Viral Laba-laba 'Terpikat' Pemakai Skincare, Ahli Beberkan Fakta
CNN Indonesia
Rabu, 03 Jan 2024 09:51 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Body butter yang dirilis di toko Sephora disebut memicu gigitan laba-laba. (ivabalk/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --
Delícia Drench Body Butter dari Sol de Janeiro, salah satu produk kecantikan yang diluncurkan di situs Sephora.com, menjadi buah bibir netizen imbas dugaan bisa 'menarik' laba-laba.
Merek Sol de Janeiro menjadi viral di X dan Reddit, pekan ini, setelah pengguna mengunggah pengakuan bahwa mereka dikejar, digigit, dan 'dirayu' oleh laba-laba serigala (wolf spiders) setelah menggunakan pelembap baru merek tersebut.
Mulanya, kreator konten pengulas Sephora, chemkats, mengaku aroma body butter ini menyenangkan sebelum kemudian mendapatkan fakta bahwa dirinya "menarik laba-laba serigala."
"Aku sangat berharap menyukainya, tapi salah satu bahannya seperti kryptonite buat laba-laba serigala! Kalau saya pakai langsung ada [laba-laba] yang keluar," tulis reviewer tersebut.
Pengulas lainnya mengaku biasanya melihat laba-laba tersebut "setiap 3 tahun," tetapi sejak menggunakan lotion tersebut laba-laba serigala itu terlihat "setiap hari."
"Oh dan suatu saat, laba-laba itu sangat ingin memakan bahan apa pun sehingga ia mengejar saya," lanjut chemkats. "Bak sah saja buat mengikuti baunya."
Beberapa pengguna Reddit memberikan komentar untuk tetap berhati-hati karena bisa saja pengakuan semacam ini adalah strategu buat menebar kebencian terhadap produk tersebut.
"Apakah mereka hanya mencoba bermain-main, atau apakah mereka benar-benar memiliki keluhan terhadap Sol de Janeiro masih belum pasti," tulis seorang pengguna Reddit di thread yang memperingatkan orang lain tentang chemkats.
Tak andalkan aroma
Pakar menyebut laba-laba serigala adalah "pemburu visual," dan hanya akan mencoba memangsa target yang lebih kecil. Mereka juga tidak memakan darah manusia, sehingga umumnya tidak punya alasan untuk mendekati manusia.
Penelitian mengenai senyawa spesifik yang membentuk feromon laba-laba serigala masih terbatas. Namun, sangat kecil kemungkinannya bahwa produk kecantikan umum akan membuat mereka menjadi gila berburu (atau kawin).
"Saya percaya pestisida bisa berbahaya, meskipun diperlukan, dan laba-laba adalah cara alami untuk mencegah populasi serangga berbahaya!" kata pengguna Reddit itu.
Catherine Scott, ahli ekologi perilaku laba-laba dan peneliti pascadoktoral di Lyman Lab di McGill University, mengatakan perkawinan laba-laba serigala melibatkan sinyal visual dan getaran, bukan hanya aroma.
"Mereka memiliki penglihatan yang sangat baik dan mereka tidak akan berlari begitu saja ke arah sumber bau, meskipun baunya seperti calon pasangannya, kecuali jika ia juga terlihat seperti laba-laba," kata dia.
Meski demikian, katanya, "secara teknis mungkin" lotion tersebut mengandung senyawa yang membuat penasaran laba-laba, jika pengguna memang benar mengidentifikasinya sebagai laba-laba serigala.
Satwa tersebut bisa saja mengira mereka mengikuti isyarat kimia yang terkait dengan mangsanya.
"Tetapi cerita tentang laba-laba yang mengejar orang yang memakainya tidak benar," lanjut Scott.
"Suara ini khas ketika orang banyak bergerak di dekat laba-laba dan ia ketakutan, sehingga ia mencoba lari mencari perlindungan, sering kali ke lokasi bayangan orang tersebut."
"Hal itu membuat orang tersebut berpikir bahwa laba-laba sedang 'menyerang', padahal sebenarnya ia (laba-laba) mencoba untuk bersembunyi," jelas dia.
Antara feromon atau kairomon di halaman berikutnya...
Bahkan, kata Scott, jika produk tersebut memang mengandung senyawa tersebut, seperti halnya banyak produk kosmetik, studi hanya mengidentifikasi komponen feromon seks pada produk wanita dari spesies laba-laba tertentu.
Feromon digunakan oleh anggota spesies yang sama untuk berkomunikasi satu sama lain dan memberikan informasi spesifik spesies seperti usia, jenis kelamin, dan pengalaman kawin sebelumnya.
"Banyak feromon laba-laba yang digunakan untuk komunikasi seksual bersifat jangka pendek dan memerlukan kontak langsung," jelasnya.
"Dengan laba-laba pada dasarnya 'mencicipi' sutra atau tubuh individu lain untuk menentukan apakah spesies dan jenis kelaminnya benar sebelum mendekati dan mencoba merayu dan kawin," Scott menambahkan.
Dengan kata lain, senyawa yang dapat menarik satu spesies laba-laba tidak akan menarik spesies laba-laba lainnya.
"Apa yang lebih mungkin kita bicarakan di sini adalah kairomon, yaitu zat kimia yang diproduksi oleh satu spesies (seperti feromon serangga, yang dimaksudkan untuk komunikasi antara jantan dan betina dari spesies tersebut) yang digunakan oleh spesies lain (laba-laba) yang bukan merupakan spesies tersebut. penerima pesan kimia tersebut," kata Scott.
Beberapa laba-laba serigala, misalnya, menggunakan kairomon untuk menghindari laba-laba lebih besar yang mungkin memburu mereka, atau berburu di area yang lebih banyak mangsanya.
Perwakilan Sol de Janeiromembantah klaim bahwa produknya menarik laba-laba.
"Kami telah melihat rumor baru-baru ini di media sosial yang menyatakan bahwa produk kami menarik laba-laba. Klaim ini tidak ada gunanya sama sekali, termasuk klaim bahwa produk kami mengandung bahan kimia tertentu yang diduga menarik laba-laba," kata perwakilan itu kepada TechCrunch.
"Sol de Janeiro sangat memperhatikan keselamatan dan kekhawatiran konsumennya," kata perwakilan tersebut.
"Meskipun kami tidak dapat menjelaskan dampak bahan kimia yang disebutkan di atas terhadap arakhnida, kami yakin dapat mengatakan bahwa bahan kimia ini tidak ada dalam produk kami."
Perwakilan tersebut menambahkan bahwa merek tersebut telah melarang penggunaan "lebih dari 100 bahan kosmetik" dalam formulasinya, dan bahwa produknya "bebas dari kekejaman dan bersertifikat PETA," karena tidak melakukan pengujian pada hewan.
Jakarta, CNN Indonesia --
Delícia Drench Body Butter dari Sol de Janeiro, salah satu produk kecantikan yang diluncurkan di situs Sephora.com, menjadi buah bibir netizen imbas dugaan bisa 'menarik' laba-laba.
Merek Sol de Janeiro menjadi viral di X dan Reddit, pekan ini, setelah pengguna mengunggah pengakuan bahwa mereka dikejar, digigit, dan 'dirayu' oleh laba-laba serigala (wolf spiders) setelah menggunakan pelembap baru merek tersebut.
Mulanya, kreator konten pengulas Sephora, chemkats, mengaku aroma body butter ini menyenangkan sebelum kemudian mendapatkan fakta bahwa dirinya "menarik laba-laba serigala."
"Aku sangat berharap menyukainya, tapi salah satu bahannya seperti kryptonite buat laba-laba serigala! Kalau saya pakai langsung ada [laba-laba] yang keluar," tulis reviewer tersebut.
Pengulas lainnya mengaku biasanya melihat laba-laba tersebut "setiap 3 tahun," tetapi sejak menggunakan lotion tersebut laba-laba serigala itu terlihat "setiap hari."
"Oh dan suatu saat, laba-laba itu sangat ingin memakan bahan apa pun sehingga ia mengejar saya," lanjut chemkats. "Bak sah saja buat mengikuti baunya."
Beberapa pengguna Reddit memberikan komentar untuk tetap berhati-hati karena bisa saja pengakuan semacam ini adalah strategu buat menebar kebencian terhadap produk tersebut.
"Apakah mereka hanya mencoba bermain-main, atau apakah mereka benar-benar memiliki keluhan terhadap Sol de Janeiro masih belum pasti," tulis seorang pengguna Reddit di thread yang memperingatkan orang lain tentang chemkats.
Tak andalkan aroma
Pakar menyebut laba-laba serigala adalah "pemburu visual," dan hanya akan mencoba memangsa target yang lebih kecil. Mereka juga tidak memakan darah manusia, sehingga umumnya tidak punya alasan untuk mendekati manusia.
Penelitian mengenai senyawa spesifik yang membentuk feromon laba-laba serigala masih terbatas. Namun, sangat kecil kemungkinannya bahwa produk kecantikan umum akan membuat mereka menjadi gila berburu (atau kawin).
"Saya percaya pestisida bisa berbahaya, meskipun diperlukan, dan laba-laba adalah cara alami untuk mencegah populasi serangga berbahaya!" kata pengguna Reddit itu.
Catherine Scott, ahli ekologi perilaku laba-laba dan peneliti pascadoktoral di Lyman Lab di McGill University, mengatakan perkawinan laba-laba serigala melibatkan sinyal visual dan getaran, bukan hanya aroma.
"Mereka memiliki penglihatan yang sangat baik dan mereka tidak akan berlari begitu saja ke arah sumber bau, meskipun baunya seperti calon pasangannya, kecuali jika ia juga terlihat seperti laba-laba," kata dia.
Meski demikian, katanya, "secara teknis mungkin" lotion tersebut mengandung senyawa yang membuat penasaran laba-laba, jika pengguna memang benar mengidentifikasinya sebagai laba-laba serigala.
Satwa tersebut bisa saja mengira mereka mengikuti isyarat kimia yang terkait dengan mangsanya.
"Tetapi cerita tentang laba-laba yang mengejar orang yang memakainya tidak benar," lanjut Scott.
"Suara ini khas ketika orang banyak bergerak di dekat laba-laba dan ia ketakutan, sehingga ia mencoba lari mencari perlindungan, sering kali ke lokasi bayangan orang tersebut."
"Hal itu membuat orang tersebut berpikir bahwa laba-laba sedang 'menyerang', padahal sebenarnya ia (laba-laba) mencoba untuk bersembunyi," jelas dia.
Antara feromon atau kairomon di halaman berikutnya...
Bahkan, kata Scott, jika produk tersebut memang mengandung senyawa tersebut, seperti halnya banyak produk kosmetik, studi hanya mengidentifikasi komponen feromon seks pada produk wanita dari spesies laba-laba tertentu.
Feromon digunakan oleh anggota spesies yang sama untuk berkomunikasi satu sama lain dan memberikan informasi spesifik spesies seperti usia, jenis kelamin, dan pengalaman kawin sebelumnya.
"Banyak feromon laba-laba yang digunakan untuk komunikasi seksual bersifat jangka pendek dan memerlukan kontak langsung," jelasnya.
"Dengan laba-laba pada dasarnya 'mencicipi' sutra atau tubuh individu lain untuk menentukan apakah spesies dan jenis kelaminnya benar sebelum mendekati dan mencoba merayu dan kawin," Scott menambahkan.
Dengan kata lain, senyawa yang dapat menarik satu spesies laba-laba tidak akan menarik spesies laba-laba lainnya.
"Apa yang lebih mungkin kita bicarakan di sini adalah kairomon, yaitu zat kimia yang diproduksi oleh satu spesies (seperti feromon serangga, yang dimaksudkan untuk komunikasi antara jantan dan betina dari spesies tersebut) yang digunakan oleh spesies lain (laba-laba) yang bukan merupakan spesies tersebut. penerima pesan kimia tersebut," kata Scott.
Beberapa laba-laba serigala, misalnya, menggunakan kairomon untuk menghindari laba-laba lebih besar yang mungkin memburu mereka, atau berburu di area yang lebih banyak mangsanya.
Perwakilan Sol de Janeiromembantah klaim bahwa produknya menarik laba-laba.
"Kami telah melihat rumor baru-baru ini di media sosial yang menyatakan bahwa produk kami menarik laba-laba. Klaim ini tidak ada gunanya sama sekali, termasuk klaim bahwa produk kami mengandung bahan kimia tertentu yang diduga menarik laba-laba," kata perwakilan itu kepada TechCrunch.
"Sol de Janeiro sangat memperhatikan keselamatan dan kekhawatiran konsumennya," kata perwakilan tersebut.
"Meskipun kami tidak dapat menjelaskan dampak bahan kimia yang disebutkan di atas terhadap arakhnida, kami yakin dapat mengatakan bahwa bahan kimia ini tidak ada dalam produk kami."
Perwakilan tersebut menambahkan bahwa merek tersebut telah melarang penggunaan "lebih dari 100 bahan kosmetik" dalam formulasinya, dan bahwa produknya "bebas dari kekejaman dan bersertifikat PETA," karena tidak melakukan pengujian pada hewan.