Prediksi Cuaca Jakarta Hari Ini 1 April: Siap-siap Masih Diguyur Hujan

CNN Indonesia
Rabu, 01 Apr 2026 06:25 WIB
Hujan diprediksi masih melanda Jakarta dan sekitarnya hari ini, Rabu (1/4). BMKG peringatkan potensi hujan lebat dan bencana hidrometeorologi.
Ilustrasi. Hujan diprediksi masih melanda Jakarta dan sekitarnya hari ini, Rabu (1/4). BMKG peringatkan potensi hujan lebat dan bencana hidrometeorologi. (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hujan diprediksi masih akan membasahi wilayah Jakarta dan sekitarnya hari ini, Rabu (1/4), meski sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terjadi di sejumlah wilayah Jabodetabek pada awal April ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan peringatan dini BMKG, wilayah berstatus waspada (hujan sedang-lebat) mencakup Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok.

Sementara itu, Kabupaten Bogor masuk kategori siaga (hujan lebat-sangat lebat). Tidak ada wilayah dengan status awas atau hujan ekstrem, dan tidak terdapat peringatan dini angin kencang untuk periode tersebut.

BMKG menjelaskan, hujan yang masih terjadi pada akhir Maret hingga awal April dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang cukup kompleks. Aktivitas gelombang ekuatorial seperti Rossby dan Kelvin masih terpantau aktif, sementara peralihan dominasi dari monsun Asia ke monsun Australia mulai berlangsung.

Kombinasi ini memicu terbentuknya pola konvergensi yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta dan sekitarnya.

Pada skala global, fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO) berada dalam fase netral dengan indeks Nino 3.4 sebesar -0,51, sehingga tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan curah hujan.

Nilai Dipole Mode Index (DMI) juga berada pada fase netral (-0,13), yang menandakan tidak adanya aliran udara signifikan dari Samudra Hindia ke Indonesia bagian barat.

Sementara itu, pada skala regional, monsun Australia terpantau mulai menguat dan membawa massa udara yang relatif lebih kering. Hal ini menjadi salah satu indikasi bahwa sebagian wilayah Indonesia perlahan memasuki masa peralihan menuju musim kemarau, ditandai dengan dominasi angin timuran.

Meski demikian, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan melintasi wilayah Sumatra hingga Papua, yang dapat meningkatkan pembentukan awan hujan. Ditambah dengan gelombang Rossby ekuatorial, kondisi ini membentuk daerah konvergensi di sejumlah wilayah yang turut memperbesar peluang hujan.

Secara umum, pada periode 31 Maret hingga 6 April 2026, cuaca di Indonesia diprediksi didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, peningkatan intensitas hujan menjadi sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah, termasuk Jawa Barat yang menaungi kawasan Jabodetabek.

BMKG mengingatkan bahwa hujan lebat yang disertai kilat atau angin kencang berpotensi terjadi dan dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, hingga longsor. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada, terutama di daerah rawan banjir dan wilayah dengan sistem drainase yang kurang baik.

Infografis : Fakta-fakta Fenomena 'Godzilla' El NinoFakta-fakta Fenomena 'Godzilla' El Nino (Foto: CNN Indonesia/ Firly Ariady)

(wpj/dmi) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]