BMKG Bongkar Pemicu Hujan Lebat di Jakarta-Banten, Ini Biang Keroknya

CNN Indonesia
Selasa, 10 Mar 2026 10:20 WIB
BMKG melaporkan curah hujan tertinggi di Banten dan Jakarta Timur pada 6-9 Maret, memicu banjir di beberapa daerah. Hujan lebat dipengaruhi Monsun Asia.
BMKG melaporkan curah hujan tertinggi di Banten dan Jakarta Timur pada 6-9 Maret, memicu banjir di beberapa daerah. Hujan lebat dipengaruhi Monsun Asia. (Foto: CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat wilayah dengan curah hujan harian tertinggi selama akhir pekan lalu atau periode 6-9 Maret, di antaranya Banten dan Jakarta Timur.

"Selama periode 6 - 9 Maret 2026, BMKG mencatat kejadian hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sebagian wilayah Indonesia. Pada periode tersebut, curah hujan harian pada kategori sangat lebat teramati di wilayah Banten (141.8 mm/hari) dan Jakarta Timur (123.4 mm/hari)," kata BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan Periode 10-16 Maret.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, curah hujan lebat juga terjadi di Sulawesi Selatan (84.4 mm/hari), Bengkulu (82.9 mm/hari), Jambi (78 mm/hari), Sumatra Utara (73.2 mm/hari), dan Jawa Timur (59.8 mm/hari).

Hujan sangat lebat di wilayah Banten tersebut memicu banjir di sejumlah titik. Pada Minggu (8/3), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang melaporkan banjir yang terjadi di wilayahnya meluas hingga merendam 40 desa di 15 kecamatan.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik mengatakan, banjir dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (7/3).

"Untuk ketinggiannya relatif, antara 20 sentimeter hingga 80 sentimeter, setiap wilayah itu berbeda-beda," ujar Taufik.

Sementara di Kota Tangerang, banjir terjadi di 10 kecamatan dengan ketinggian mulai dari sekitar 40 sentimeter hingga lebih dari satu meter.

DiDKI Jakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)DKI Jakarta melaporkan sebanyak 148 RT dan 20 ruas jalan terendam banjir pada Minggu (8/3) siang.

Ratusan RT itu tersebar 33 RT di Jakarta Barat, 55 RT di Jakarta Selatan dan 60 RT di Jakarta Timur. Ketinggian air dilaporkan mulai dari 20 cm hingga 150 cm.

Menurut BMKG, tingginya intensitas hujan selama periode tersebut, khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan, dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia.

Monsun Asia disebut mendorong aliran angin dari Laut Cina Selatan ke arah selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Jawa, sehingga memperkuat daerah konvergensi dan memicu pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang secara spasial melintas di sebagian wilayah Indonesia juga turut meningkatkan anomali angin baratan yang semakin mendukung pembentukan awan konvektif.

Kondisi tersebut, kata BMKG, diperkuat oleh labilitas atmosfer dan kelembapan udara yang signifikan, terutama di Jawa bagian barat, sehingga meningkatkan potensi hujan lebat di sebagian besar wilayah Indonesia khususnya bagian selatan.

(lom/dmi)


[Gambas:Video CNN]