Angin Kencang Landa Sejumlah Wilayah Jawa Timur, Ini Penyebabnya
Sejumlah wilayah di Jawa Timur tengah dilanda angin kencang dalam sepekan terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menjelaskan penyebab kemunculannya.
Prakirawan BMKG Juanda, Restina Wardhani, mengatakan, angin kencang yang terjadi di Jatim belakangan ini dipengaruhi oleh kondisi di perairan selatan Jatim.
"Peningkatan kecepatan angin ini dikarenakan adanya pusat tekanan rendah di perairan bagian selatan Jawa Timur," kata Restina, Kamis (15/1).
Angin kencang mulai sering dirasakan oleh masyarakat Surabaya khususnya sejak satu pekan ke belakang. Sementara, salah satu akibat dari angin kencang tersebut pohon-pohon berusia tua rawan tumbang.
Lebih lanjut Restina mengatakan, akibat pusat tekanan rendah di perairan bagian selatan Jatim ini, BMKG memperkirakan angin kencang akan terjadi hingga Minggu (18/1).
"Kejadian ini diprediksi akan berlangsung hingga tanggal 18 Januari 2026. Kecepatan angin diperkirakan berada pada kisaran 12-18 knot atau 24-33 km/jam," ucapnya.
Kondisi angin kencang juga dapat memengaruhi keselamatan pengendara pengguna jalan selama angin kencang berlangsung. Masyarakat pun diimbau memantau perkembangan informasi rutin cuaca dari BMKG ketika hendak atau sebelum beraktivitas.
"Kepada masyarakat diimbau lebih waspada dan berhati-hati terlebih pada saat berkendara," imbau Restina.
Baru-baru ini, angin kencang atau angin puting beliung menerjang Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Kamis (8/1), sekitar pukul 14.30 WIB. Akibat kejadian itu belasan kendaraan dilaporkan rusak karena tertimpa pohon tumbang.
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan assessment dan penanganan puluhan pohon tumbang di akses menuju Terminal 1 Bandara Juanda,
"Berdasar data sementara Pusdalops BPBD Jatim, kejadian ini berdampak pada kerusakan 10 unit kendaraan roda dua, 1 unit kendaraan roda empat dan 1 unit fasilitas umum," kata Gatot dalam keterangannya.
Personel BPBD Jatim juga melakukan evakuasi dan pembersihan material kayu, dahan dan ranting pohon. Aksi itu dilakukan secara berkolaborasi dengan petugas Bandara Juanda, Tim BPBD Kabupaten Sidoarjo dan sejumlah instansi terkait.
Meski demikian Gatot mengatakan, hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dari dampak angin puting beliung di Bandara Juanda tersebut.
Selain itu peristiwa hujan deras disertai angin kencang atau puting beliung juga mengakibatkan tiga penerbangan terganggu, sehingga melakukan pengalihan pendaratan ke bandara lain.
"Terdapat 3 penerbangan yang melakukan pengalihan pendaratan (divert) menuju Bandara Ahmad Yani Semarang. Kami terus berkoordinasi dengan maskapai serta AirNav Indonesia terkait penyesuaian jadwal penerbangan berikutnya," kata General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir.