Siklon Tropis Jenna Diprediksi Masuk Kategori 3, Waspada Dampaknya
Bibit Siklon Tropis 91S bertransformasi menjadi Siklon Tropis Jenna pada Senin (5/1) pukul 13.00 WIB. Sejumlah wilayah perairan Sumatra dan Jawa berpotensi mengalami dampak tidak langsung berupa gelombang tinggi.
"Siklon Tropis Jenna berkembang dari bibit siklon tropis 91S yang tumbuh sejak 3 Januari 2026 pukul 01.00 WIB di Samudra Hindia barat daya Lampung dan mencapai intensitas siklon tropis pada 5 Januari 2026 pukul 13.00 WIB," tulis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam analisisnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut BMKG, sejak Selasa (6/1) pukul 07.00 WIB, siklon ini terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Banten, 15.2LS, 95.5BT atau sekitar 1470 km sebelah selatan barat daya Bengkulu.
Siklon tropis ini diperkirakan akan bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 11 knots (21 km/jam) menjauhi wilayah Indonesia. Siklon Jenna saat ini tengah berada dalam kategori 2 dengan kecepatan sekitar 55 knots (100 km/jam) dengan tekanan 990 hPa.
Dalam 24 jam ke depan, siklon ini diperkirakan akan masuk ke kategori 3 dengan kekuatan 65 knots (120 km/jam) dan tekanan 979 hPa.
"Kecepatan angin maksimum siklon tropis JENNA dalam 24 jam ke depan meningkat menjadi kategori 3 dengan arah pergerakan ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia," tulis BMKG.
Meski diperkirakan bergerak menjauhi Indonesia, siklon tropis ini tetap berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap sejumlah wilayah dalam 24 jam kedepan hingga 07 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Siklon Tropis Jenna diperkirakan memicu gelombang tinggi kategori sedang (1,25-2,5 meter) di sejumlah wilayah perairan wilayah di Indonesia.
Berikut wilayah berpotensi terdampak gelombang tinggi dipicu Siklon Tropis Jenna:
- Perairan barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung
- Selat Sunda bagian selatan
- Perairan selatan Pulau Jawa
- Samudra Hindia barat Pulau
Sumatra
- Samudra Hindia selatan Pulau Jawa
[Gambas:Video CNN]

