Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah negara berlomba mengirimkan wahana antariksa, bahkan manusia, untuk menuju dan mendarat di Bulan. Negara mana saja yang berhasil mendarat di satelit alami Bumi itu?
Sejak era Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Rusia pada tahun 1960-an, Bulan menjadi tujuan berbagai negara untuk mengirimkan wahana antariksanya. Kedua negara itu bersaing untuk bisa menaklukkan eksplorasi ruang angkasa terlebih dulu.
Sejak saat itu, sejumlah negara lainnya pun memiliki tujuan serupa dan bermimpi untuk bisa mendarat di Bulan. Namun begitu, pendaratan di Bulan tidak mudah, karena sejak era perang dingin Uni Soviet dan AS itu, hanya ada tiga negara lagi yang bisa mendarat di Bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut daftar negara yang berhasil mendarat di Bulan:
Rusia
Uni Soviet (sekarang Rusia) tercatat sebagai negara pertama yang berhasil mendaratkan wahana antariksa di permukaan Bulan.
Wahana Luna 2 resmi meluncur pada 12 September 1959 dan berhasil mencapai Bulan dua hari setelahnya di permukaan Bulan timur Mare Serenitatis dekat Aristides, Archimedes, dan Kawah Autolycus.
Kendati begitu, pendaratan Luna 2 tidak berlangsung mulus, dan justru bertabrakan dengan permukaan Bulan sebelum wahana ini mengirimkan gambar apa pun.
Luna 2 mendaratkan berbagai simbol Soviet di permukaan Bulan, yang dibawa dalam dua bola logam.
Dalam kunjungan satu-satunya ke Amerika Serikat beberapa hari setelah misi Luna 2, Perdana Menteri Soviet Nikita S. Khrushchev mempersembahkan replika panji-panji berbentuk bola itu kepada Presiden Dwight D. Eisenhower.
Soviet kembali berupaya meluncurkan wahana antariksa lainnya ke luar angkasa setelah Luna 2, salah satunya adalah Luna 9. Wahana ini diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur dan mendarat dengan sempurna pada 3 Februari 1966.
Amerika Serikat
Era perang dingin antara Soviet dan AS kian memanas setelah Luna 2 berhasil mencapai Bulan pada 1959. AS pun berkomitmen untuk mengalahkan pencapaian tersebut, dan mengirimkan manusia pertama ke Bulan.
Sekitar 10 tahun setelah keberhasilan Luna 2, AS akhirnya mengirimkan misi Apollo 11 yang meluncur dari Cape Kennedy, AS, 16 Juli 1969.
Misi Apollo 11 berisi tiga awak yang terdiri dari Komandan Neil Armstrong, Pilot Modul Komando Michael Collins, dan Pilot Modul Lunar Edwin "Buzz" Aldrin. Mereka mendarat di Bulan pada 20 Juli 1969.
Sejarah misi Apollo 11 ini tak lekang oleh waktu. Neil Armstrong tercatat sebagai manusia pertama yang menginjakkan kakinya di permukaan bulan, disusul oleh Buzz Aldrin.
Sementara Collin menunggu di orbit Bulan. Ia mengawasi pendaratan itu dari modul komando Columbia, bekal satu-satunya untuk membawa ketiga pria ini kembali ke Bumi.
Diperkirakan 650 juta orang menonton saat Armstrong menjejakkan kaki di Bulan dan mendengar suaranya yang menggambarkan peristiwa itu sebagai "...sebuah langkah kecil bagi seorang manusia, satu lompatan raksasa bagi umat manusia".
China
Sekitar 40 tahun selepas era Perang Dingin, belum ada lagi negara yang berhasil mendarat di permukaan Bulan, sampai akhirnya China meluncurkan misi Chang'e 3 pada 2013.
Chang'e 3 adalah misi pendaratan di Bulan milik Badan Antariksa Nasional China (CNSA) yang dirancang untuk mempelajari satelit alami Bumi itu. Wahana ini diluncurkan dengan roket Changzheng-3B (Long March 3B) dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang pada 1 Desember 2013.
Chang'e 3 kemudian mendarat di Bulan pada 14 Desember dan melepaskan Wahana Yutu meluncur ke permukaan Bulan. Pendarat ini dirancang untuk beroperasi selama kurang lebih satu tahun di permukaan Bulan.
Pendarat ini dilengkapi dengan tiga kamera panorama, kamera topografi, kamera ultraviolet ekstrem, dan teleskop ultraviolet.
Penjelajah Yutu dirancang dan dibangun oleh Akademi Teknologi Antariksa China (CAST). Ini adalah kendaraan beroda enam yang ditenagai oleh sel surya. Dipasang di atas LLV, kendaraan ini diturunkan ke permukaan bulan setelah mendarat.
 Pakaian Astronaut di Ruang Angkasa dari Masa ke Masa (Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi) |
India dan Jepang sukses sampai di Bulan di halaman selanjutnya...
India dan Jepang Sukses Sampai di Bulan
Ilustrasi. Negara-negara Asia tak mau kalah buat menuju ke Bulan. (Foto: AP/Anonymous)
India
India menjadi negara keempat yang berhasil mendarat di Bulan lewat misi Chandrayaan-3. Wahana ini mendarat sempurna di permukaan Bulan pada 23 Agustus 2023.
Dikutip dari Space, Chandrayaan yang berarti 'kendaraan bulan' dalam bahasa Sansekerta, diluncurkan dari Pusat Antariksa Satish Dhawan di Sriharikota, negara bagian Andhra Pradesh, India selatan pada 14 Juli.
Misi ini menandai upaya kedua India untuk melakukan pendaratan di bulan. Upaya pertama, pada 2019 dengan Chandrayaan-2, menabrak permukaan Bulan karena masalah perangkat lunak dan kesulitan mengerem saat turun.
Kesuksesan misi India ini menjadi yang pertama kalinya untuk pesawat ruang angkasa India sekaligus menjadikan Negeri Bollywood sebagai negara keempat yang berhasil melakukan hal tersebut.
Beberapa negara yang pernah berhasil mendarat di Bulan secara terkendali adalah Amerika Serikat, China, dan bekas Uni Soviet yaitu Rusia.
Jepang
Wahana Smart Lander for Investigating Moon (SLIM) milik Jepang berhasil mendarat di Bulan pada 19 Januari 2024. Ini menjadikan Jepang sebagai negara kelima yang pernah mendarat di Bulan.
SLIM diluncurkan September lalu, bersama dengan teleskop sinar-X yang disebut XRISM. Wahana ini diluncurkan ke orbit rendah Bumi tak lama setelah lepas landas (dan baru-baru ini mengirimkan foto-foto uji coba pertamanya), tapi SLIM berangkat ke tempat yang lebih jauh.
Wahana ini menempuh rute yang panjang dan berputar-putar menuju Bulan, dan akhirnya tiba di orbit Bulan pada Hari Natal. Orbit awalnya sangat elips, membawa SLIM dalam jarak 373 mil (600 kilometer) dari permukaan Bulan pada titik terdekatnya dan 4.000 km pada titik terjauhnya.
SLIM memiliki misi untuk mempelajari lingkungan sekitar di Mare Nectaris atau "Lautan Nektar", yang terletak sekitar 15 derajat di selatan khatulistiwa Bulan dengan menggunakan spektrometer di dalamnya.
Data dari instrumen ini bisa mengungkap wawasan tentang komposisi area tersebut, yang pada gilirannya bisa menjelaskan pembentukan dan evolusi Bulan, tapi hal ini tidak akan bisa dilakukan kecuali jika panel surya SLIM sudah aktif.
SLIM juga membawa dua penjelajah kecil, sebuah hopper kecil yang disebut LEV-1 dan sebuah wahana berbentuk bola yang dikenal sebagai LEV-2. Robot-robot kecil ini dirancang untuk meluncur dari kapal induk SLIM, mengumpulkan data dan mengambil foto.
Sempat mendarat di Bulan dalam posisi 'nyungsep', wahana ini berhasil pulih sembilan hari kemudian.
[Gambas:Video CNN]