Emoji Loud Crying Face Populer di Gen Z, Apa Maknanya?

CNN Indonesia
Kamis, 20 Agu 2026 10:58 WIB
Emoji loud crying face (😭) kini jadi emoji paling populer dan sering digunakan oleh kalangan Gen Z, (Foto: stockphoto/akinbostanci)
Jakarta, CNN Indonesia --

Emoji loud crying face (😭) kini jadi emoji paling populer dan sering digunakan oleh kalangan Gen Z, mengalahkan emoji rolling-on-the-floor laughing (🤣)  dan emoji tears of joy (😂). Apa artinya?

Menurut Emojipedia.org, emoji loud crying face memiliki arti kesedihan yang mendalam sampai menangis cukup keras. Ekspresi ini lebih intens dibandingkan dengan emotikon wajah menangis karena air mata mengalir sangat deras.

Google mengumpulkan data secara anonim dari sampel 665 juta emoji yang digunakan masyarakat di seluruh dunia melalui Gboard pada tahun 2025.

Menurut Google, emoji ini tidak hanya digunakan untuk menunjukkan perasaan sedih. Akan tetapi, juga kerap digunakan untuk menyampaikan humor, candaan, dan emosi yang meluap-luap.

Laporan lain dari The New York Times yang menganalisis unggahan dari Reddit dan mewawancarai para ahli bahasa, menemukan bahwa anak-anak di kalangan Gen Z menganggap emoji-emoji lain terlalu pasaran.

Emoji paling sering digunakan oleh remaja perempuan, sedangkan perempuan secara umum cenderung memiliki lebih banyak hubungan sosial dan kosakata emosional yang lebih luas.

"Remaja, khususnya remaja perempuan, selalu berada di barisan terdepan dalam perubahan bahasa," ungkap Sali A. Tagliamonte, seorang profesor linguistik dari University of Toronto, melansir The Print, Kamis (20/8).

Google turut mengungkap pergeseran peringkat dan cara penggunaan emoji, pasalnya beberapa emoji mulai terganti. Misalnya, emoji thumbs-up (👍🏽) yang jarang digunakan dan folded-hands (🙏🏻) yang semakin sering dipakai.

Perubahan tren emoji

Tren penggunaan emoji berubah dengan cepat. Generasi Milenial ke atas lebih gencar dalam menggunakan suatu emoji, sementara Gen Z dan Gen Alpha lebih bervariasi.

Setiap generasi memiliki perbedaan dalam menggunakan emoji, meski digunakan untuk menyampaikan perasaan yang sama.

Gen Z dan Gen Alpha sering menciptakan arti baru dalam menggunakan emoji yang sudah ada, atau mengganti emoji lama dengan pilihan yang lebih seru dan relevan.

Contohnya, emoji bunga mawar merah yang layu (🥀) kini semakin sering digunakan oleh para remaja untuk menunjukkan rasa sedih, patah hati atau lelah secara emosional. Sebelumnya, perasaan ini ditunjukkan dengan emoji hati retak (💔).

Berdasarkan data tersebut, remaja lebih suka menggunakan emoji api dalam situasi di mana orang yang lebih tua akan menggunakan emoji 100%.

Contoh lainnya, emoji Moai (🗿) yang menampilkan patung batu raksasa berbentuk wajah manusia, lebih populer di kalangan Gen Z dan Gen Alpha. Mereka menggunakannya untuk memberikan respons datar, memasang wajah lempeng atau menyampaikan rasa sindiran halus.

(nad/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK