Krisis RAM Diprediksi Sampai 2030, Harga HP-Laptop Bakal Makin Mahal

CNN Indonesia
Jumat, 27 Mar 2026 07:00 WIB
Ilustrasi. Krisis pasokan memori global diperkirakan akan berlanjut hingga 2030, menyebabkan kenaikan harga dan penundaan produk baru di industri elektronik. (Foto: iStockphoto/Thomas Faull)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kelangkaan krisis chip global diperkirakan tidak akan berakhir dalam waktu dekat, bahkan bisa berlangsung hingga akhir dekade ini.

Chairman SK Hynix Chey Tae Won menyatakan bahwa krisis pasokan DRAM yang terjadi saat ini berpotensi berlanjut hingga melewati 2028 dan bisa bertahan sampai 2030. Prediksi ini jauh lebih lama dari perkiraan sebelumnya yang hanya sekitar dua tahun.

Sebelumnya, para analis memperkirakan bahwa krisis memori ini akan berlangsung sekitar dua tahun, dengan mengacu pada pabrik-pabrik baru yang pada akhirnya akan mulai beroperasi.

Namun, bos semikonduktor Korea Selatan SK Hynix memperkirakan kelangkaan ini akan berlangsung selama empat atau lima tahun.

"Jadi, kami membutuhkan waktu untuk meningkatkan produksi wafer, setidaknya empat hingga lima tahun. Kekurangan pasokan saat ini diperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2030, sehingga kami memperkirakan kekurangan pasokan wafer akan mencapai lebih dari 20 persen," kata Chey, melansir PCMag, Rabu (18/3).

Krisis chip ini disebabkan oleh perusahaan-perusahaan yang mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan membangun pusat data generasi terbaru yang dilengkapi dengan GPU yang menggunakan memori berbandwidth tinggi (HBM) dalam jumlah besar.

Menurut Chey, masalahnya adalah HBM membutuhkan "banyak wafer." Sementara itu, SK Hynix sedang menyusun strategi untuk menstabilkan harga DRAM yang melonjak, yang berdampak pada RAM DDR5 dan DDR4 untuk konsumen.

Ini merupakan pertanda buruk bagi industri elektronik konsumen. Kekurangan pasokan tersebut telah menyebabkan kenaikan harga dan penundaan peluncuran produk baru, termasuk Steam Machine dari Valve dan, menurut laporan, kartu grafis baru dari Nvidia.

Situasinya begitu memprihatinkan hingga lembaga riset memperkirakan industri ponsel pintar dan PC akan mengalami penurunan pengiriman sebesar 10 persen pada tahun 2026 akibat kenaikan biaya komponen yang menekan permintaan dan produksi.

Awal tahun ini saja, sejumlah pabrikan HP ramai-ramai mulai menaikkan harga jual produknya. Kenaikan harga ini terjadi di semua segmen, mulai dari entry-level hingga flagship. Kenaikan harga sendiri bervariasi mulai dari di bawah 10 persen hingga mencapai 25 persen.

(wpj/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK