Bibit Siklon 90S Terpantau Aktif Dekat Lampung, Waspada Cuaca Ekstrem

CNN Indonesia
Senin, 02 Mar 2026 03:00 WIB
BMKG memantau Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia barat daya Lampung. Meskipun peluangnya rendah, dampak cuaca ekstrem tetap perlu diwaspadai.
Ilustrasi. Bibit Siklon 90S Terpantau Aktif Dekat Lampung, Waspada Cuaca Ekstrem (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau kemunculan Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia barat daya Lampung. Bibit siklon ini berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem di sejumlah daerah.

Hasil monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mengungkap sistem ini terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Lampung, Banten berdasarkan pembaruan BMKG pada Minggu (1/3), pukul 07.00 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BMKG menyatakan bibit siklon tersebut memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis.

"Bibit siklon tropis 90S mulai terbentuk pada tanggal 27 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, Saat ini posisi berada di sekitar Samudra Hindia barat daya Lampung," demikian informasi BMKG di Instagram, Minggu (1/3).

"Bibit Siklon ini memiliki peluang Rendah untuk menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah timur dalam periode 24 jam ke depan," lanjut BMKG.

Meski demikian, keberadaan Bibit Siklon Tropis 98S tetap berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah.

"Dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 Jam hingga Senin (2/3) pukul 07.00 WIB," tulis BMKG.

Dampak tidak langsung yang diprakirakan antara lain hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Bengkulu, Lampung, dan Banten.

Selain itu, BMKG juga memperingatkan potensi gelombang laut tinggi di beberapa perairan. Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori sedang (moderate sea) berpeluang terjadi di Samudra Hindia Barat Lampung, Samudra Hindia selatan Jawa, dan Selat Sunda bagian selatan.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta pelaku pelayaran di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

(dmi/dmi)


[Gambas:Video CNN]