Prediksi Cuaca Lebaran 2026, Masih Hujan atau Panas? Ini Kata BMKG

CNN Indonesia
Kamis, 26 Feb 2026 12:31 WIB
BMKG peringatkan cuaca ekstrem saat Idulfitri 1447 Hijriah. Curah hujan tinggi diprediksi di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Mitigasi bencana akan dilakukan.
Ilustrasi. Umat Muslim melaksanakan salat idulfitri 1446 Hijriah secara berjamaah di lapangan olahraga Taman Menteng, Jakarta, di Jalan Jatinegara Barat dan Jalan Matraman Raya, Jatinegara, Jakarta. Senin, 31 Maret 2025. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap cuaca ekstrem berpotensi 'menghantui' momen Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau momen Lebaran tahun ini. Simak prediksinya.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan memasuki bulan Maret, curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia umumnya diperkirakan berada pada kategori rendah hingga tinggi. Namun, sejumlah wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah memiliki potensi curah hujan sangat tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sampaikan bahwa nantinya di beberapa daerah pada saat memasuki Idulfitri, kita masih menghadapi cuaca ekstrem, terutama di Jawa Barat dan Jawa Tengah, yang merupakan rute mobilitas pemudik paling banyak," kata Faisal dalam Rakor Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (24/2), melansir laman resmi BMKG.

Faisal mengatakan untuk mengurangi risiko bencana, pihaknya mendorong langkah mitigasi terpadu, seperti Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang akan dilakukan secara situasional berbasis kebutuhan dan pertimbangan ilmiah.

Menurut dia, pemerintah daerah dengan tingkat risiko tinggi dapat berkoordinasi dengan BNPB dan BMKG terkait pelaksanaan OMC.

BMKG memastikan akan terus melakukan analisis dan pemantauan kondisi atmosfer secara berkelanjutan serta menyampaikan informasi dan peringatan dini cuaca secara tepat waktu guna mendukung keselamatan masyarakat dan aktivitas terutama selama periode Angkutan Lebaran 2026.

"Apabila ada kondisi yang membahayakan seperti Siklon Tropis Senyar beberapa waktu lalu, kami akan bersurat langsung kepada para kepala daerah agar dapat mengambil tindakan atau antisipasi segera," jelasnya.

Sebanyak 191 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG di seluruh Indonesia disiagakan selama periode Lebaran. Posko BMKG di 38 provinsi di Indonesia juga beroperasi 24 jam guna memastikan layanan informasi tetap optimal.

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani sebelumnya mengatakan bahwa berdasarkan prediksi curah hujan dasarian II Februari 2026, secara umum wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan kategori rendah hingga menengah, yakni sekitar 20-150 mm per dasarian.

Sepanjang Februari sebagian besar wilayah Indonesia masih berpeluang mengalami hujan dengan intensitas rendah hingga menengah. Meski demikian, terdapat sejumlah wilayah yang masih berpotensi diguyur hujan dengan kategori tinggi hingga sangat tinggi.

Andri menyebut wilayah Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara pada Februari hingga Maret berpotensi mengalami hujan yang cukup dominan.

"Februari-Maret masih berada dalam periode musim hujan di sejumlah wilayah Indonesia, terutama wilayah selatan ekuator seperti Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara, sehingga potensi hujan masih cukup dominan, termasuk hujan sedang hingga lebat secara lokal di wilayah tertentu. Oleh karena itu, awal Ramadhan yang diperkirakan pertengahan Februari masih berpotensi disertai hujan," katanya.

Secara klimatologis, Indonesia baru memasuki awal musim kemarau pada periode April hingga Mei 2026. Awal musim kemarau tersebut diperkirakan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

"Sementara itu, secara klimatologis awal musim kemarau umumnya mulai terjadi pada periode April-Mei, yang diawali dari wilayah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, kemudian bertahap meluas ke wilayah lainnya. BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan akan menyampaikan pembaruan apabila terdapat perubahan signifikan," ungkap Andri.

(dmi/dmi)


[Gambas:Video CNN]