Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah smartphone flagship membawa kamera kelas atas dengan sederet kemampuannya, mulai dari sensor besar, rentang HDR, hingga telefoto. Simak jajaran teratas ponsel dengan kamera terbaik versi DXOmark.
Kamera kerap menjadi salah satu pertimbangan konsumen saat membeli smartphone. Di pasar flagship yang kemampuan kameranya sudah teruji, sedikit perbedaan bisa menjadi pembeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DXOMARK adalah otoritas global di bidang pengujian kamera dan perangkat imaging. Metodologi pengujiannya yang ketat, mencakup jutaan pengukuran ilmiah dan analisis perseptual, menjadikannya rujukan bagi para ahli industri di seluruh dunia.
Berikut daftar lima teratas ponsel dengan kamera terbaik versi DXOmark:
Vivo X200 Ultra
Pada posisi kelima ada vivo X200 Ultra yang mendapatkan skor 167.
Ponsel yang tidak rilis di Indonesia ini membawa tiga kamera, yakni kamera utama 50MP 1/1.28 inci sensor, 35mm equivalent f/1.7-aperture lens, dual‑pixel PDAF, OIS; kamera ultra-wide 50MP 1/1.28 inci sensor, 14mm equivalent f/2.0-aperture lens, dual‑pixel PDAF, OIS; serta kamera telefoto 200MP 1/1.4″ sensor, 85mm equivalent f/2.3-aperture lens, PDAF, OIS.
Ponsel yang dibekali mesin Snapdragon 8 Elite ini dibanderol dengan harga mulai dari CNY6.499 atau setara Rp14,9 jutaan untuk varian 12/256GB saat dirilis.
DXOmark menyoroti sejumlah kelebihan ponsel ini dari sisi kamera, seperti kinerja autofokus yang andal dalam berbagai kondisi pengambilan gambar; fitur potret menampilkan pemisahan subjek yang alami, eksposur yang seimbang, dan kontras yang terkelola dengan baik; serta retensi detail yang mengesankan di semua tingkat zoom.
Sementara itu, kekurangan yang disorot adalah foto yang dizoom terkadang mengalami penurunan ketajaman.
iPhone 17 Pro
Tak ada posisi keempat dalam daftar ini, tetapi iPhone 17 Pro dan Oppo Find X8 Ultra berbagi posisi ketiga dengan skor yang sama, yakni 168.
iPhone 17 Pro hadir mengandalkan sistem Triple Kamera Fusion 48 MP, yakni kamera utama 48 MP dengan Photonic Engine terbaru, ultra wide 48 MP untuk komposisi makro dan lanskap, serta telefoto 48 MP generasi baru dengan desain tetraprism.
Kamera iPhone 17 Pro dan Pro Max hadir dengan zoom optik hingga 8 kali (200mm), dan zoom digital hingga 40 kali. Opsi zoom 4 kali (100mm) juga hadir sebagai lensa klasik untuk foto potret.
Kamera depan membawa sensor 18 MP dengan teknologi Center Stage memungkinkan framing otomatis saat selfie atau video call, termasuk rotasi otomatis dari potret ke lanskap. Kamera depan ini juga mendukung Dual Capture dan perekaman 4K HDR ultra stabil.
Ponsel ini iPhone 17 Pro dan Pro Max kini mendukung format video profesional seperti ProRes RAW, Apple Log 2, dan genlock. Apple Log 2 menawarkan rentang dinamis lebih luas untuk fleksibilitas saat penyuntingan, sementara genlock memungkinkan sinkronisasi presisi dalam pengambilan gambar multi-kamera.
Selain itu, Hp ini juga menghadirkan fitur Dolby Vision 4K 120 fps dan standar industri ACES.
DXOmark menyoroti kelebihan ponsel ini seperti pengalaman video terbaik di kelasnya; performa zoom yang halus di sebagian besar rentang, menghasilkan potret yang menakjubkan serta video zoom berkualitas tinggi; fotografi potret yang mengesankan dengan reproduksi warna yang akurat, tone kulit alami, dan eksposur yang konsisten baik, dengan kontrol yang baik terhadap artefak.
Namun, ada juga beberapa kekurangan yang disorot seperti batasan yang terlihat pada foto grup akibat tidak adanya bukaan lensa yang dapat disesuaikan; noise yang terlihat pada lingkungan indoor dan kondisi cahaya rendah; detail tekstur yang berkurang pada tingkat zoom intermediet antara focal length yang telah ditentukan.
Posisi teratas di halaman berikutnya...
Oppo Find X8 Ultra
Ponsel yang berbagi tempat dengan iPhone 17 Pro ini membawa kamera utama 50 MP f/1.8 23mm, PDAF, Ball-Type OIS; kamera Ultra-wide 50 MP f/2 15mm, PDAF;
kamera short tele 50 MP f/2.1 70mm, PDAF, Ball-Type OIS; serta kamera long tele 50 MP f/3.1 135mm (telephoto), PDAF, Ball-Type OIS.
Seperti vivo X200 Ultra, ponsel ini juga tidak rilis di Indonesia. Oppo Find X8 Ultra membawa mesin Snapdragon 8 Elite.
Beberapa kelebihan yang disoroti DXOmark pada ponsel ini adalah pengalaman kamera yang seimbang, memberikan performa yang konsisten dan baik untuk semua kebutuhan foto dan video; potret yang menakjubkan dengan fokus subjek yang jelas dan efek blur latar belakang yang alami dan indah; zoom terbaik di kelasnya baik untuk foto maupun video, menjaga detail tetap tajam dan jelas bahkan pada jarak jauh.
Namun, ada juga poin kekurangan yang disorot seperti ketidakstabilan warna sesekali dapat diamati pada foto dan video; serta masalah seperti ghosting dan ketidakkonsistenan penggabungan dapat muncul dalam skenario pengambilan gambar yang sangat menantang, terutama yang melibatkan gerakan.
Vivo X300 Pro
Vivo X300 Pro dilengkapi dengan sistem kamera belakang triple Zeiss yang diperbarui.
Ponsel ini membawa sensor utama 50MP Sony LYT-828 berukuran 1/1.28 inci dengan aperture f/1.57 dan stabilisasi gambar optik (OIS) gimbal.
Ponsel ini juga dilengkapi dengan kamera ultrawide 50MP Samsung JN1, serta sensor Samsung HPB 200MP berukuran 1/1.4 inci untuk kebutuhan telefoto. Untuk kamera depan, Vivo memberikan kamera 50MP dengan sensor Samsung JN1.
Pada bagian mesin, Vivo X300 Pro dibekali chipset MediaTek Dimensity 9500 yang dipadukan dengan chip imaging vivo V3+, RAM 16 GB dan penyimpanan hingga 512 GB.
Ponsel ini dibanderol dengan harga Rp18,999 juta. Ada juga opsi tambahan photography kit untuk melengkapi pengalaman fotografi dengan harga Rp2,999 juta untuk Telephoto Extender Kit dan 1,599 juta untuk Imaging Grip Kit.
DXOmark yang memberikan skor 171 untuk ponsel ini mencatat sejumlah kelebihan seperti penampilan warna kulit yang alami dengan white balance yang netral pada foto dan video; tingkat detail yang tinggi pada sebagian besar kondisi foto dan video, dengan noise yang sangat rendah pada foto; detail terjaga dengan baik pada foto dengan zoom tele.
Selain itu, segmentasi subjek pada ponsel ini disebut sangat baik dengan efek bokeh yang alami; dan stabilisasi video yang efektif pada sebagian besar kondisi pengambilan gambar.
Namun, ada juga beberapa catatan kekurangan seperti kadang-kadang tampilan warna kulit yang tidak alami atau sedikit terlalu cerah pada kulit gelap dalam foto; detail yang tidak alami terlihat dalam kondisi cahaya rendah pada beberapa foto; ketidakstabilan kontras dalam adegan yang sangat terang dari belakang; serta kadang-kadang muncul ghosting dan fringing warna.
Huawei Pura 80 Ultra
Jawara kamera HP terbaik jatuh pada Huawei Pura 80 Ultra yang mendapatkan skor 175 dari DXOmark.
Salah satu fitur paling menonjol dari ponsel ini adalah Switchable Dual Telephoto Lens pada varian Ultra yang dipadukan dengan sensor Ultra Large 1/1,28 inci.
Pura 80 Ultra menggunakan sistem dual telefoto switchable dengan rana mekanis yang memungkinkan peralihan mulus antara dua jalur optik berbeda. Jalur optik 3,7x dan 9,4x optical zoom berbagi sensor besar 1/1,28 inci.
Pura 80 Ultra juga membawa dukungan HDR yang diklaim melampaui standar smartphone pada umumnya. Jika kebanyakan smartphone hanya mencapai 10EV hingga 14EV, Huawei Pura 80 Ultra mampu menembus hingga 16EV.
Ponsel yang hadir dalam varian 16/512GB ini dibanderol dengan harga Rp22,999 juta.
Beberapa keunggulan yang disoroti DXOmark pada ponsel ini adalah hasil yang konsisten dengan warna yang cerah, detail yang tajam, dan eksposur alami dalam berbagai kondisi pencahayaan; potret yang bagus dengan tone kulit yang flattering dan blur latar belakang yang lembut dan alami; zoom ultra-lebar dan telefoto yang mengesankan yang menjaga gambar tetap jelas dan detail; video yang halus dan stabil dengan detail dan kejernihan yang excellent, bahkan saat bergerak.
Sementara itu, kekurangan yang disoroti adalah perubahan warna dan kecerahan ringan dalam kondisi pencahayaan yang menantang.