Alasan OpenAI Tutup Sora Terungkap, Ternyata Gara-gara Ini

dmi | CNN Indonesia
Rabu, 01 Apr 2026 15:01 WIB
OpenAI menutup Sora, aplikasi video AI, hanya enam bulan setelah peluncuran. Keputusan ini dipicu biaya tinggi dan minimnya pengguna.
Ilustrasi. OpenAI menutup Sora, aplikasi video AI, hanya enam bulan setelah peluncuran. Keputusan ini dipicu biaya tinggi dan minimnya pengguna. (Foto: Openai)
Jakarta, CNN Indonesia --

Keputusan OpenAI menutup Sora, alat pembuat video berbasis kecerdasan buatan (AI), hanya enam bulan setelah peluncurannya memicu berbagai spekulasi di kalangan publik.

Keputusan ini cukup mengejutkan dan tanpa ada penjelasan dari perusahaan di balik penutupan aplikasi ini. Apalagi, Sora sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu terobosan besar OpenAI di sektor video generatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aplikasi ini memungkinkan pengguna membuat video hanya dari teks dan sempat menarik perhatian industri kreatif hingga raksasa hiburan seperti Disney.

Aplikasi ini memang mendapat sorotan kontroversial karena meminta pengguna mengunggah foto wajah mereka, memunculkan kecurigaan praktik pengumpulan data secara terselubung di balik layanan tersebut. Namun, alasan penutupan aplikasi ini jauh dari isu kontroversial.

Mengutip laporan investigasi The Wall Street Journal via Tech Crunch pada Minggu (29/3), alasan perusahaan memilih menutup Sora ternyata lebih sederhana, yakni tidak menguntungkan dan minim pengguna, sehingga justru menjadi beban dalam persaingan AI yang semakin ketat.

Setelah pertama kali meluncur, jumlah pengguna Sora sempat menyentuh sekitar satu juta sebelum akhirnya turun drastis menjadi kurang dari 500.000 pengguna. Di sisi lain, biaya operasionalnya sangat tinggi, mencapai sekitar US$ 1 juta (Rp16,8 miliar) per hari.

Hal ini terjadi karena proses pembuatan video berbasis AI membutuhkan daya komputasi besar dan menguras pasokan chip AI yang terbatas.

Sementara tim OpenAI berfokus mengembangkan Sora, pesaing seperti Anthropic justru diam-diam memperkuat posisinya dengan menarik perhatian pengembang dan perusahaan. Produk mereka, Claude Code, bahkan disebut menunjukkan performa lebih unggul dalam beberapa aspek.

Dalam situasi tersebut, CEO Sam Altman akhirnya mengambil keputusan untuk menghentikan Sora, membebaskan sumber daya komputasi, dan mengalihkan fokus ke lini produk lain yang lebih strategis.

Keputusan ini tergolong mendadak. Bahkan, The Walt Disney Company yang telah menyiapkan investasi hingga US$1 miliar (Rp16,8 triliun - Rp17 triliun) untuk kemitraan tersebut baru mengetahui penutupan Sora kurang dari satu jam sebelum diumumkan ke publik. Akibatnya, kerja sama itu pun batal.

Secara resmi, OpenAI mengumumkan penghentian layanan ini melalui media sosial.

"Kami mengucapkan selamat tinggal pada Sora. Terima kasih kepada semua yang berkarya, berbagi, dan membangun komunitas bersama Sora. Apa yang kalian buat berarti, dan kami tahu kabar ini mengecewakan," tulis perusahaan di akun X mereka, dikutip dari 9to5Google, Selasa (24/3).

Penutupan ini juga berdampak pada kerja sama dengan The Walt Disney Company yang sebelumnya memungkinkan penggunaan IP resmi Disney di platform tersebut.

"Kami menghormati keputusan OpenAI untuk mundur dari bisnis pembuatan video dan mengalihkan prioritasnya ke bidang lain. Kami menghargai kerja sama yang konstruktif antara tim kami dan pelajaran yang kami peroleh darinya," ujar pihak Disney, dikutip dari Variety.

"Dan kami akan terus berkolaborasi dengan platform AI untuk menemukan cara-cara baru dalam menjangkau penggemar di mana pun mereka berada, sambil secara bertanggung jawab mengadopsi teknologi baru yang menghormati hak kekayaan intelektual dan hak para kreator," lanjutnya.

Sejumlah analis menilai keputusan ini dipicu oleh tingginya biaya teknologi video generatif. Selain itu, OpenAI juga disebut tengah mempersiapkan langkah besar seperti penawaran saham perdana (IPO).

Langkah ini sekaligus menegaskan strategi perusahaan untuk kembali fokus pada produk inti seperti ChatGPT dan model GPT terbaru, dibanding mempertahankan layanan video yang menguras sumber daya besar.

(wpj/dmi) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]