Dampak Krisis RAM Global, Lenovo Bakal Kerek Harga Laptop?
Lenovo mengungkap dampak krisis RAM dan storage yang terjadi secara global terhadap harga produk dan layanannya.
"Kami tidak dapat menjamin bahwa harga akan tetap sama, karena hal itu tidak mungkin. Namun, setidaknya kami dapat memastikan bahwa kami akan menyediakan solusi dan produk kami ketika pelanggan membutuhkannya," ujar Fan Ho, ED & GM, Solutions & Services Group Lenovo Asia Pacific di Jakarta, Selasa (13/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fan Ho mengatakan semua persediaan memori untuk produksi 2026 telah dialokasikan. Artinya, kapasitas produksi untuk 12 bulan ke depan telah habis.
Jika perusahaan ingin membeli memori saat ini, kata Fan, sudah terlambat.
Dalam hal ini, ia menyebut hubungan Lenovo dengan para pemasoknya sangat berperan signifikan. Lenovo memastikan komponen yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pelanggan tersedia.
"Mengenai cara menerjemahkan ke harga, saya kira kita masih perlu melihat kembali daftar produk dan persyaratan spesifik yang dicari oleh pelanggan," katanya, ketika ditanya berapa kenaikan harga yang mungkin terjadi.
Menurutnya, Lenovo perlu mempertimbangkan apa saja produk yang dibutuhkan pelanggan. Dalam hal ini, tim solusi dan layanan disebut berperan penting, karena mereka akan mencari preferensi pelanggan sekaligus memberikan konsultasi dan saran terhadap produk yang dibutuhkan.
Alih-alih langsung bertanya spesifikasi yang diinginkan pelanggan, Fan menjelaskan pihaknya mencari tahu apa hasil yang ingin dicapai oleh pelanggan dari produk mereka.
Dari hasil tersebut, Lenovo bisa menentukan seberapa cepat kemampuan komputasi yang dibutuhkan dan solusi apa saja yang bisa dipakai oleh pelanggan.
Dalam kesempatan yang sama, Executive Director and General Manager Infrastructure Solutions Group Lenovo Asia Pacific Kumar Mitra mengatakan pihaknya memiliki beberapa model konsumen untuk segmen enterprise, mulai dari model sewa hingga model bayar sesuai penggunaan.
"Yang pada dasarnya membantu Anda untuk menyebar pengeluaran secara merata selama periode waktu tertentu. Dan apa yang kami lakukan dengan pelanggan saat ini dalam lingkungan yang sangat fluktuatif ini, tidak hanya terkait kenaikan harga tetapi juga keterbatasan pasokan, adalah membantu mereka merencanakan pengeluaran operasional (Opex) dan pengeluaran modal (Capex) yang tersebar di berbagai produk," tutur Kumar.
(lom/dmi)[Gambas:Video CNN]

