Tim Cook Resmi Mundur dari CEO Apple
Apple secara resmi mengumumkan pengunduran diri Tim Cook sebagia CEO perusahaan pada Senin (20/4) waktu setempat. Cook mundur setelah hampir 15 tahun memimpin Apple.
Perusahaan menunjuk John Ternus sebagai penerus Cook, efektif mulai 1 September mendatang. Cook akan tetap berada di perusahaan dengan peran sebagai ketua eksekutif.
"Merupakan kehormatan terbesar dalam hidup saya untuk menjadi CEO Apple dan dipercaya memimpin perusahaan yang luar biasa ini. Saya mencintai Apple dengan sepenuh hati," kata Cook dalam siaran persnya, Senin (20/4), melansir The Guardian.
Cook menjabat sebagai CEO Apple sejak 2011. Saat itu, ia menggantikan sosok Steve Jobs, salah satu pendiri Apple. Masa jabatan Cook sebagai CEO menandai periode ekspansi besar-besaran bagi perusahaan.
Selama kepemimpinan Cook, laba tahunan Apple melampaui US$100 miliar atau sekitar Rp1.713 triliun, dan harga sahamnya terus naik selama lebih dari satu dekade.
Di bawah kepemimpinannya, perusahaan ini meluncurkan Apple Watch dan lini headphone AirPods. Cook juga memimpin peluncuran layanan seperti Apple Music dan Apple TV+.
Kapitalisasi pasar perusahaan tumbuh dari sekitar $350 miliar (sekitar Rp5.996 triliun) pada awal masa jabatan Cook menjadi lebih dari US$4 triliun (sekitar Rp68.532 triliun) saat ini.
Sementara itu, Ternus yang dipilih untuk menduduki jabatan CEO baru dianggap sebagai kandidat paling mumpuni dan cocok menggantikan Cook.
Ternus bergabung dengan perusahaan tersebut sejak tahun 2001. Dalam sebuah pernyataan, Ternus memuji pengalamannya bekerja di bawah Jobs dan menggambarkan Cook sebagai mentornya.
Cook mengatakan bahwa Ternus memiliki pikiran seorang insinyur dan jiwa seorang inovator.
"Saya merasa terhormat untuk mengambil peran ini, dan saya berjanji akan memimpin dengan nilai-nilai dan visi yang telah mendefinisikan tempat istimewa ini selama setengah abad," kata Ternus.
Ternus akan mewarisi perusahaan yang sangat sukses, namun di sisi lain menghadapi semakin banyak pertanyaan mengenai masa depannya. Apple telah menjadi sorotan tajam selama setahun terakhir karena para investor mempertanyakan bagaimana perusahaan tersebut berencana mengintegrasikan AI ke dalam produk-produknya.
Perusahaan ini belum tampil begitu menonjol dalam booming AI seperti beberapa pesaingnya, dan terkadang memilih untuk mengintegrasikan alat AI pihak ketiga ke dalam produk-produknya, seperti Siri.
Meskipun bisnis intinya dalam penjualan ponsel dan komputer tetap kuat, produk-produk barunya seperti Vision Pro belum berhasil memicu permintaan konsumen.
(dmi/dmi)