Hujan Sedang Hingga Lebat Berpotensi Guyur Jakarta Hari Ini

CNN Indonesia
Kamis, 16 Apr 2026 06:28 WIB
BMKG memprediksi wilayah Jabodetabek diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada hari ini, Kamis (16/4). Simak prediksinya.
Ilustrasi. BMKG memprediksi wilayah Jabodetabek diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada hari ini, Kamis (16/4). (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Jabodetabek diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada hari ini, Kamis (16/4).

Dalam sebuah peringatan dini, BMKG mengungkap sejumlah daerah berstatus siaga (hujan lebat-sangat lebat), meliputi Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara status waspada (hujan sedang lebat), meliputi wilayah Kota Tangerang, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Kepulauan Seribu, Kabupaten dan Kota Bekasi.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat ini berpotensi terjadi sepanjang hari dan dapat disertai dampak hidrometeorologi.

BMKG tidak menetapkan status siaga maupun awas untuk periode ini, serta tidak terdapat peringatan dini terkait angin kencang.

Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi dampak seperti genangan air, luapan sungai, dan longsor yang dapat mengganggu aktivitas harian.

Menurut BMKG saat ini wilayah Jakarta dan sekitarnya masih dalam periode musim pancaroba, atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Jakarta baru akan memasuki musim kemarau pada dasarian pertama bulan Mei.

BMKG menjelaskan, hujan di dalam beberapa waktu terakhir dipicu oleh berbagai dinamika atmosfer, mulai dari aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial, Kelvin, hingga Mixed Rossby-Gravity (MRG), serta fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO).

Selain itu, peralihan dari Monsun Asia ke Monsun Australia turut membentuk pola angin dan konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

"Sehingga meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan baik di sekitar pusat sirkulasi maupun di wilayah yang dipengaruhi pola angin tersebut," ujar BMKG.

(wpj/dmi) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]