Ada Parade 6 Planet Sejajar Akhir Februari 2026, Catat Jadwalnya

CNN Indonesia
Kamis, 12 Feb 2026 12:08 WIB
Fenomena parade enam planet sejajar bakal kembali menghiasi langit malam pada akhir Februari 2026. Simak jadwalnya.
Ilustrasi. Fenomena parade enam planet sejajar bakal kembali menghiasi langit malam pada akhir Februari 2026. (Foto: exoplanets.nasa.gov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Fenomena parade enam planet sejajar bakal kembali menghiasi langit malam pada akhir Februari 2026. Simak jadwalnya.

Penomena ini dikenal sebagai parade planet atau penyelarasan planet. Menurut NASA, parade planet terjadi ketika setidaknya empat atau lima planet dapat diamati secara bersamaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada 28 Februari, pengamat bintang berkesempatan melihat Merkurius, Venus, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus tampak berbaris rapat di langit, sebuah pemandangan yang tergolong langka.

Parade planet terjadi karena planet-planet mengorbit Matahari dalam bidang yang hampir sama, yang dikenal sebagai bidang ekliptika. Meski bergerak dengan kecepatan dan jarak yang berbeda, ada waktu-waktu tertentu ketika beberapa planet tampak sejajar jika dilihat dari Bumi.

Penjajaran ini hanyalah efek visual. Pada kenyataannya, planet-planet tersebut tetap terpisah oleh jarak jutaan hingga miliaran kilometer.

Sebelumnya, pada 27 Februari 2025, terjadi fenomena langka berupa sejajarnya tujuh planet Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus yang dapat diamati. Fenomena serupa diperkirakan tidak akan terulang lagi hingga tahun 2040.

"Kelompok tiga, empat, atau bahkan lima planet yang terlihat bukanlah hal yang langka, sering muncul sepanjang tahun. Namun, semakin banyak planet yang terlibat, semakin banyak faktor yang harus sejajar agar dapat terlihat bersamaan. Hal ini membuat parade tujuh planet secara penuh menjadi cukup langka," kata Astronom Observatorium Kerajaan Greenwich Greg Brown, melansir The Guardian, Selasa (10/2).

Menurut NASA, kesempatan untuk mengamati beberapa planet dapat berlangsung dari beberapa minggu hingga lebih dari sebulan, karena pergerakan planet yang lambat dan bertahap. Meski sebagian orang mungkin sudah dapat melihat konfigurasi ini sejak akhir pekan, tanggal 28 Februari menjadi momen penting karena jarak antarplanet tampak paling dekat dan jumlah planet yang terlihat bersamaan lebih banyak.

Empat planet Merkurius, Venus, Mars, dan Jupiter dapat dilihat dengan mata telanjang. Sementara itu, Uranus dan Neptunus memerlukan teropong atau teleskop karena berada di wilayah luar Sistem Tata Surya yang jauh dan redup. Merkurius juga terkadang sulit diamati karena posisinya yang rendah dekat cakrawala.

Waktu terbaik untuk mengamati parade planet adalah sekitar 30 menit setelah matahari terbenam waktu setempat. Aplikasi Star Walk menyarankan untuk menghadap ke arah barat, dengan pemandangan terbuka dan cuaca cerah.

NASA menjelaskan bahwa agar planet dapat terlihat tanpa alat optik, posisinya harus berada beberapa derajat di atas cakrawala idealnya 10 derajat atau lebih.

"Hal ini sangat penting karena atmosfer Bumi di dekat permukaan tanah meredupkan objek langit saat mereka terbit atau terbenam," kata NASA.

"Bahkan planet-planet yang terang pun menjadi sulit atau bahkan tidak mungkin dilihat saat mereka terlalu rendah, karena cahayanya tersebar dan diserap sepanjang perjalanan menuju mata Anda," tambahnya.

Penjajaran planet ini dapat disaksikan oleh pengamat di seluruh dunia. Namun, karena 28 Februari merupakan tanggal tengah, waktu pengamatan terbaik bisa berbeda di tiap wilayah, beberapa hari sebelum atau sesudah tanggal tersebut. Menurut Star Walk, tanggal optimal pengamatan adalah:

• 25 Februari: São Paulo
• 28 Februari: Athena, New York, Mexico City, dan Tokyo
• 1 Maret: Beijing, Berlin, London, dan Mumbai
• 2 Maret: Reykjavik

(wpj/dmi)


[Gambas:Video CNN]