Kurangi Beban Dokter, Jepang Lirik AI untuk Cek Kanker

CNN Indonesia
Rabu, 25 Mar 2026 05:00 WIB
Kementerian Kesehatan Jepang akan memulai uji coba kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk pemeriksaan kanker.
Ilustrasi. Untuk mengurangi beban dokter, Jepang mulai uji coba penggunaan AI untuk prosedur pemeriksaan kanker. (DW (SoftNews))
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan Jepang akan memulai uji coba kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk pemeriksaan kanker. Hal ini dilakukan guna mengurangi beban kerja dokter.

Berdasar pedoman pemerintah, untuk pemeriksaan kanker paru-paru, lambung, dan payudara di tingkat kota mewajibkan sistem, "pemeriksaan ganda". Setidaknya ada dua dokter yang harus meninjau setiap gambar sinar-X untuk mencegah kesalahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syarat ini membuat fasilitas kesehatan kekurangan dokter dan menimbulkan beban signifikan pada staf medis.

Oleh karenanya, Kementerian Kesehatan Jepang mulai melakukan uji coba penggunaan AI dalam prosedur pemeriksaan kanker.

Melansir dari Asahi Shimbun, hal ini pun sudah disetujui para panel ahli pada Senin (23/3).

Dalam usulan uji coba, AI pertama akan menganalisis gambar. Jika AI menandai potensi kelainan, dokter lalu akan menilai hasilnya untuk memutuskan apa pemeriksaan lanjutan diperlukan. Cara ini pun dapat menghilangkan kebutuhan peninjauan oleh dokter kedua.

Sementara untuk gambar yang menurut AI bebas dari kelainan, protokol pengecekan ganda yang ada oleh dua dokter akan tetap berlaku.

Hingga kini, waktu, metode, dan struktur untuk verifikasi masih belum diputuskan. Kementerian menyatakan hal tersebut akan ditentukan setelah mendengar pendapat para ahli.

(els) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]