Hujan Lebat Bayangi Sejumlah Wilayah RI Sepekan ke Depan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan lebat masih membayangi sejumlah wilayah Indonesia selama sepekan ke depan imbas sederet fenomena atmosfer.
"Dalam sepekan ke depan, kondisi cuaca di Indonesia masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal," kata BMKG dalam Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 7-13 April.
Lihat Juga : |
Pada skala global, BMKG mengatakan fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO) berada pada fase netral terlihat dari indeks NINO 3.4 sebesar -0,42. Fenomena ini disebut tidak memberikan peningkatan yang signifikan terhadap aktivitas konvektif di wilayah Indonesia.
Sementara itu, nilai Dipole Mode Index (DMI) saat ini berada di angka -0,25 dan berada pada fase netral yang menunjukkan tidak adanya aliran udara signifikan dari Samudra Hindia timur Afrika ke wilayah Indonesia, khususnya bagian barat, sehingga pengaruhnya terhadap distribusi curah hujan di Indonesia juga masih terbatas.
Pada skala regional, Monsun Australia terpantau semakin menguat dan diprakirakan masih akan terus menguat dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi ini mendorong peningkatan massa udara dari Australia menuju Indonesia yang umumnya bersifat lebih kering.
Konsisten dengan hal tersebut, kata BMKG, analisis angin zonal menunjukkan dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia, yang mengindikasikan bahwa sejumlah wilayah mulai mengalami masa peralihan menuju musim kemarau.
Meski demikian, dinamika atmosfer lain masih turut memengaruhi potensi hujan di sebagian wilayah di Indonesia.
"Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan melintasi sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian Kalimantan Barat, dan sebagian Papua, sehingga berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut," terang BMKG.
Selain itu, Gelombang Rossby Equatorial yang berpropagasi ke arah barat juga diprakirakan aktif melintasi sebagian wilayah Sumatra, Jawa, Bali, NTB, NTT, dan sebagian wilayah Pulau Papua.
Kemudian, Gelombang Kelvin yang berpropagasi ke arah timur diprakirakan turut aktif dan melintasi sebagian besar wilayah Sumatra.
Lihat Juga : |
Selain faktor tersebut, sirkulasi siklonik juga berpotensi terbentuk di Laut Cina Selatan, Perairan utara Aceh, Samudra Hindia barat daya Lampung, Laut Jawa, Laut Sulawesi, dan Laut Banda.
"Sistem-sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut," jelas BMKG.
Lebih lanjut, labilitas atmosfer juga terpantau cukup kuat di sejumlah wilayah, yang turut mendukung proses konvektif pada skala lokal.
Berikut daftar wilayah berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat sepekan ke depan:
7-9 April
Hujan lebat-sangat lebat
- Sumatera Utara
- Lampung
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Timur
- Nusa Tenggara Timur
- Sulawesi Tengah
- Maluku
- Papua Pegunungan
- Papua Selatan
Angin kencang
- Bengkulu
- Papua
- Papua Barat
10-13 April
Hujan lebat-sangat lebat
- Aceh
- Jawa Timur
- Sulawesi Selatan
- Papua Pegunungan
Angin kencang
- Papua
- Papua Barat