Ada Bibit Siklon-Monsun Asia, Cuaca Ekstrem Intai RI Sepekan ke Depan

CNN Indonesia
Jumat, 23 Jan 2026 09:45 WIB
Ilustrasi. Intensitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir dan diprakirakan bakal bertahan hingga sepekan ke depan. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Intensitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini diprakirakan bakal bertahan hingga sepekan ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hujan dengan intensitas lebat terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat (83,58mm/hari), Maluku (70,4 mm/hari), Sulawesi Selatan (63,4 mm/hari), Bali (61,5 mm/hari), Banten (60,2 mm/hari), Jawa Barat (54,8 mm/hari), dan Sulawesi Barat (50,1 mm/hari).

Menurut BMKG ada sejumlah faktor yang memengaruhi kejadian ini.

Pertama, kemunculan dua bibit siklon tropis, 91S dan 92P, yang terpantau di Samudra Hindia selatan NTB dan Teluk Carpentaria, membentuk dan memperkuat konvergensi di wilayah selatan Indonesia, seperti Jawa, Bali, NTB, Maluku bagian selatan, hinga Papua Selatan bagian selatan.

Kemudian, aktifnya monsun Asia yang membawa suplai massa udara lembap dari Laut China Selatan ke wilayah Indonesia melalui Selat Karimata dan diperkuat dengan seruakan dingin (cold surge) dari dataran tinggi Siberia melewati ekuator hingga ke Pulau Jawa.

"Aliran monsun Asia ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan," jelas BMKG dalam informasi yang diunggah di Instagram, Jumat (23/1).

Lantas, bagaimana prediksi cuaca di Indonesia dalam sepekan ke depan?

BMKG mengungkap bahwa pelbagai dinamika atmosfer sepekan ke depan turut memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia.

Hasil analisis BMKG mengungkap El Niño-Southern Oscillation (ENSO) menguat pada fase La Nina lemah, dengan Southern Oscillation Index (SOI) cenderung positif, yang berpotensi menambah uap air dan pembentukan awan hujan di Indonesia bagian timur.

Kemudian, Bibit Siklon Tropis 92P terpantau saat ini posisinya berada di sekitar Teluk Carpentaria selatan Papua Selatan dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1008 hPa.

Menurut BMKG potensi bibit ini menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam ke depan tergolong rendah. Namun begitu, aktifnya bibit siklon ini menyebabkan peningkatan angin hingga lebih 25 knot di Laut Banda, Laut Arafuru, Maluku bagian selatan-tenggara, dan Papua Selatan bagian selatan.

Bibit ini juga memicu konfluensi dan konvergensi di Laut Timor-Papua Selatan bagian selatan dan sekitar sistem.

Kemudian, monsun Asia disertai Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) diprediksi menguat, yang menyebabkan massa udara lembap lebih cepat melintasi ekuator menuju wilayah selatan Indonesia. Dampaknya, potensi cuaca ekstrem di Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara akan meningkat.

Fenomena Madden-Jullian Oscillation (MJO) juga diprakirakan aktif melintasi perairan timur Lampung-Lampung, perairan Kepulauan Seribu dan Pulau Seribu, NTB-NTT, serta Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara.

Lalu Gelombang Rossby Ekuator aktif di Samudra Hindia barat Sumatera Utara hingga Lampung. Sementara itu, Gelombang Kelvin aktif di Sumatera Utara, Sumatera, Barat, Riau, Kepulauan Riau, Samudra Hindia barat Sumut-Sumbar, Selat Malaka, dan perairan Dumai-Bengkalis.

"Kondisi atmosfer di atas mendukung peningkatan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan sehingga memicu potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir, angin kencang, serta gelombang laut tinggi di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan," jelas BMKG.

Prospek cuaca sepekan

Menurut BMKG, cuaca di Indonesia sepekan ke depan didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Namun, hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih hadir dengan kategori siaga juga berpotensi di sejumlah wilayah.

Berikut daftar wilayah berpotensi diguyur hujan dan angin kencang pada periode sepekan ke depan:

Hujan sedang

- Sumatera Selatan
- Bengkulu
- Jawa Barat
- Gorontalo
- Sulawesi Tengah
- Maluku
- Papua Tengah
- Papua Pegunungan
- Papua

Hujan lebat-sangat lebat

- Lampung
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur

Hujan ekstrem

- Banten
- DKI Jakarta

Angin kencang

- Kepulauan Riau
- Kepulauan Bangka Belitung
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur

(dmi/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK