Sirkulasi Siklonik Picu Hujan Lebat, Daerah Mana Saja Terdampak?

CNN Indonesia
Rabu, 08 Apr 2026 10:50 WIB
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat di Indonesia akibat sirkulasi siklonik hingga pekan depan. Wilayah terdampak termasuk Sumatera, Jawa, dan Papua.
Ilustrasi. BMKG mengingatkan potensi hujan lebat di Indonesia akibat sirkulasi siklonik hingga pekan depan. Wilayah terdampak termasuk Sumatera, Jawa, dan Papua. (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sirkulasi siklonik menjadi salah satu pemicu hujan lebat di beberapa wilayah selama masa peralihan ke musim kemarau ini. Potensi hujan lebat ini diperkirakan masih bertahan hingga pekan depan.

BMKG mencatat hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada 2-5 April. Curah hujan tertinggi dengan intensitas sangat lebat terpantau di Bengkulu (199.7 mm/hari), Jawa Barat (122.4 mm/hari), dan Aceh (112.5 mm/hari).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, hujan dengan intensitas lebat juga terpantau di Kalimantan Tengah (95.5 mm/hari), DK Jakarta (90 mm/hari), Banten (88.9 mm/hari), Papua Tengah (80 mm/hari), Sulawesi Selatan (63.2 mm/hari), dan DI Yogyakarta (62.5 mm/hari).

BMKG mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh masih aktifnya gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) di beberapa wilayah, serta fenomena MJO yang melintasi sebagian besar Sumatra.

Selain itu, masa peralihan dari Monsun Asia ke Monsun Australia juga turut membentuk pola sirkulasi udara dan daerah konvergensi di sejumlah wilayah.

Faktor lain seperti perlambatan angin dan pemanasan permukaan yang cukup kuat pada siang hari juga dinilai mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan.

"Di sisi lain, terpantau adanya sirkulasi siklonik di Perairan barat daya Aceh, Samudra Hindia barat daya Lampung, Laut Banda, dan Laut Arafuru yang memicu terbentuknya daerah pertemuan angin, konvergensi, dan konfluensi yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan, baik di sekitar pusat sirkulasi maupun di sepanjang wilayah yang terdampak pola angin tersebut," kata BMKG dalam Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 7-13 April.

Potensi hujan lebat diperkirakan masih akan terjadi hingga sepekan ke depan.

Sirkulasi siklonik berpotensi terbentuk di Laut Cina Selatan, Perairan utara Aceh, Samudra Hindia barat daya Lampung, Laut Jawa, Laut Sulawesi, dan Laut Banda.

Sementara fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan melintasi sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian Kalimantan Barat, dan sebagian Papua, sehingga berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut," terang BMKG.

Selain itu, Gelombang Rossby Equatorial yang berpropagasi ke arah barat juga diprakirakan aktif melintasi sebagian wilayah Sumatra, Jawa, Bali, NTB, NTT, dan sebagian wilayah Pulau Papua.

Kemudian, Gelombang Kelvin yang berpropagasi ke arah timur diprakirakan turut aktif dan melintasi sebagian besar wilayah Sumatra.

"Sistem-sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut," jelas BMKG.

Berikut daftar wilayah berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat sepekan ke depan:

7-9 April

Hujan lebat-sangat lebat

- Sumatera Utara
- Lampung
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Timur
- Nusa Tenggara Timur
- Sulawesi Tengah
- Maluku
- Papua Pegunungan
- Papua Selatan

Angin kencang

- Bengkulu
- Papua
- Papua Barat

10-13 April

Hujan lebat-sangat lebat

- Aceh
- Jawa Timur
- Sulawesi Selatan
- Papua Pegunungan

Angin kencang

- Papua
- Papua Barat

(lom/dmi) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]