Indosat Tangkis 2 Miliar Upaya Scam, Cegah Kerugian Hingga Rp8,44T

CNN Indonesia
Jumat, 06 Feb 2026 15:18 WIB
Indosat Ooredoo Hutchison klaim mencegah 2 miliar ancaman spam dan scam, melindungi pelanggan dari potensi kerugian hingga Rp8,44 triliun dalam 6 bulan.
Ilustrasi. Indosat Ooredoo Hutchison klaim mencegah 2 miliar ancaman spam dan scam, melindungi pelanggan dari potensi kerugian hingga Rp8,44 triliun dalam 6 bulan. (Foto: iStock/dramalens)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengklaim telah berhasil mencegah 2 miliar ancaman spam dan scam dengan perkiraan potensi kerugian mencapai US$500 juta atau sekitar Rp8,44 triliun selama 6 bulan terakhir.

"Ketika berbicara tentang kecerdasan buatan (AI), AI harus digunakan untuk menyelesaikan masalah nyata. AI tidak boleh dijadikan mainan hanya untuk membuat foto dan video. AI harus menjadi alat yang sesungguhnya. Kami telah mencegah 2 miliar spammers dan scammers. Kami telah membuat hidup mereka menjadi sulit," ujar Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer IOH di Kantor Indosat, Jakarta, Jumat (6/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah percobaan spam dan scam yang fantastis tersebut diperkirakan memiliki potensi kerugian mencapai US$500 juta atau sekitar Rp8,44 triliun.

Melihat angka tersebut, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyebut spam dan scam ini telah menjadi sebuah industri.

"Jadi saya kira spam dan scam ini bisa dikatakan sudah menjelma menjadi sebuah industri kejahatan siber," katanya.

"Dan angka ini sangat signifikan dan menunjukkan dampak ekonomi nyata dari upaya perlindungan ini," tambahnya.

Indosat memanfaatkan sistem berbasis platform Wisely AI dari Tanla untuk melindungi pelanggan mereka dari potensi penipuan digital tersebut.

Data internal Indosat menunjukkan bahwa sebagian besar ancaman berasal dari modus penipuan OTP, phishing, dan undian palsu, dengan saluran utama melalui SMS dan panggilan suara.

Aktivitas mencurigakan juga meningkat pada periode tertentu, seperti menjelang hari raya, musim belanja daring, dan masa pencairan bantuan sosial.

Sistem perlindungan ini membantu pelanggan terhindar dari risiko kehilangan dana, gangguan usaha, hingga penyalahgunaan data pribadi.

Tak sekadar memblokir ancaman, fitur ini juga mendorong keterlibatan pelanggan dalam upaya pencegahan.

Sejak diluncurkan 6 bulan lalu, lebih dari 2,5 juta orang disebut telah mengaktifkan aplikasi ponsel untuk peningkatan pengalaman dan mencatatkan lebih dari 124.000 nomor yang digunakan untuk aksi penipuan.

Lebih lanjut, Indosat mengatakan sistem perlindungan ini dirasakan secara signifikan, khususnya oleh segmen UMKM, lansia, dan pelanggan di wilayah dengan tingkat kerawanan yang lebih tinggi.

Fitur baru

Laporan State of Scams in Indonesia 2025 dari Global Anti-Scam Alliance (GASA) menunjukkan hampir dua pertiga masyarakat Indonesia pernah menghadapi upaya penipuan, dengan lebih dari sepertiga menjadi korban dalam 12 bulan terakhir, dan rata-rata setiap korban mengalami penipuan hingga 2,2 kali.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sejak berdirinya Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) pada 22 November 2024 hingga 14 Januari 2026, IASC telah menerima pengaduan penipuan dari konsumen dengan total nilai kerugian mencapai Rp9,1 triliun.

Potensi ancaman yang besar ini menjadi pemicu Indosat untuk terus memperkuat sistem perlindungannya yang hadir dalam kampanye SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam) untuk pelanggan IM3 dan TRI AI: Anti-Spam/Scam untuk pelanggan Tri.

Berikut daftar fitur anti spam dan scam baru dari Indosat:

- Auto blokir SMS penipuan
- Deteksi panggilan berisiko berbasis VoIP
- Pop-up notifikasi panggilan telepon sesuai tingkat risiko
- Ringkasan aktivitas mencurigakan melalui aplikasi
- Integrasi perlindungan Plus+ di myIM3 dan bima+

(lom/dmi)


[Gambas:Video CNN]