Mengalir Sejak Sebelum Zaman Dinosaurus, Ini Sungai Tertua di Dunia

CNN Indonesia
Rabu, 14 Jan 2026 12:00 WIB
Sungai Finke di Australia bukan sungai biasa. Saat dinosaurus belum muncul, sungai ini sudah lebih dulu mengalir di permukaan Bumi.
Sungai Finke di Australia bukan sungai biasa. Saat spesies dinosaurus belum muncul, sungai ini sudah lebih dulu mengalir di permukaan Bumi. (Foto: iStockphoto/bennymarty)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sungai Finke di Australia bukan sungai biasa. Saat dinosaurus belum muncul, sungai ini sudah lebih dulu mengalir di permukaan Bumi.

Sungai ini dikenal sebagai Larapinta dalam bahasa Arrernte. Sungai ini dianggap sebagai sungai tertua di dunia dengan usianya diperkirakan mencapai 300 hingga 400 juta tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jaringan sungai ini membentang lebih dari 640 kilometer melintasi Teritori Utara hingga Australia Selatan. Kondisi kering di pusat benua membuat alirannya bersifat intermittent.

Sepanjang tahun, bentangannya tampak sebagai rangkaian kolam air terisolasi.

Namun, kombinasi catatan geologis, profil pelapukan, dan pengukuran radionuklida pada sedimen dan batuan di sekitarnya telah memungkinkan para ilmuwan untuk menentukan bahwa sistem sungai ini berasal dari periode Devonian (419-359 juta tahun yang lalu) atau Carboniferous (359-299 juta tahun yang lalu).

"Salah satu bukti terkuat tentang usia kuno sungai ini adalah anomali geologis yang disebut drainase silang," kata Victor Baker, seorang geomorfolog dari Universitas Arizona, mengutip Live Science, Minggu (11/1).

Alih-alih mengalir di sepanjang formasi batuan yang tahan erosi seperti kuarsit, Sungai Finke memotong formasi tersebut saat melewati Pegunungan MacDonnell di Australia Tengah.

Air yang mengalir selalu mengambil jalur yang paling mudah, jadi terasa tidak masuk akal bahwa sebuah sungai akan mengalir melawan batu-batu keras daripada mengelilinginya.

Karena itu, kehadiran dan asal-usul sistem drainase melintang ini mengungkapkan detail penting tentang jalur historis Sungai Finke.

"Ada indikasi bahwa terdapat sistem drainase yang sudah ada sebelumnya yang mengalir saat pegunungan ini terbentuk," kata Baker.

"Ini disebut antecedence, pada dasarnya, sungai sudah ada sebelum pegunungan terbentuk, dan saat kerak bumi terangkat, sungai tersebut mengikis ke bawah," lanjut Baker.

Pegunungan MacDonnell, yang dikenal sebagai Tjoritja dalam bahasa Arrernte, terbentuk selama Orogeni Alice Springs, sebuah peristiwa tektonik yang melibatkan pembentukan pegunungan yang terjadi antara 300 dan 400 juta tahun yang lalu. Hal ini menjadikan Sungai Finke setidaknya seusia dengan pegunungan itu sendiri.

Bukti tambahan berasal dari erosi dan pelapukan, yang menghasilkan profil kimia spesifik. Profil ini menunjukkan bagaimana dan di mana permukaan telah berinteraksi dengan atmosfer dan aliran air sepanjang waktu.

Dengan menganalisis tanda radioaktif dari isotop tertentu, ilmuwan juga dapat menentukan usia batuan ini.

Karena isotop radioaktif meluruh dengan laju tetap, dimungkinkan untuk memperkirakan kapan batu-batu tersebut terbentuk dengan menghitung mundur dari proporsi relatif isotop yang berbeda. Bersama-sama, titik data ini membentuk peta jalan untuk merekonstruksi sejarah dan evolusi Sungai Finke.

Namun, sungai terus berubah, dengan beberapa sungai menjadi lebih besar dari tahun ke tahun dan yang lain mengering sepenuhnya. Lalu, mengapa sistem Sungai Finke bertahan begitu lama?

"Sungai dapat menghilang jika aliran sedimen yang besar melanda mereka (misalnya, letusan gunung berapi) atau jika topografi berubah secara drastis sehingga air yang mengalir mengambil jalur baru melintasi lanskap (misalnya, pergerakan gletser maju dan mundur)," kata Ellen Wohl, seorang ahli geologi dari Colorado State University.

Ia juga mengatakan sungai dapat berhenti mengalir akibat perubahan iklim atau penggunaan air yang berlebihan oleh manusia. Durasi yang panjang didorong oleh stabilitas tektonik dan ketiadaan glasiasi selama periode Pleistosen (2,6 juta hingga 11.700 tahun yang lalu).

Dalam kasus Sungai Finke, Australia telah memiliki lanskap yang sangat stabil selama waktu yang sangat lama. Terletak di tengah Lempeng Australia, benua ini hampir tidak mengalami aktivitas tektonik yang signifikan selama lebih dari 100 juta tahun terakhir.

Akibatnya, sistem sungai Finke berkembang dan meluas hampir tanpa gangguan selama sebagian besar sejarahnya.Mengenai masa depan, sulit untuk memprediksi berapa lama lagi Sungai Finke akan bertahan.

"Sungai-sungai yang bertahan lama kemungkinan besar akan terus bertahan," kata Wohl.

Namun, banyak sungai di daerah kering seperti Sungai Finke telah mengalami perubahan signifikan akibat penggunaan air oleh manusia.

Ia menambahkan kemungkinan akan ada peningkatan di masa depan seiring dengan terus meningkatnya konsumsi air global dan pemanasan global yang membuat banyak wilayah kering menjadi lebih kering.

Stabilitas geologi Australia membuat Sungai Finke mampu bertahan hampir tanpa gangguan selama ratusan juta tahun. Namun, para ilmuwan menilai masa depan sungai purba ini tetap bergantung pada perubahan iklim dan aktivitas manusia, terutama di wilayah kering yang semakin tertekan oleh kebutuhan air.

(wpj/dmi)


[Gambas:Video CNN]