Prediksi Cuaca Jakarta Hari Ini Kamis 12 Februari: Potensi Hujan Lebat

CNN Indonesia
Kamis, 12 Feb 2026 06:05 WIB
Ilustrasi. Hujan lebat melanda berpotensi Jakarta dan sekitarnya pada 12 Februari. BMKG sebut cuaca ekstrem akibat Monsun Asia dan dinamika atmosfer global. (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hujan dengan intensitas lebat masih membayangi wilayah Jakarta hari ini, Kamis (12/2). Beberapa wilayah bahkan berpotensi diguyur hujan intensitas sangat lebat.

Dalam Peringatan Dini Hujan yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat pada Kamis (11/2).

Selain kedua wilayah tersebut, wilayah Jabodetabek lain diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Pada Jumat (12/2), wilayah Jakarta Selatan diperkirakan masih bakal diguyur hujan intensitas lebat hingga sangat lebat, sementara wilayah lain diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Pada hari tersebut, wilayah Kabupaten Tangerang juga diperkirakan mengalami angin kencang yang bertahan hingga hari berikutnya.

Lebih lanjut, BMKG memperkirakan tidak ada hujan sangat lebat atau hujan ekstrem hingga Minggu (15/2). Seluruh wilayah Jabodetabek diprediksi mengalami hujan sedang hingga lebat pada periode tersebut.

Dinamika atmosfer

Sebelumnya, BMKG memperkirakan hujan lebat akan meluas selama sepekan ke depan di wilayah Tanah Air. Salah satu pemicunya adalah aktivitas Monsun Asia.

"Monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat terhadap kondisi cuaca di Indonesia, paling tidak hingga dasarian kedua Februari," tulis BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan Periode 10 Februari-16 Februari

"Oleh karena itu, potensi cuaca di wilayah Indonesia bagian selatan diprakirakan akan mengalami peningkatan yang signifikan untuk terjadinya hujan dengan intensitas yang cukup tinggi," tambahnya.

Dalam sepekan ke depan, BMKG memperkirakan sejumlah dinamika atmosfer dari skala global hingga skala lokal masih dominan terhadap cuaca di Indonesia.

Pada skala global, El Niño-Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan fase La Niña lemah, dengan SOI tercatat +11.6 dan indeks Niño 3.4 sebesar −0.75.

Indikator tersebut mengarah pada peningkatan aktivitas konvektif, terutama di kawasan timur Indonesia.

Sementara itu, sirkulasi siklonik diprediksi terbentuk di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Lampung, dan Laut Coral. Sistem ini menginduksi terbentuknya daerah konvergensi di wilayah Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Sumatra Utara, dan Samudra Hindia barat Lampung.

BMKG juga memperkirakan daerah konvergensi lain terbentuk di Pesisir selatan Jawa Barat hingga Pesisir selatan Jawa Timur, Pesisir selatan Kalimantan Selatan hingga Selat Makassar bagian selatan, Sulawesi Tengah hingga Sulawesi Tenggara, dan Papua Selatan hingga Papua Nugini.

"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar Siklon Tropis/sirkulasi siklonik, dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut," jelas BMKG.

Dalam beberapa hari ke depan, BMKG juga memantau adanya pergerakan seruakan dingin (cold surge) seiring dengan penguatan Monsun Asia. Kondisi tersebut terlihat dari nilai Indeks Surge yang diprakirakan signifikan, disertai peningkatan angin utara serta indeks CENS (Cross Equatorial Northerly Surge) yang berada pada kategori tinggi.

Lebih lanjut, gelombang atmosfer diprediksi aktif di sebagian wilayah Indonesia, yaitu Gelombang Kelvin yang terdeteksi aktif di sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa, Kalimantan bagian selatan dan utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Papua Selatan.

Kemudian, Gelombang Rossby Ekuator dalam sepekan kedepan juga terpantau aktif di wilayah sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Bali, NTT, NTB, Kalimantan, Sulawesi, sebagian Maluku dan Maluku Utara, sebagian besar Papua.

(lom/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK