Fitur Baru, Ortu Kini Bisa Batasi Anak Nonton YouTube Shorts

CNN Indonesia
Kamis, 15 Jan 2026 15:15 WIB
YouTube kini memiliki fitur yang memungkinkan orang tua memiliki kendali untuk membatasi atau memblokir akses remaja ke fitur video pendek Shorts. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

YouTube kini memiliki fitur yang memungkinkan orang tua memiliki kendali untuk membatasi atau memblokir akses remaja ke fitur video pendek Shorts.

Fitur ini diumumkan sebagai bagian dari kontrol orang tua baru, yang dirancang untuk membantu mengatur waktu layar remaja di platform tersebut.

Seperti banyak platform teknologi lainnya, YouTube meningkatkan upayanya untuk melindungi pengguna muda dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini merupakan respons terhadap pengawasan yang semakin ketat dari keluarga, aktivis, dan pembuat kebijakan.

Para orang tua beranggapan bahwa scrolling tanpa henti melalui video pendek dapat membuat platform media sosial menjadi adiktif, terutama bagi remaja.

Orang tua yang mengawasi akun remaja mereka kini dapat menetapkan batasan waktu untuk Shorts, mulai dari dua jam hingga nol menit.

"Misalnya, orang tua dapat mengatur batas waktu tayangan Shorts menjadi nol saat mereka ingin anak remaja mereka menggunakan YouTube untuk fokus pada pekerjaan rumah, dan mengubahnya menjadi 60 menit selama perjalanan mobil yang panjang untuk hiburan," demikian pengumuman YouTube, mengutip CNN, Rabu (14/1).

Orang tua juga dapat mengatur pengingat waktu tidur dan "take a break" yang disesuaikan untuk anak-anak mereka, versi otomatis dari pengingat ini sudah diterapkan secara default oleh YouTube untuk pengguna di bawah usia 18 tahun.

YouTube memperkenalkan proses pendaftaran baru yang akan memudahkan orang tua untuk membuat akun yang diawasi untuk anak-anak mereka.

Proses baru ini juga akan mempermudah perpindahan antara akun anak-anak, dan akun dewasa pada perangkat yang digunakan bersama.

Selain itu, platform ini juga memperbarui pedoman untuk jenis konten yang akan direkomendasikan dan dapat diakses oleh pengguna remaja.

YouTube mengatakan bahwa platform tersebut akan memprioritaskan video yang berfokus pada "keingintahuan dan inspirasi," "pembentukan keterampilan hidup dan pengalaman," serta "informasi yang dapat dipercaya yang mendukung kesejahteraan," dan kategori positif lainnya.

YouTube telah memblokir remaja dari menonton berulang kali video yang dapat mengarahkan mereka ke konten berbahaya, seperti video yang mengidealkan tipe tubuh tertentu.

Pembaruan ini mengikuti pengumuman YouTube tahun lalu bahwa mereka akan menggunakan kecerdasan buatan (AI), untuk memperkirakan usia pengguna dan menempatkan pengguna remaja yang dicurigai ke pengaturan perlindungan usia di bawah 18 tahun, terlepas dari tanggal lahir yang mereka berikan saat mendaftar.

Platform online besar lainnya, termasuk Instagram, ChatGPT, dan Character.AI, baru-baru ini memperkenalkan kontrol orang tua tambahan dan batasan konten untuk pengguna muda.

Minggu ini, perusahaan induk YouTube, Google, juga menjadi sorotan setelah sebuah posting LinkedIn viral.

Aktivis keamanan anak online Melissa McKay membagikan tangkapan layar yang menunjukkan Google memberi tahu putranya, yang hampir berusia 13 tahun, bahwa ia akan segera memiliki opsi untuk menghapus pengawasan orang tua dari akunnya.

"Google sedang mengklaim kewenangan atas batas yang sebenarnya tidak menjadi hak mereka," kata McKay, presiden di lembaga nirlaba Digital Childhood Institute, dalam postingannya.

Menanggapi hal itu dalam posting LinkedIn Kate Charlet, Direktur Senior Privasi, Keamanan, dan Keselamatan Google, merespons pernyataan McKay. Menurutnya Google telah memperbarui kebijakannya.

"Bahwa Google telah memperbarui kebijakannya untuk mewajibkan persetujuan orang tua, sebelum pengguna berusia 13 tahun ke atas dapat menghapus pengawasan orang tua dari akun mereka," tulisnya.

Perubahan ini memperluas kebijakan perusahaan yang sebelumnya mengirimkan email kepada orang tua dan anak-anak, ketika akun akan segera memiliki opsi untuk menonaktifkan pengawasan.

"Perubahan ini memastikan perlindungan tetap berlaku hingga baik orang tua maupun remaja merasa siap untuk langkah berikutnya," tulis Charlet.

(wpj/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK