Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka meraih popularitas yang sangat tinggi di platform TikTok sepanjang pemilihan umum (pemilu) 2024 dan diterjemahkan dalam keunggulan id hitungan riil. Simak rahasianya.
Dalam berbagai momen, Prabowo-Gibran selalu unggul setidaknya dalam jumlah interaksi di media sosial, terutama TikTok, yang penggunanya jauh lebih besar daripada Twitter.
Pada Kamis (15/2), lembaga analis medsos Drone Emprit mendapatkan 87,7 interaksi post For Your Page (FYP) di TikTok (82 persen) dari total interaksi pada hari pencoblosan, 14 Februari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD meraup 14,4 juta interaksi (14 persen) dan pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar meraup 4,2 juta interaksi (4 persen).
Keunggulan di dunia maya itu berbanding lurus dengan hasil hitung sementara. Hasil akhir semua hitung cepat atau quick count, paslon 2 jadi yang paling unggul.
Litbang Kompas mengungkap paslon 1 meraih 25,25 persen, paslon 2 58,45 persen, paslon 3 16,3 persen; LSI mengungkap Anies-Cak Imin meraih 25,40 persen, Prabowo-Gibran 57,46 persen, dan Ganjar-Mahfud 17,23 persen.
Real count KPU pun menunjukkan tren yang sama. Dengan data masuk mencapai 77,41 persen, paslon 1 mendapat 24,46 persen, paslon 2 58,84 persen, dan paslon 3 16,7 persen.
Koordinator Media Digital Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran Noudhy Valdryno mengungkap beberapa kunci kesuksesan Prabowo-Gibran di medsos, terutama lewat platform asal Negeri Tirai Bambu tersebut.
Yakni, konten yang relevan dan sesuai tren, konsistensi, serta tone atau nada kampanye sejuk yang diusung timnya.
Pria yang akrab disapa Ryno ini menjelaskan konten yang relevan dan sesuai tren menjadi poin penting pertama dari strategi pihaknya menggaet suara pemilih di media sosial, yang komposisinya cukup tinggi diisi oleh Gen Z dan pemilih pemula.
Menurutnya, konten yang saat ini tengah digandrungi masyarakat adalah konten dengan format video pendek, sehingga pihaknya masuk dan menyuplai kebutuhan publik atas konten jenis ini.
"Data menyebutkan saat ini atensi masyarakat terhadap satu buah konten di media sosial itu hanya sekitar 1,7 detik. Sangat pendek, jadi dalam 1,7 detik itu mereka menyeleksi apakah konten ini mau saya konsumsi atau enggak," ujarnya kepada CNNIndonesia.com di Media Center TKN Prabowo-Gibran, Jakarta, Rabu (21/2).
Dengan demikian, konten dengan format tulisan akan cukup sulit menyebar secara organik, begitu pula substansi yang ingin disampaikan paslon.
"Di 2013 kita melakukan strategi bikin tulisan, opini, saya sendiri suka menulis apalagi untuk bidang politik gitu. Tapi kita juga tidak bisa melawan tren yang berlaku di dunia," katanya.
"Itu juga bukan kita yang kontrol. Tren ini berevolusi tahun ke tahun. Bukan dikontrol oleh tim kampanye, tapi memang alaminya seperti itu," imbuhnya.
Maka dari itu, kata Ryno, TKN memilih untuk fokus pada konten-konten interaktif, khususnya di dua platform, yakni Instagram dan TikTok.
Selain tren video pendek, attention span atau rentang perhatian masyarakat yang hanya 1,7 detik juga membuat konten yang dikampanyekan di media sosial juga perlu dipilah. Alhasil, salah satu program utama yang digaungkan terus menerus adalah makan gratis dan susu gratis.
Salah satu program jagoan dari TKN ini dinilai sederhana dan mudah dicerna. Meski demikian, program ini tak langsung diterima masyarakat tanpa pertanyaan.
Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari masyarakat terkait program ini kemudian dijawab oleh TKN, dan menghasilkan interaksi dengan masyarakat. Interaksi tersebut, katanya, tentu tetap diisi oleh substansi-substansi yang ingin disampaikan TKN.
Masalah gimmick di halaman berikutnya...
Jawab Tudingan Gimmick
Koordinator Media Digital Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran Noudhy Valdryno memaparkan resep sukses kampanye di medsos. (Arsip Pribadi)
Keunggulan di medsos itu tak lepas dari tudingan konten gimmick alias 'tipu-tipu' untuk meraih klik yang mengabaikan substansi.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin, contohnya. Ia menilai tak betul jika para capres-cawapres yang berlaga di Pilpres cuma menonjolkan gimmick dalam kampanye Pilpres 2024.
"Presiden sudah bilang bahwa Pemilu itu adu gagasan, bukan adu di gimmick. Jadi kalau yang ditonjolkan gimmick itu tidak betul," kata Ma'ruf di pembukaan Mukernas MUI, Hotel Mercure Ancol Jakarta, Jumat (1/12).
Direktur Eksekutif Indostrategic Ahmad Khoirul Umam, Kamis (30/11), menilai pilihan strategi gimmick tindakan itu seperti 'merecehkan demokrasi'.
"Kalau dilihat dari sisi legal formal, artinya kan enggak ada yang melanggar aturan, tapi di sisi lain, tentu apa yang tadi saya sebut merecehkan demokrasi," cetus dia.
"Jangan sampai kemudian membuat ruang demokrasi yang seharusnya bisa memberikan impact terhadap kebijakan, sesuatu isu substantif, justru menjadi tereduksi oleh hal yang sifatnya remeh-temeh," imbuh Umam.
Ryno juga menjawab masyarakat Indonesia bukan masyarakat yang tidak teredukasi. Menurutnya, kampanye yang hanya berisi gimmick tak akan membuat salah satu paslon terpilih.
[Gambas:Photo CNN]
"Jadi saya rasa kalau misalnya memang isinya hanya 100 persen gimmick, orang juga tidak akan memilih," tuturnya.
Ryno mengatakan kunci kesuksesan Prabowo-Gibran di media sosial yang berikutnya adalah tone atau nada kampanye yang sejuk. Ia mengutip penuturan sejumlah peneliti yang menyebut ada fenomena silent majority pada pemilu kemarin.
"Ada satu grup masyarakat yang tadinya hening gitu. Tiba-tiba begitu di akhir, akhirnya karena tonasi atau nada kampanye dari pasangan Prabowo-Gibran ini dirasa lebih friendly, dirasa lebih sejuk, Akhirnya ketika memilih tuh, bahkan ada yang niatnya mau memilih pasangan lain tahunya di TPS nomor dua," terangnya.
Salah satu bentuk kampanye sejuk yang diusung TKN adalah dengan menetralisir atau mengubah konten berisi isu negatif terhadap Prabowo-Gibran menjadi sesuatu yang menyenangkan.
Misalnya, ketika Gibran diserang dengan isu 'asam sulfat' imbas salah bicara yang direspons dengan gurauan 'samsul' yang kemudian menjadi identitasnya.
Isu ini kemudian dilanjutkan dengan mengedukasi masyarakat terkait asam folat, nutrisi sebenarnya yang dimaksud Gibran dalam ucapannya.
Pria yang pernah menjabat Kepala Kebijakan Publik Meta ini mengklaim tidak ada yang pernah menggunakan kampanye dengan tonasi harus sejuk dan menyenangkan di seluruh dunia.
"Negara kita ini sedang tidak dalam posisi untuk perpecahan. Progress pembangunan kita sedang bagus ... Bukan waktu yang tepat lah ya 2024 ini, bukan waktu yang tepat untuk kita saling menjelekan," katanya.
[Gambas:Infografis CNN]
Setelah nada kampanye, kunci dari kesuksesan Prabowo-Gibran menggaet suara di medsos, khususnya TikTok adalah konsisten.
Ryno mengaku sangat bangga pada tim TKN atas konsistensi kreativitas mereka, terlebih mereka memiliki prinsip "konten kemarin enggak bisa dipakai hari ini."
Jadi konten kemarin itu punya engagementnya sendiri, punya jangkauannya sendiri. Hari ini kita harus inovasi lagi, inovasi lagi, inovasi lagi," imbuhnya.
Terkait jumlah konten yang diproduksi, TKN hanya menyesuaikan dengan anjuran best practice dari masing-masing platform, misalnya, Instagram dan Facebook dengan dua hingga tiga konten per hari.
Namun, dirinya mengaku tidak mengetahui jumlah konten yang diproduksi dan disebarkan oleh para relawan, dikarenakan jumlahnya yang sangat banyak.