Artemis II Abadikan 'Earthset' dan Gerhana Matahari dari Balik Bulan

CNN Indonesia
Rabu, 08 Apr 2026 07:55 WIB
Astronaut Artemis II mengabadikan momen langka gerhana matahari total dan 'Earthset' dari Bulan. Penerbangan bersejarah ini menandai kemajuan luar angkasa. (Foto: Artemis II/NASA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para Astronaut misi Artemis II mengabadikan momen langka dan fenomenal usai menyelesaikan penerbangan lintas Bulan. Dari dalam kapsul luar angkasa Orion, mereka memotret dua foto antariksa ikonik.

Salah satu foto yang berhasil mereka ambil adalah fenomena Gerhana Matahari Total yang diambil dari balik Bulan. Foto ini diambil selama penerbangan bersejarah mereka melintasi Bulan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (6/4) saat pesawat ruang angkasa Orion melintasi sisi jauh Bulan.

Lintasan ini menempatkan awak pesawat di tempat dan pada waktu yang tepat untuk menyaksikan Bulan sepenuhnya menutupi Matahari selama sekitar 53 menit. Durasi ini jauh lebih lama daripada durasi maksimum fase totalitas gerhana yang terlihat dari Bumi.

Namun, bukan hanya lamanya durasi yang membuat gerhana ini luar biasa; pemandangannya juga tak kalah menakjubkan.

Astronaut NASA Victor Glover menggambarkan pemandangan yang terungkap saat matahari menghilang di balik piringan bulan.

"Ini sungguh tak terbayangkan. Matahari tenggelam di balik Bulan, namun korona masih terlihat. Cahayanya terang dan membentuk lingkaran cahaya yang hampir mengelilingi seluruh bulan," kata Glover, melansir Space, Rabu (8/4).

Fenomena Gerhana Matahari Total yang diambil dari balik Bulan. Foto ini diambil selama penerbangan Artemis II, misi bersejarah melintasi Bulan. (Foto: Artemis II/NASA)

Selain momen tersebut, para astronaut juga memotret foto 'Earthset'. Foto ini dinamai 'Earthset' karena Bumi seolah-olah akan terbenam di balik Bulan.

Foto tersebut menunjukkan permukaan Bulan yang penuh dengan kawah bekas tumbukan meteor, sementara Bumi tampak mengintip di belakangnya.

Sebagian besar foto juga memperlihatkan sisi gelap Bumi yang sedang mengalami malam hari, sedangkan sisi siang Bumi di bagian atas terlihat awan berputar-putar di atas wilayah Australia dan Oseania.

Melansir laman resmi NASA, di permukaan Bulan juga terlihat kawah Ohm yang memiliki tepian bertingkat dan dasar yang datar. Puncak-puncak tersebut terbentuk ketika permukaan Bulan yang melunak setelah ditumbuk meteor lalu terciprat ke atas selama pembentukan kawah.

Meskipun merupakan pemandangan langka, ini bukan kali pertama Gerhana Matahari dan 'Earthset' disaksikan dari wilayah Bulan. Para astronaut misi Apollo, yang mengorbit Bulan, seperti yang dilakukan Artemis II, juga menyaksikan Gerhana Matahari.

Gerhana ini menandai salah satu momen penting dalam misi bersejarah ini. Artemis II adalah perjalanan berawak pertama ke Bulan sejak Apollo 17 dan mencetak rekor jarak baru untuk penerbangan luar angkasa berawak.

Setelah penerbangan melintas Bulan yang mengesankan, para astronot kini sedang kembali menuju Bumi dan diperkirakan akan mendarat di laut pada Jumat (10/4)di lepas pantai San Diego.

(dmi/dmi)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK