduduk di Gaza. Apa bahayanya senjata ini?
Tudingan itu muncul secara resmi dari Kementerian Luar Negeri Palestina dan pendiri Observatorium Eropa untuk Hak Asasi Manusia Rami Abdo.
"Israel memakai bom fosfor putih yang dilarang secara internasional terhadap warga Palestina di Karama, utara Gaza," kicau akun resmi Kemenlu Palestina di Twitter alias X, Selasa (10/10).
"Pasukan militer Israel menggunakan bom fosfor putih beracun di daerah padat penduduk di barat laut Kota Gaza," imbuh Abdo, dikutip dari Anadolu.
Salah satu warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di Gaza, Onim, juga memberikan kesaksian bahwa pasukan Israel menghujani langit Gaza dengan rudal, roket, serta bom fosfor hingga menutupi pandangan, Senin (9/10).
"Awan itu yang tadinya putih jadi kaya api. Kuning kaya api karena saking banyaknya rudal, roket, bom, terus bom fosfor, udara jadi berubah. Tidak kelihatan sama sekali, bahkan Jet F-16 pun tidak terlihat," kisahnya, yang merupakan aktivis kemanusiaan dari Nusantara Palestina Center, Selasa (10/10).
Fosfor putih adalah padatan kristal lilin yang berubah menjadi gelap saat terkena cahaya. Dikutip dari WION, zat beracun ini berwarna putih hingga kuning transparan dengan bau yang tajam seperti korek api atau bawang putih.
Tak terbentuk secara alami karena dibuat menggunakan batuan fosfat, zat ini sebenarnya bisa digunakan sebagai komponen pupuk, bahan tambahan makanan, dan senyawa pembersih.
Awalnya, fosfor putih ini digunakan dalam pestisida dan kembang api. Namun, banyak negara melarang penggunaannya di beberapa sektor.
Bahan ini kemudian digunakan oleh militer dalam berbagai jenis amunisi sebagai bahan pembakar karena secara spontan terbakar di udara saat bersentuhan dengan oksigen.
Zat ini menghasilkan awan asap putih yang mengganggu. Fosfor putih juga dapat menyulut api dan menyebar dengan cepat di permukaan tanah. Beberapa laporan menyatakan bahwa sangat sulit untuk memadamkan apinya.
David Johnson, peneliti utama di RAND Corporation dan veteran Angkatan Darat AS selama 24 tahun, saat bicara soal bom fosfor Rusia di Ukraina, dikutip dari Insider, mengungkap AS dan hampir semua negara di dunia punya proyektil fosfor putih di gudang senjata mereka.
"Pada dasarnya [fosfor putih] digunakan untuk menciptakan awan asap karena sangat efektif dalam menciptakan asap dengan cepat," kata dia.
Efek pada manusia
Amunisi fosfor putih dapat menyebabkan kerusakan parah, terutama luka bakar saat kontak dengan kulit, atau bahkan saat uapnya terhirup.
Laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyebutkan bahwa fosfor putih dalam bentuk asap tidak mengontaminasi makanan maupun mencemari produk pertanian.
Namun, partikel fosfor putih sisa yang tidak bereaksi dengan udara dapat mencemari produk ini.
Ketika dilepaskan ke udara dalam bentuk asap, zat ini akan berdampak pada jutaan orang dan hewan.
Cek apakah senjata ini legal atau ilegal di halaman berikutnya..
Apakah senjata ini terlarang?
Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons/OPCW), sebuah badan pelaksana Konvensi Senjata Kimia antar-pemerintah, belum mencantumkan fosfor putih dalam salah satu dari tiga Daftar Senjata Kimia.
Sesuai hukum internasional, penggunaan cangkang fosfor putih dilarang di wilayah sipil yang padat penduduknya. Namun, undang-undang mengizinkan penggunaannya di ruang terbuka untuk digunakan sebagai pelindung pasukan.
Senjata fosfor putih juga tidak dilarang, namun penggunaannya di wilayah sipil dianggap sebagai kejahatan perang.
"Ilegal, seperti halnya sistem senjata apa pun, untuk digunakan terhadap warga sipil, atau menggunakannya tanpa pandang bulu di wilayah yang menurut Anda padat penduduknya," cetus Johnson.
Riwayat penggunaan
Human Rights Watch mengatakan terdapat dokumentasi kematian warga sipil akibat penggunaan fosfor putih di zona perang di sejumlah wilayah seperti Suriah, Afghanistan, dan Gaza.
Johnson pun mengungkap senjata berbahan fosfor ini pernah digunakan pasukan AS di Irak, Afghanistan, dan Suriah, dan secara rutin digunakan dalam operasi militer.
Laporan Human Rights Watch menyatakan Israel secara ekstensif menggunakan amunisi fosfor putih dalam operasi militer 22 hari di Gaza yang disebut 'Operasi Cast Lead' pada 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009.
Laporan tersebut mengklarifikasi bahwa amunisi fosfor putih tidak membunuh sebagian besar warga sipil di Gaza, karena banyak orang yang meninggal akibat rudal, bom, artileri berat, peluru tank, dan tembakan senjata ringan.
Namun, mereka berpendapat penggunaannya di lingkungan padat penduduk melanggar hukum kemanusiaan internasional, yang mengharuskan adanya tindakan pencegahan untuk menghindari kerugian bagi warga sipil.
Investigasi PBB yang sedang berlangsung terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia dalam konflik Israel-Hamas mengatakan "sudah ada bukti jelas bahwa kejahatan perang mungkin sudah dilakukan".
"Semua yang melanggar hukum internasional dan menargetkan warga sipil harus bertanggung jawab atas kejahatan mereka," kata Komisi Penyelidikan (Commission of Inquiry) PBB, dikutip dari AFP.
COI, investigasi tingkat tertinggi yang dapat diperintahkan oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB, dibentuk pada Mei 2021 untuk menyelidiki semua dugaan pelanggaran hukum kemanusiaan dan HAM internasional.
Jakarta, CNN Indonesia --
Bom fosfor diduga digunakan Israel dalam serangan udara terhadap basis-basis Hamas maupun permukiman penduduk di Gaza. Apa bahayanya senjata ini?
Tudingan itu muncul secara resmi dari Kementerian Luar Negeri Palestina dan pendiri Observatorium Eropa untuk Hak Asasi Manusia Rami Abdo.
"Israel memakai bom fosfor putih yang dilarang secara internasional terhadap warga Palestina di Karama, utara Gaza," kicau akun resmi Kemenlu Palestina di Twitter alias X, Selasa (10/10).
"Pasukan militer Israel menggunakan bom fosfor putih beracun di daerah padat penduduk di barat laut Kota Gaza," imbuh Abdo, dikutip dari Anadolu.
Salah satu warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di Gaza, Onim, juga memberikan kesaksian bahwa pasukan Israel menghujani langit Gaza dengan rudal, roket, serta bom fosfor hingga menutupi pandangan, Senin (9/10).
"Awan itu yang tadinya putih jadi kaya api. Kuning kaya api karena saking banyaknya rudal, roket, bom, terus bom fosfor, udara jadi berubah. Tidak kelihatan sama sekali, bahkan Jet F-16 pun tidak terlihat," kisahnya, yang merupakan aktivis kemanusiaan dari Nusantara Palestina Center, Selasa (10/10).
Fosfor putih adalah padatan kristal lilin yang berubah menjadi gelap saat terkena cahaya. Dikutip dari WION, zat beracun ini berwarna putih hingga kuning transparan dengan bau yang tajam seperti korek api atau bawang putih.
Tak terbentuk secara alami karena dibuat menggunakan batuan fosfat, zat ini sebenarnya bisa digunakan sebagai komponen pupuk, bahan tambahan makanan, dan senyawa pembersih.
Awalnya, fosfor putih ini digunakan dalam pestisida dan kembang api. Namun, banyak negara melarang penggunaannya di beberapa sektor.
Bahan ini kemudian digunakan oleh militer dalam berbagai jenis amunisi sebagai bahan pembakar karena secara spontan terbakar di udara saat bersentuhan dengan oksigen.
Zat ini menghasilkan awan asap putih yang mengganggu. Fosfor putih juga dapat menyulut api dan menyebar dengan cepat di permukaan tanah. Beberapa laporan menyatakan bahwa sangat sulit untuk memadamkan apinya.
David Johnson, peneliti utama di RAND Corporation dan veteran Angkatan Darat AS selama 24 tahun, saat bicara soal bom fosfor Rusia di Ukraina, dikutip dari Insider, mengungkap AS dan hampir semua negara di dunia punya proyektil fosfor putih di gudang senjata mereka.
"Pada dasarnya [fosfor putih] digunakan untuk menciptakan awan asap karena sangat efektif dalam menciptakan asap dengan cepat," kata dia.
Efek pada manusia
Amunisi fosfor putih dapat menyebabkan kerusakan parah, terutama luka bakar saat kontak dengan kulit, atau bahkan saat uapnya terhirup.
Laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyebutkan bahwa fosfor putih dalam bentuk asap tidak mengontaminasi makanan maupun mencemari produk pertanian.
Namun, partikel fosfor putih sisa yang tidak bereaksi dengan udara dapat mencemari produk ini.
Ketika dilepaskan ke udara dalam bentuk asap, zat ini akan berdampak pada jutaan orang dan hewan.
Cek apakah senjata ini legal atau ilegal di halaman berikutnya..
Status Legalitas Senjata Fosfor Putih
Kondisi Gaza usai diserang habis angkatan udara Israel, Selasa (10/10). (REUTERS/STRINGER)
Apakah senjata ini terlarang?
Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons/OPCW), sebuah badan pelaksana Konvensi Senjata Kimia antar-pemerintah, belum mencantumkan fosfor putih dalam salah satu dari tiga Daftar Senjata Kimia.
Sesuai hukum internasional, penggunaan cangkang fosfor putih dilarang di wilayah sipil yang padat penduduknya. Namun, undang-undang mengizinkan penggunaannya di ruang terbuka untuk digunakan sebagai pelindung pasukan.
Senjata fosfor putih juga tidak dilarang, namun penggunaannya di wilayah sipil dianggap sebagai kejahatan perang.
"Ilegal, seperti halnya sistem senjata apa pun, untuk digunakan terhadap warga sipil, atau menggunakannya tanpa pandang bulu di wilayah yang menurut Anda padat penduduknya," cetus Johnson.
Riwayat penggunaan
Human Rights Watch mengatakan terdapat dokumentasi kematian warga sipil akibat penggunaan fosfor putih di zona perang di sejumlah wilayah seperti Suriah, Afghanistan, dan Gaza.
Johnson pun mengungkap senjata berbahan fosfor ini pernah digunakan pasukan AS di Irak, Afghanistan, dan Suriah, dan secara rutin digunakan dalam operasi militer.
Laporan Human Rights Watch menyatakan Israel secara ekstensif menggunakan amunisi fosfor putih dalam operasi militer 22 hari di Gaza yang disebut 'Operasi Cast Lead' pada 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009.
Laporan tersebut mengklarifikasi bahwa amunisi fosfor putih tidak membunuh sebagian besar warga sipil di Gaza, karena banyak orang yang meninggal akibat rudal, bom, artileri berat, peluru tank, dan tembakan senjata ringan.
Namun, mereka berpendapat penggunaannya di lingkungan padat penduduk melanggar hukum kemanusiaan internasional, yang mengharuskan adanya tindakan pencegahan untuk menghindari kerugian bagi warga sipil.
Investigasi PBB yang sedang berlangsung terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia dalam konflik Israel-Hamas mengatakan "sudah ada bukti jelas bahwa kejahatan perang mungkin sudah dilakukan".
"Semua yang melanggar hukum internasional dan menargetkan warga sipil harus bertanggung jawab atas kejahatan mereka," kata Komisi Penyelidikan (Commission of Inquiry) PBB, dikutip dari AFP.
COI, investigasi tingkat tertinggi yang dapat diperintahkan oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB, dibentuk pada Mei 2021 untuk menyelidiki semua dugaan pelanggaran hukum kemanusiaan dan HAM internasional.