Gara-gara Trump, Penyakit Paru-paru Bakal Lebih Parah dan Mematikan
Para pejabat telah menunda proyek-proyek energi bersih, memaksa pembangkit listrik berbahan bakar fosil untuk tetap beroperasi jauh setelah tanggal penutupan yang direncanakan, serta melobi Kongres untuk mencabut kewenangan California dalam mewajibkan penjualan kendaraan listrik.
Menurut para penulis, jika langkah-langkah ini berhasil, hal itu akan menyebabkan polusi udara yang semakin parah, dengan dampak yang berpotensi "tidak dapat diubah" terhadap kesehatan paru-paru.
Risiko lain yang disoroti dalam makalah tersebut meliputi penundaan perlindungan di tempat kerja bagi para penambang batu bara yang terpapar debu silika, pemotongan dana kesehatan masyarakat di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA), serta penurunan cakupan vaksinasi di bawah Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Risiko-risiko ini kemungkinan akan semakin parah, dengan banyak orang 'menemukan diri mereka berada di pusat berbagai vektor bahaya', menurut Gaffney.
Pasien dengan penyakit paru obstruktif kronis mungkin terpapar tingkat jelaga yang lebih tinggi akibat melemahnya standar emisi, dan mungkin juga kehilangan jaminan kesehatan. Jika mereka merokok, yang semakin meningkatkan risiko, mereka mungkin juga kehilangan akses ke program penghentian merokok akibat berkurangnya dana dari CDC.
Jika mereka mempercayai informasi yang salah yang disebarkan oleh pejabat pemerintahan Trump, mereka mungkin juga menunda vaksinasi Covid-19 dan influenza, padahal mereka sangat rentan terhadap kedua penyakit tersebut.
Gaffney memprediksi pelonggaran kebijakan lingkungan akan memperparah pemanasan global, memicu kebakaran hutan yang lebih parah dan lebih sering yang mungkin membuat pasien terpapar lebih banyak asap yang merusak paru-paru.
Penyakit paru-paru dapat menyerang siapa saja tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi, tidak ada kelompok masyarakat yang benar-benar kebal terhadap dampaknya. Namun, kelompok masyarakat tertentu akan paling menderita akibat pilihan kebijakan yang berbeda-beda.
Meskipun para penambang batu bara di negara bagian yang didominasi Partai Republik akan paling terpukul oleh pemangkasan kebijakan kesehatan kerja tertentu, dampaknya mungkin akan dirasakan paling parah oleh komunitas kulit hitam, yang mengalami tingkat prevalensi asma yang jauh lebih tinggi.
"Kita hidup dalam masyarakat yang sangat tidak setara dalam banyak hal, dan kita tahu bahwa penyakit paru-paru paling banyak menimpa kaum pekerja dan orang miskin dari semua ras," ungkap Gaffney.
Gaffney, yang telah mengadvokasi program Medicare for All, mengatakan bahwa perubahan yang luas diperlukan.
"Rangkaian kebijakan merugikan yang kita saksikan saat ini belum pernah terjadi sebelumnya," katanya.
"Kita perlu melakukan lebih dari sekadar membatalkan kebijakan-kebijakan tersebut. Kita perlu benar-benar mengimplementasikan kebijakan-kebijakan positif yang akan menjamin kesehatan seluruh warga Amerika," lanjut Gaffney
(wpj/dmi) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]