Prediksi Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 29 Maret: Potensi Hujan

CNN Indonesia
Minggu, 29 Mar 2026 05:00 WIB
BMKG memprediksi hujan di Jakarta dan sekitarnya hari ini, dengan potensi dampak bencana hidrometeorologi. Waspadai genangan dan longsor.
Ilustrasi. BMKG memprediksi hujan di Jakarta dan sekitarnya hari ini, dengan potensi dampak bencana hidrometeorologi. (Foto: CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya cenderung hujan pada hari ini, Minggu (29/3). Simak prediksinya.

Menurut BMKG, sejumlah daerah diprediksi berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Wilayah yang masuk kategori waspada meliputi Kota Tangerang, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti genangan, luapan air sungai, hingga tanah longsor yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

"Potensi dampak bencana hidrometeorologi berupa genangan, luapan air sungai, dan longsor yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat," tulis BMKG dalam postingan Istagram, Jumat (27/3).

Menurut BMKG, tidak ada wilayah yang diprediksi masuk kategori 'Siaga (hujan lebat hingga sangat lebat) dan 'Awas' (hujan sangat lebat hingga ekstrem). BMKG juga tidak mengeluarkan peringatan dini angin kencang di sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya pada hari ini.

Menurut BMKG dalam sepekan ke depan kondisi cuaca di Tanah Air masih dipengaruhi dinamika atmosfer skala global dan lokal. Hasil analisis menunjukkan nilai SOI yang teramati sebesar +14.2, yang menunjukkan La Nina lemah, sehingga berpengaruh dalam peningkatan pola konvektif di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

Analisis regional berdasarkan anomali OLR, MJO, dan aktivitas gelombang ekuator juga mengindikasikan kecenderungan peningkatan aktivitas konvektif, terutama di wilayah Sumatra bagian utara, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Pesisir Timur Sulawesi, Laut Banda, Laut Arafuru, Samudra Hindia Selatan Jawa hingga NTT, Laut Timor, Laut Maluku, Laut Seram, Maluku, dan sebagian besar Pulau Papua.

Menurut BMKG peningkatan aktivitas konvektif tersebut diprakirakan diperkuat oleh aktifnya MJO secara spasial pada 27-28 Maret 2026, gangguan fenomena MJO secara spasial diprakirakan aktif di wilayah Samudera Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Nias, Laut Arafuru, sebagian besar Pulau
Papua dan Perairan utara utara Papua.

"Kombinasi fenomena tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan curah hujan, terutama di beberapa wilayah perairan dan daratan Indonesia," kata BMKG dalam keterangan di laman resminya, Kamis (26/3).

Siklon Tropis Narelle yang terpantau aktif kembali di Samudra Hindia barat laut Australia turut memberikan pengaruh tidak langsung terhadap dinamika atmosfer di Indonesia, terutama meningkatkan potensi curah hujan sedang-lebat di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Selain itu, sirkulasi siklonik diprakirakan muncul di Samudra Hindia Barat Aceh, Samudra Hindia Barat Daya Banten, Papua bagian Selatan.

(wpj/dmi) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]