Fenomena Atmosfer Penyebab Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah RI
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang ekuator aktif selama sepekan ke depan, memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Tanah Air.
BMKG mengatakan fenomena atmosfer pada berbagai skala, baik global, regional, maupun lokal, masih akan memberikan dampak signifikan terhadap cuaca di Indonesia.
Pada skala global, La Niña dengan kategori lemah masih terdeteksi melalui nilai SOI dan Niño3.4. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di kawasan Indonesia bagian timur.
"Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih terus memengaruhi kondisi atmosfer Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Aktivitas MJO diperkirakan memasuki fase 3 (Indian Ocean) dan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia," kata BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan Periode 24 Februari-02 Maret.
Selain itu, Gelombang Kelvin juga diprediksi aktif di sejumlah wilayah seperti Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, dan Papua Barat.
Kemudian, Gelombang Equatorial Rossby diperkirakan aktif di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku bagian selatan, dan Papua Selatan.
"Kondisi tersebut berpotensi memberikan kontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di wilayah tersebut," terang BMKG.
Dinamika atmosfer di wilayah Indonesia juga dipengaruhi oleh sistem tekanan rendah yang berada di Samudra Hindia barat daya Lampung, serta sirkulasi siklonik yang terbentuk di Laut Sulu, Perairan Utara Papua, dan Kalimantan Barat.
Sistem-sistem ini disebut membentuk daerah perlambatan kecepatan (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi) memanjang di Samudra Hindia barat daya Lampung, dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah, Pesisir Kalimantan Timur, dan di Pesisir utara Papua.
Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik maupun di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut.
Sebelumnya, pada periode 20-23 Februari 2026, BMKG mencatat kejadian hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.
Hujan dengan intensitas ekstrem tercatat di DK Jakarta (179,7 mm/hari) dan Jawa Barat (168,5 mm/hari). Selain itu, hujan dengan intensitas sangat lebat juga tercatat di Nusa Tenggara Timur (127,7 mm/hari), Banten (111,6 mm/hari), dan Sulawesi Selatan (101,0 mm/hari).
Pada periode yang sama, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat juga terjadi di berbagai daerah lain. Hal ini menunjukkan hujan masih mendominasi di sebagian wilayah dengan intensitas yang bervariasi.
Pada periode ini, MJO dan gelombang ekuator seperti Gelombang Kelvin terpantau aktif di sejumlah wilayah dan menjadi dalang peningkatan curah hujan tersebut.
Berikut daftar wilayah berpotensi diguyur hujan lebat sepekan ke depan:
24 - 26 Februari 2026
Hujan lebat-sangat lebat
- Sumatra: Aceh, Sumatra Utara.
- Jawa: Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur.
- Bali dan Nusa Tenggara: Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.
- Sulawesi: Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan.
- Maluku Utara
- Papua Tengah
Angin kencang
- Sumatra: Sumatra Utara, Sumatra Barat, Lampung.
- Jawa: Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur.
- Bali dan Nusa Tenggara: Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.
- Kalimantan: Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan.
- Sulawesi dan Gorontalo: Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.
- Maluku: Maluku, Maluku Utara.
- Papua: Papua Barat, Papua, Papua Selatan.
27 Februari-2 Maret
Hujan lebat-sangat lebat
- Jawa Barat
- Jawa Timur
- Sulawesi Selatan
- Papua Pegunungan
Angin kencang
- Sumatra: Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung.
- Jawa: Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur.
- Bali dan Nusa Tenggara: Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.
- Kalimantan: Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan.
- Sulawesi: Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.
- Maluku: Maluku, Maluku Utara.
- Papua: Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, Papua Selatan.