Singapura Bakal Punya Polisi Robot Humanoid AI 2028 Nanti

CNN Indonesia
Senin, 05 Okt 2026 02:00 WIB
Pada 2028 mendatang, Singapura menargetkan pasukan robot humanoid berbasis AI bisa membantu tugas berbahaya polisi hingga tugas-tugas di penjara.
Ilustrasi. Pada 2028 mendatang, Singapura menargetkan pasukan robot humanoid berbasis AI bisa membantu tugas berbahaya polisi hingga tugas-tugas di penjara. (www.htx.gov.sg)
Jakarta, CNN Indonesia --

Singapura berencana menggunakan robot humanoid berbasis kecerdasan buatan atau AI untuk bekerja bersama petugas keamanan publik pada 2028 mendatang.

Robot itu dirancang untuk menangani tugas berisiko, seperti merespons bahan berbahaya, menyelidiki lokasi ledakan, hingga menggeledah sel tahanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rencana tersebut diumumkan saat Singapura membuka Home Team Humanoid Robotics Centre (H2RC) di kawasan teknologi One-North pada Rabu (30/9) lalu.

Adapun keberadaan H2RC, yakni untuk mengembangkan dan melatih robot humanoid agar dapat menjalankan operasi keselamatan publik.

"Kami menargetkan robot humanoid pertama dapat bekerja bersama petugas Home Team dalam situasi operasional nyata, dengan tugas yang jelas, aman, dan andal pada 2028," kata Menteri Kedua Urusan Dalam Negeri, Edwin Tong, saat peresmian, seperti dilansir Channel News Asia.

Menurut Tong, H2RC merupakan pusat pertama yang secara khusus berfokus pada robot humanoid untuk keselamatan publik.

Badan Sains dan Teknologi Home Team atau Home Team Science and Technology Agency (HTX), menyebut bentuk humanoid dipilih karena dapat beradaptasi dengan lingkungan manusia serta menggunakan peralatan yang sudah tersedia tanpa perlu mengubah tata ruang.

Luas H2RC kira-kira enam lapangan basket. Institusi ini menyediakan lingkungan simulasi untuk menguji robot dalam berbagai skenario.

Fasilitasnya pun mendukung pengembangan AI fisik secara menyeluruh. Mulai dari pengembangan sistem penangkap gerak untuk melatih keterampilan motorik, pengendalian jarak jauh, demonstrasi manusia, serta simulasi untuk menghasilkan data pelatihan.

Bagaimana potensi penggunaan robot humanoid ini?

Potensi penggunaan robot mencakup penanganan, pengamanan, dan pengambilan sampel bahan berbahaya bagi kesatuan Kepolisian Singapura.

Petugas manusia dapat mengurangi paparan terhadap zat berbahaya. Adapun dalam penyelidikan ledakan, robot dapat memasuki area yang belum stabil untuk mengambil barang bukti, jadi petugas tidak perlu langsung menghadapi risiko ledakan susulan atau bangunan runtuh.

Salah satu robot yang diperagakan di H2RC mampu berlutut untuk mengambil benda dekat permukaan tanah. HTX menyatakan, kemampuan itu belum tersedia pada sejumlah robot humanoid komersial siap pakai.

Tugas lain yang sedang dipertimbangkan, yakni mencari barang selundupan di sel penjara dan mengisi ulang perlengkapan medis darurat di ambulans.

[Gambas:Video CNN]

Robot dikembangkan dengan AI fisik agar dapat memahami lingkungan, mengambil keputusan, dan bertindak dalam kondisi nyata yang berubah-ubah.

HTX juga mengembangkan AI agenik, yang diharapkan memungkinkan robot menjalankan misi bertahap, pulih dari kegagalan, dan menyesuaikan diri terhadap perubahan situasi.

Terkait pelatihan khusus, HTX menilai hal tersebut dibutuhkan karena pengembangan robot komersial umumnya berfokus pada manufaktur, automasi industri, dan kebutuhan rumah tangga.

HTX dan perusahaan Singapura ST Engineering turut menandatangani kesepakatan riset, integrasi teknologi, dan keamanan siber. Kolaborator lainnya mencakup FieldAI, General Robotics, dan Mistral AI.

(rti)
placeholder