Robot Humanoid Finis Half Marathon 50 Menit, Pecahkan Rekor Dunia

CNN Indonesia
Senin, 20 Apr 2026 09:30 WIB
Robot humanoid di Beijing menyelesaikan half marathon dalam 50 menit, melampaui rekor dunia manusia. Lomba ini dorong inovasi robotika otonom. (Foto: REUTERS/Maxim Shemetov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah robot humanoid berhasil menyelesaikan lomba lari half marathon yang digelar di Beijing, Minggu (19/4), dengan catatan waktu yang melampaui rekor dunia manusia. Secepat apa larinya?

Robot yang dilengkapi sistem navigasi otonom itu berhasil menempuh rute sepanjang 21 kilometer dalam waktu 50 menit dan 26 detik, dengan kecepatan rata-rata sekitar 25 kilometer per jam.

Catatan ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu, ketika robot tercepat di ajang serupa hanya mampu mencatatkan waktu 2 jam 40 menit.

Melansir laporan Associated Press via Digital Trend, catatan waktu robot tersebut juga lebih cepat dibanding rekor dunia manusia milik Jacob Kiplimo, yang menyelesaikan half marathon 57 menit.

Robot pemenang tersebut dibuat oleh Honor, produsen ponsel pintar asal China. Perusahaan membuktikan kemampuannya dalam menciptakan robotika yang mampu mengungguli atlet kelas dunia.

Namun demikian, terdapat catatan menarik dalam ajang ini. Robot tercepat di lintasan sebetulnya mencatat waktu 48 menit 19 detik, bedanya robot ini dikendalikan oleh remote control.

Sementara, robot humanoid yang dibuat Honor ini mampu menyelesaikan lomba secara otonom atau mandiri. Sistem penilaian akhir memang menggunakan bobot khusus yang memberikan nilai lebih pada kemandirian robot saat berlari.

Menurut panitia, jumlah robot humanoid yang ikut lomba dalam ajang ini melonjak dari sekitar 20 robot pada tahun lalu, menjadi lebih dari 100 robot pada tahun ini. Lonjakan ini menandakan semakin populernya sektor robot humanoid dalam ajang lomba lari.

Lomba ini bertujuan mendorong inovasi dan mendekatkan teknologi robot humanoid kepada publik. Kekuatan industri ini pun kian nyata, menurut data pemerintah, investasi China untuk sektor robotika dan kecerdasan buatan yang terintegrasi pada perangkat fisik mencapai US$10,8 miliar atau sekitar Rp185 triliun pada tahun 2025.

Dalam ajang tahun ini, sekitar 40 persen robot berkompetisi secara otonom, sementara 60 persen lainnya masih dikendalikan jarak jauh lewat remote control.

Meski mencatat rekor baru, kompetisi ini tidak luput dari kendala teknis. Sejumlah robot dilaporkan terjatuh di garis start, bahkan ada yang menabrak pembatas lintasan selama perlombaan berlangsung.

Dapat sambutan positif

Ajang ini mendapat sambutan positif dari manusia yang menonton langsung perlombaan tersebut.

Han Chenyu, mahasiswi berusia 25 tahun yang menyaksikan balapan dari balik pagar pengaman, mengaku nyaris tak sempat mengeluarkan ponselnya dan mengambil foto robot yang memimpin saat robot itu melesat melewatinya.

Dia mengaku sangat antusias dengan kemajuan teknologi semacam itu dan menganggap acara tersebut menakjubkan.

"Sebagai seseorang yang bekerja untuk mencari nafkah, terkadang saya sedikit khawatir. Saya merasa teknologi berkembang begitu cepat sehingga mungkin mulai memengaruhi pekerjaan orang-orang, terutama dengan kecerdasan buatan yang semakin canggih," kata Han, melansir AFP, Minggu (19/4).

Robot humanoid telah menjadi hal umum di China dalam beberapa tahun terakhir, baik di media maupun di ruang publik.

Warga lainnya, Xie Lei, meyakini bahwa robot bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari manusia dalam beberapa tahun ke depan. Ia menyebut robot-robot ini berpotensi digunakan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga, menemani lansia, atau perawatan dasar.

"Selama ribuan tahun, manusia berada di puncak di planet Bumi. Namun kini, lihatlah robot. Setidaknya dalam hal navigasi otonom, khususnya dalam acara olahraga ini, mereka sudah mulai melampaui kita," kata Xie.

"Di satu sisi, hal ini memang membuat kita merasa sedikit sedih untuk kemanusiaan. Namun di sisi lain, teknologi, terutama dalam beberapa tahun terakhir, telah memberi kita begitu banyak imajinasi," lanjut dia.

(dmi/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK