Bagian Bumi Ini Dijepret Pakai iPhone 17 Pro Max

CNN Indonesia
Selasa, 07 Apr 2026 10:24 WIB
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan bahwa iPhone telah lolos uji kelayakan penuh untuk penggunaan jangka panjang di orbit.
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan bahwa iPhone telah lolos uji kelayakan penuh untuk penggunaan jangka panjang di orbit. Arsip NASA
Jakarta, CNN Indonesia --

Astronaut dalam misi Artemis II ke Bulan memamerkan penampakan Bumi dari luar angkasa. Uniknya, pemandangan tersebut dijepret hanya menggunakan ponsel, yakni iPhone 17 Pro Max.‎‎

Pada Februari, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan bahwa iPhone telah lolos uji kelayakan penuh untuk penggunaan jangka panjang di orbit. Hal ini membuka peluang baru bagi perangkat komersial dalam mendukung misi luar angkasa.‎‎

Dalam misi Artemis II ke Bulan, empat astronaut yang terlibat diketahui dibekali iPhone 17 Pro Max untuk keperluan dokumentasi pribadi, termasuk mengambil foto dan video selama perjalanan.‎‎

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari MacRumors, dalam foto-foto terbaru yang dijepret para astronaut, tampak Komandan misi, Reid Wiseman, bersama Spesialis Misi Christina Koch, tengah memandang Bumi dari jendela utama kabin pesawat ruang angkasa Orion.

‎‎Berdasarkan data dari Flickr, foto-foto tersebut diambil menggunakan kamera depan iPhone 17 Pro Max pada 2 April, yang merupakan hari kedua misi berlangsung.

‎‎Sementara itu, dokumentasi lain dari misi ini diambil menggunakan berbagai perangkat kamera profesional, seperti Nikon D5, Nikon Z 9, serta GoPro HERO4 Black.‎‎

Sebagai informasi, Artemis II merupakan misi berawak pertama NASA menuju Bulan sejak 1972. Para astronaut dijadwalkan mencapai sisi jauh Bulan pada Senin (6/4), sekaligus mencetak rekor baru sebagai jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia dari Bumi.

‎‎Para astronaut tidak akan mendarat di Bulan dan hanya melintas untuk melakukan pengamatan, lalu kembali ke Bumi pada 10 April. ‎‎Lebih lanjut, para astronaut Artemis II mempelajari Bulan tanpa alat bantuan di tengah teknologi canggih saat ini.

Mereka akan mempelajari bulan dengan instrumen paling dasar untuk mempelajari Bulan yakni dengan mata mereka, bukan kamera canggih.‎‎ Kelsey Young, ilmuwan utama untuk misi Artemis II menyebut jumlah reseptor di mata manusia jauh melebihi kemampuan kamera canggih sekalipun.‎‎

"Mata manusia pada dasarnya adalah kamera terbaik yang pernah ada," kata Kelsey Young, ilmuwan utama untuk misi Artemis 2, dikutip dari AFP, Minggu (5/4).‎‎

Meskipun kamera modern mungkin lebih unggul daripada penglihatan manusia dalam beberapa hal, namun ia menegaskan bahwa mata manusia sangat bagus dalam hal warna, dan sangat bagus dalam hal konteks, dan juga sangat bagus dalam pengamatan fotometrik.‎‎

Ia menjelaskan, manusia dapat memahami bagaimana pencahayaan mengubah detail permukaan, seperti bagaimana pencahayaan yang miring mengungkapkan tekstur tetapi mengurangi warna yang terlihat.‎‎

Hanya dalam sekejap mata, manusia dapat mendeteksi perubahan warna yang halus dan memahami bagaimana pencahayaan mengubah kontur lanskap seperti permukaan Bulan, detail yang berguna secara ilmiah tetapi sulit dipastikan dari foto atau video.

(lom/mik) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]