3 Sistem Siklon Mengintai di Sekitar RI, BMKG Imbau Waspada

CNN Indonesia
Senin, 19 Jan 2026 18:41 WIB
BMKG menjelaskan tiga sistem siklon itu adalah Siklon Tropis NOKAEN, Bibit Siklon Tropis 97S dan Bibit Siklon Tropis 96S. (Earthdata NASA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut saat ini ada tiga sistem siklon di sekitar wilayah Indonesia dengan satu siklon aktif dan dua masih bibit.

"Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi," imbau BMKG di media sosial, Senin (19/1).

BMKG menyebut Siklon Tropis NOKAEN saat ini terpantau di sekitar Laut Filipina sebelah timur laut Manila. Siklon Tropis NOKAEN lahir pada 15 Januari lalu, berkembang dari bibit siklon tropis 91W yang lahir pada 12 Januari.

Siklon tropis yang berada dalam kategori 1 ini diperkirakan akan bergerak ke arah timur-timur laut menjauhi Indonesia dengan kecepatan 6 knots (11 km/jam).

Meski bergerak menjauhi wilayah Indonesia, siklon tropis ini masih memberikan dampak tidak langsung berupa gelombang tinggi 1,25-2,5 meter di Samudra Pasifik utara Maluku.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 97S saat ini berada di sekitar Laut Timor sebelah utara Australia.

"Bibit Siklon Tropis 97S memiliki peluang Rendah untuk menjadi siklon tropis dan bergerak perlahan ke arah barat dalam periode 24 jam ke depan," kata BMKG.

Bibit siklon ini memberikan dampak tidak langsung berupa curah hujan tinggi, angin kencang, hingga gelombang tinggi.

Hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Nusa Tenggara Timur. Wilayah ini juga berpotensi terdampak angin kencang dari aktivitas bibit siklon ini.

Sementara itu, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Nusa Tenggara Barat.

Berikut wilayah berpotensi terdampak gelombang laut tinggi:

1,25-2,5 meter
- Laut Banda
- Laut Flores
- Perairan Kep. Kei hingga Kep. Aru
- Perairan Kep. Babar dan Kep. Tanimbar
- Laut Arafuru bagian utara, tengah dan timur.

2,5-4 meter
- Perairan Kupang
- Laut Sawu
- Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur
- Laut Arafuru bagian barat

Lebih lanjut, beberapa waktu lalu Bibit Siklon Tropis 96S juga membayangi wilayah Indonesia. Namun, sistem siklon ini telah melemah dan tidak menunjukkan perkembangan lagi.

"Sistem ini telah melemah dan tidak lagi menunjukkan indikasi untuk berkembang menjadi siklon tropis dan kini telah dinyatakan Tidak Aktif," terang BMKG.

Pelemahan sistem ini, kata BMKG, disebabkan oleh berkurangnya dukungan parameter atmosferik yang ditunjukkan oleh kecepatan angin yang tidak lagi signifikan.

(lom/fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK