49 Jenis Baru Flora Fauna RI Ditemukan di 2023, Sulawesi Dominan

CNN Indonesia
Jumat, 26 Jan 2024 15:44 WIB
49 Jenis Baru Flora Fauna RI Ditemukan di 2023, Sulawesi Dominan
Hypsiscopus indonesiensis, spesies ular terbaru yang ditemukan peneliti BRIN. (dok dr jurnal peneliti BRIN Amir Hamidy dkk.)

BRIN pun merinci daftar taksa atau jenis baru flora dan fauna yang ditemukan sepanjang 2023 beserta nama penemunya.

Berikut daftar lengkapnya:

Marga/Genus Baru

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Natunamon Ng, Wowor, Yeo 2023

Spesies baru

1. Spirosoma foliorum Ho, Nurcahyanto, et al. 2023

2. Begonia ranoposoensis, Saleh, Bandjolu, & Ardi 2023

3. Begonia batusangiensis, Ardi & D.C.Thomas 2023

4. Begonia labengkiensis, Ardi & D.C.Thomas 2023

5. Begonia kabaenensis D.C.Thomas & Ardi 2023

6. Begonia stilpnophylla D.C.Thomas & Ardi 2023

7. Freycinetia wiharjae Keim, Witono & Sujarwo 2023

8. Bulbophyllum whitteniorum, Saputra, Schuitemann, Metusala, & Heatubun 2023

9. Pectinaria nusalautensis, Pamungkas & Hutchings 2023

10. Arthrostoma supriatnai, Dewi, Purwaningsih & Hasegawa 2023

11. Tmethypocoelis simplex, Murniati, Asakura & Davie 2023

12. Tmethypocoelis celebensis, Murniati, Asakura & Davie 2023

13. Natunamon indonesicum Ng, Wowor, Yeo 2023

14. Isolapotamon remotum Ng, Wowor, Yeo 2023

15. Geosesarma Hashimi Ng, Wowor, Yeo 2023

16. Geosesarma anambas Ng, Wowor, Yeo 2023

17. Caridina clandestine, Klotz, von Rintelen, Annawaty, Wowor & K. von Rintelen 2023

18. Gonocephalus inauris, Harvey, Sarker, Sidik, Kurniawan, & Smith 2023

19. Cyrtodactylus gonjong, Nugraha, Ahda, Tjong, Kurniawan, Riyanto, Fauzi & Lin 2023

20. Hypsiscopus indonesiensis, Hamidy, Zakky, Fitriyana, Endarwin 2023

21. Oreophryne riyantoi Putri, Trilaksono, Kurniati, Engilis & Hamidy 2023

22. Litoria azuroscelis Günther, Richards, Hamidy, Trilaksono, Sulaeman & Oliver 2023

23. Limnonectes phyllofolia, Frederick, Iskandar, Riyanto, Hamidy, et al. 2023

24. Hylophorbus monophonus, Ferreira, Kraus, Richards, Oliver, Günther, Trilaksono, Arida, Hamidy, Riyanto, et al. 2023

25. Hylophorbus lengguru, Ferreira, Kraus, Richards, Oliver, Günther, Trilaksono, Arida, Hamidy, Riyanto, et al. 2023

26. Hylophorbus maculatus, Ferreira, Kraus, Richards, Oliver, Günther, Trilaksono, Arida, Hamidy, Riyanto, et al. 2023

27. Oryzias loxolepis, Kobayashi, Mokodongan, et al. 2023

28. Phenacostethus sikat, Parenti, Lumbantobing, & Haryono 2023

29. Palaina motiensis, Heryanto, Mujiono, Laitupa, & Nurinsiyah 2023

30. Sulawesidrobia wilsoni, Haase, Rintelen, Harting, Marwoto & Glaubrecht 2023

31. Sulawesidrobia carsonae, Haase, Rintelen, Harting, Marwoto & Glaubrecht 2023

32. Sulawesidrobia ehrlichi, Haase, Rintelen, Harting, Marwoto & Glaubrecht 2023

33. Sulawesidrobia crutzeni, Haase, Rintelen, Harting, Marwoto & Glaubrecht 2023

34. Sulawesidrobia dinersteini, Haase, Rintelen, Harting, Marwoto & Glaubrecht 2023

35. Agrioglypta hastantiae, Sutrisno 2023

36. Agrioglypta ubaidillahi, Sutrisno 2023

37. Agrioglypta halimunensis, Sutrisno 2023

38. Colocasiomyia pinangae, Zhang, Gao, Takano, Yafuso, Suwito, Meleng, Toda 2023

39. Colocasiomyia besaris, Zhang, Gao, Takano, Yafuso, Suwito, Meleng, Toda 2023

40. Colocasiomyia luciphila, Zhang, Gao, Takano, Yafuso, Suwito, Meleng, Toda 2023

41. Colocasiomyia oligochaeta, Zhang, Gao, Takano, Yafuso, Suwito, Meleng, Toda 2023

42. Colocasiomyia grimaldii, Zhang, Gao, Takano, Yafuso, Suwito, Meleng, Toda 2023

43. Rattus feileri Fabre, Miguez, Holden, Fitriana, Semiadi, Musser, Helgen 2023

44. Rattus taliabuensis, Fabre, Miguez, Holden, Fitriana, Semiadi, Musser, Helgen 2023

45. Rattus halmaheraensis, Fabre, Miguez, Holden, Fitriana, Semiadi, Musser, Helgen 2023

46. Rattus obiensis, Fabre, Miguez, Holden, Fitriana, Semiadi, Musser, Helgen 2023

Subspesies baru

1. Gonocephalus doriae brevis, Harvey, Sarker, Sidik, Kurniawan, & Smith 2023

2. Taraka hamada hamakoae, Suefuji, Saito, & Peggie 2023

(tim/arh)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap 49 penemuan taksa atau jenis baru flora dan fauna di RI sepanjang 2023. Sebagian besarnya berasal dari Sulawesi.

Kepala Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN Bayu Adjie menambahkan, pengungkapan 49 taksa baru ini merupakan "kerja keras yang luar biasa."

"Taksonomi adalah ilmu dasar untuk mengidentifikasi sesuatu yang ada di sekitar kita. Jika salah identifikasi, maka salah mengambil kesimpulan. Itulah pentingnya peran taksonom untuk memastikan prosedur identifikasi sesuai dengan kaidah ilmiah," ucapnya, dikutip dari siaran pers BRIN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasil riset taksonomi akan menjadi awal dari penelitian biodiversitas selanjutnya, seperti konservasi hingga bioprospeksi, sehingga berkesinambungan," lanjut dia.

Dalam keterangannya, BRIN merinci penemuan fauna mendominasi dengan jumlah 1 marga, 38 spesies, dan 2 subspesies. Sisanya adalah flora 7 spesies, dan mikroorganisme 1 spesies.

"37 persen taksa baru tersebut paling banyak ditemukan di Sulawesi," menurut keterangan BRIN.

Dari 41 taksa fauna baru yang berhasil ditemukan, teridentifikasi satu marga dan enam spesies kepiting, satu spesies udang, dua spesies cacing, sembilan spesies herpetofauna, dua spesies ikan, enam spesies keong, tiga spesies ngengat;

Selain itu, lima spesies lalat, empat spesies hewan pengerat, serta satu subspesies kupu-kupu, dan satu subspesies herpetofauna.

Penemuan spesies baru ini, kata lembaga itu, memiliki arti penting bagi studi taksonomi dan biosistematika. Penemuan ini juga menjadi awal dari penelitian biodiversitas selanjutnya, seperti konservasi hingga bioprospeksi.

Endemik

Selain itu, BRIN menyebut, dari keseluruhan penemuan tersebut, 28 persen spesies baru yang ditemukan merupakan endemik (cuma ada di lokasi tertentu) fauna dan flora Indonesia dari masing-masing lokasi penemuannya.

"Sekitar 96 persen spesies baru merupakan spesimen yang berasal dari Indonesia."

"Sedangkan dua spesies baru, yaitu bakteri Spirosoma foliorum berasal dari Korea Selatan dan lalat Colocasiomyia luciphila dari Malaysia."

Sementara itu, spesimen lainnya berasal dari Indonesia yang dikoleksi dari Jawa, Kalimantan, Papua, Maluku, Sumatra, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Kepulauan Natuna.

Berikut beberapa contoh temuan yang endemik:

Pertama, Pectinaria nusalautensis yang ditemukan di Pulau Nusalaut Maluku. Ia merupakan spesies cacing polychaeta laut ketujuh yang diidentifikasi dari wilayah tersebut.

Kedua, cecak Cyrtodactylus gonjong yang ditemukan di Sumatra Barat. Ketiga, ikan Oryzias loxolepis yang ditemukan di Sulawesi Selatan. Keempat, keong Palaina motiensis di Maluku Utara.

Kelima, marga baru kepiting yang hanya ditemukan di Kepulauan Natuna, yaitu Natunamon. Identifikasi kepiting ini melibatkan Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN dan periset dari Lee Kong Chian Natural History Museum dan National University of Singapore.

Di luar itu, ada empat hewan pengerat yaitu Rattus feileri, Rattus taliabuensis, Rattus halmaheraensis, dan Rattus obiensis ditemukan di Maluku.

Keistimewaan Sulawesi

Yang jadi pertanyaan, kenapa banyak taksa baru dari Sulawesi, termasuk yang endemik?

Dalam keterangan terpisah, Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN Amir Hamidy mengungkap Sulawesi memang punya tingkat endemisitas (kelokalan) yang tinggi dengan kekayaan spesies yang relatif rendah.

Hal ini terkait dengan periode isolasi Sulawesi yang lama dari Kepulauan Sunda Besar lainnya.

Pada era Pliosen (5,33 juta hingga 2,58 juta tahun lalu), pulau ini juga memiliki beberapa danau purba yang terfragmentasi, antara lain Danau Matano dan Danau Towuti, serta Danau Mahalona.

Kedua danau besar tersebut dihubungkan dengan sistem sungai yang sangat terbatas. Hal ini, kata Amir, yang juga penemu spesies baru ular Hypsiscopus indonesiensis dari Danau Towuti, Sulawesi Selatan, berkontribusi pada fragmentasi tersebut.

Daftar taksa baru 2023 di halaman berikutnya...

Daftar Lengkap Taksa Terbaru 2023

Hypsiscopus indonesiensis, spesies ular terbaru yang ditemukan peneliti BRIN. (dok dr jurnal peneliti BRIN Amir Hamidy dkk.)

BRIN pun merinci daftar taksa atau jenis baru flora dan fauna yang ditemukan sepanjang 2023 beserta nama penemunya.

Berikut daftar lengkapnya:

Marga/Genus Baru

1. Natunamon Ng, Wowor, Yeo 2023

Spesies baru

1. Spirosoma foliorum Ho, Nurcahyanto, et al. 2023

2. Begonia ranoposoensis, Saleh, Bandjolu, & Ardi 2023

3. Begonia batusangiensis, Ardi & D.C.Thomas 2023

4. Begonia labengkiensis, Ardi & D.C.Thomas 2023

5. Begonia kabaenensis D.C.Thomas & Ardi 2023

6. Begonia stilpnophylla D.C.Thomas & Ardi 2023

7. Freycinetia wiharjae Keim, Witono & Sujarwo 2023

8. Bulbophyllum whitteniorum, Saputra, Schuitemann, Metusala, & Heatubun 2023

9. Pectinaria nusalautensis, Pamungkas & Hutchings 2023

10. Arthrostoma supriatnai, Dewi, Purwaningsih & Hasegawa 2023

11. Tmethypocoelis simplex, Murniati, Asakura & Davie 2023

12. Tmethypocoelis celebensis, Murniati, Asakura & Davie 2023

13. Natunamon indonesicum Ng, Wowor, Yeo 2023

14. Isolapotamon remotum Ng, Wowor, Yeo 2023

15. Geosesarma Hashimi Ng, Wowor, Yeo 2023

16. Geosesarma anambas Ng, Wowor, Yeo 2023

17. Caridina clandestine, Klotz, von Rintelen, Annawaty, Wowor & K. von Rintelen 2023

18. Gonocephalus inauris, Harvey, Sarker, Sidik, Kurniawan, & Smith 2023

19. Cyrtodactylus gonjong, Nugraha, Ahda, Tjong, Kurniawan, Riyanto, Fauzi & Lin 2023

20. Hypsiscopus indonesiensis, Hamidy, Zakky, Fitriyana, Endarwin 2023

21. Oreophryne riyantoi Putri, Trilaksono, Kurniati, Engilis & Hamidy 2023

22. Litoria azuroscelis Günther, Richards, Hamidy, Trilaksono, Sulaeman & Oliver 2023

23. Limnonectes phyllofolia, Frederick, Iskandar, Riyanto, Hamidy, et al. 2023

24. Hylophorbus monophonus, Ferreira, Kraus, Richards, Oliver, Günther, Trilaksono, Arida, Hamidy, Riyanto, et al. 2023

25. Hylophorbus lengguru, Ferreira, Kraus, Richards, Oliver, Günther, Trilaksono, Arida, Hamidy, Riyanto, et al. 2023

26. Hylophorbus maculatus, Ferreira, Kraus, Richards, Oliver, Günther, Trilaksono, Arida, Hamidy, Riyanto, et al. 2023

27. Oryzias loxolepis, Kobayashi, Mokodongan, et al. 2023

28. Phenacostethus sikat, Parenti, Lumbantobing, & Haryono 2023

29. Palaina motiensis, Heryanto, Mujiono, Laitupa, & Nurinsiyah 2023

30. Sulawesidrobia wilsoni, Haase, Rintelen, Harting, Marwoto & Glaubrecht 2023

31. Sulawesidrobia carsonae, Haase, Rintelen, Harting, Marwoto & Glaubrecht 2023

32. Sulawesidrobia ehrlichi, Haase, Rintelen, Harting, Marwoto & Glaubrecht 2023

33. Sulawesidrobia crutzeni, Haase, Rintelen, Harting, Marwoto & Glaubrecht 2023

34. Sulawesidrobia dinersteini, Haase, Rintelen, Harting, Marwoto & Glaubrecht 2023

35. Agrioglypta hastantiae, Sutrisno 2023

36. Agrioglypta ubaidillahi, Sutrisno 2023

37. Agrioglypta halimunensis, Sutrisno 2023

38. Colocasiomyia pinangae, Zhang, Gao, Takano, Yafuso, Suwito, Meleng, Toda 2023

39. Colocasiomyia besaris, Zhang, Gao, Takano, Yafuso, Suwito, Meleng, Toda 2023

40. Colocasiomyia luciphila, Zhang, Gao, Takano, Yafuso, Suwito, Meleng, Toda 2023

41. Colocasiomyia oligochaeta, Zhang, Gao, Takano, Yafuso, Suwito, Meleng, Toda 2023

42. Colocasiomyia grimaldii, Zhang, Gao, Takano, Yafuso, Suwito, Meleng, Toda 2023

43. Rattus feileri Fabre, Miguez, Holden, Fitriana, Semiadi, Musser, Helgen 2023

44. Rattus taliabuensis, Fabre, Miguez, Holden, Fitriana, Semiadi, Musser, Helgen 2023

45. Rattus halmaheraensis, Fabre, Miguez, Holden, Fitriana, Semiadi, Musser, Helgen 2023

46. Rattus obiensis, Fabre, Miguez, Holden, Fitriana, Semiadi, Musser, Helgen 2023

Subspesies baru

1. Gonocephalus doriae brevis, Harvey, Sarker, Sidik, Kurniawan, & Smith 2023

2. Taraka hamada hamakoae, Suefuji, Saito, & Peggie 2023


HALAMAN:
1 2